Selasa 1 Juli 2014


Selasa 1 Juli 2014

Bacaan I : Am. 3:1-8; 4:11-12

Mazmur : Mzm. 5:5-6,7,8

Bacaan Injil : Mat. 8:23-27.

Bacaan I : Am. 3:1-8; 4:11-12

1   Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya:

2     “Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.

3   Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

4    Mengaumkah seekor singa di hutan, apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa?

Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu?

6   Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya?

7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

8   Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?”

9   “Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

10  “Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. ?Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!”

 Mazmur : Mzm. 5:5-8

5  Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.

6    Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

7   Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

8  TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.

 Bacaan Injil : Mat. 8:23-27.

23   Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.

24  Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”

26 Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

27  Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

 Bacaan I firman Allah kepada Israel mengingatkan kembali, bahwa Allah telah memilih Israel sebagai bangsa pilihannya. Israel yang dimaksud adalah kedua kerajaan utara dan selatan. Memiliki status istimewa dibanding bangsa-bangsa lain dimuka bumi, status yang diperoleh dari Allah, menuntut kewajiban istimewa juga kepada Allah, yaitu kewajiban untuk setia kepada perjanjian yang dibuat antara Allah dan umat pilihanNya. Status istimewa sebagai bangsa pilihan bukan berarti berkelakuan sembarangan pasti selamat, Allah akan memberi peringatan-peringatan dulu agar mereka kembali kepadaNya. Mereka yang selamat adalah yang tetap setia kepada Allah, mereka yang mau meninggalkan cara-cara hidup tidak benar untuk kembali kepada Allah. Allah akan menghukum mereka jika mereka tidak mau kembali kepadaNya. Namun Israel (kerajaan utara) berkeras, yakin mereka akan tetap selamat, maka Allah pun menghukum mereka. Singa, sering dipakai sebagai simbol kekuasaan, kekuatan dan atau keberanian dari Allah, Tuhan Yesus, umat Allah, tetapi dapat juga dipakai juga sebagai symbol raja atau kekuasaan sipil, mereka yang perkasa, ataupun lambing kekejian musuh-musuh Allah yaitu orang-orang jahat dan iblis. Dalam ayat 8 yang dimaksud singa adalah Allah. Allah memang berkuasa atas manusia selamanya, tidak hanya berkuasa saat manusia hidup, juga berkuasa bahkan setelah manusia mati. Tuhan Yesus memiliki kuasa menghakimi umat manusia di akhir zaman. Bapa memberikan otoritas penuh kepadaNya untuk menentukan mana yang masuk surga mana yang tidak. Ketika hidup di dunia, Ia yang sungguh Allah sekaligus sungguh manusia, juga berkuasa atas alam semesta, tampak dalam Injil. Ia menghardik angin ribut dan air danau yang mengombang ambingkan kapal di mana Ia dan para rasul di dalamNya, dan seketika angin berhenti dan danau pun teduh. Tetapi pada saat kejadian, para murid ketakutan dan menjadi tidak percaya, bahkan merasa akan binasa, padahal mereka sedang bersama Tuhan Yesus. Sebagai manusia, takut itu wajar, namun ketakutan berlebihan membawa efek penyangkalan terhadap Tuhan Yesus. Seperti Petrus sempat menyangkal tiga kali, karena takut. Doa yang tidak kunjung terkabul juga seringkali membuat kita mempertanyakan kepedulian Tuhan Yesus terhadap kita, padahal Ia tahu memberi yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus menegur mereka sebagai orang-orang yang kurang percaya, lalu mengabulkan permintaan para murid. Tuhan Yesus ingin agar kita yang mengaku sebagai muridNya untuk benar-benar percaya kepadaNya. Tetaplah percaya kepadaNya. Ia yang adalah penguasa alam semesta dan segala isinya, Ia yang berkuasa atas kehidupan dan kematian kita. Tuhan Yesus akan bertindak ketika saatNya sudah tepat dan tidak pernah terlambat menolong umatNya.

Senin 30 Juni 2014


Senin 30 Juni 2014

Pekan Biasa XIII

Bacaan I : Am. 2:6-10,13-16

Mazmur : Mzm. 50:16-23

Bacaan Injil : Mat. 8:18-22

6 Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut;

7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku;

8 mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.

9 Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah.

10 Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori;

13 Sesungguhnya, Aku akan mengguncangkan tempat kamu berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum.

14 Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri.

15 Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri.

16 Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu,” demikianlah firman TUHAN.

Mazmur : Mzm. 50:16-23

16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,

17 padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.

19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.

20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu.

21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.

22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.

23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

Bacaan Injil : Mat. 8:18-22

18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.

19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

20 Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

21 Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”

22 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Bacaan pertama diambil dari Kitab Nabi Amos, ia adalah salah seorang nabi kecil, kelahiran Tekoa, sebuah kota di Yehuda, selatan Betlehem. Ia nabi yang sederhana dan tidak mengakui dirinya sebagai nabi, tetapi sebagai gembala dan pemungut buah ara hutan. Ia muncul pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam II, anak Yoas, raja Israel. Amos diutus Allah sebagi nabi di Utara-yang disebut Israel, yaitu di Samaria dan Betel. Pada jamannya kerajaan utara tampak makmur dan damai, sayangnya kemakmuran hanya dimiliki orang-orang kaya yang memperoleh kekayaan dengan cara menindas, terjadi ketidakadilan bagi si miskin dan orang beribadah tidak tulus. Nabi Amos menyampaikan pesan Allah, Israel akan dihukum Allah. Perikop dibuka dengan kutian Firman Allah : “Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat,… “ rumus n,n+1 biasa digunakan dalam puisi mereka, menunjukkan klimaks, maksudnya perbuatan jahat Israel sudah terlalu banyak dan membuat Allah kehilangan kesabaran. Perjanjian yang dilakukan Allah kepada Israel, selalu ditepati oleh Allah, namun Israel justru berpaling dari perjanjian itu dan melupakan segala yang dilakukan Allah bagi mereka. mereka menjual orang benar demi uang dan orang miskin demi sepasang kasut. Mereka menindas orang miskin bahkan menyalahgunakan kekuasaan dengan mengambil keuntungan secara tidak adil atas wanita-wanita muda kaum miskin, supaya bisa ditiduri. Mereka juga mencemarkan penyembahan Allah. Karena dosa mereka, Allah akan menghukum Israel. Kekejian Israel menunjukkan mereka lupa, bahwa mereka dapat melumpuhkan orang Amori karena Allah bersama mereka, mereka lupa bahwa karena Allahlah mereka bisa keluar darI Mesir. Mengikuti Allah harus mendahulukan semua kepentingan, seperti juga dikatakan Tuhan Yesus dalam Injil. Dalam Injil seorang ahli Taurat menyapa Tuhan Yesus dengan Guru, Dia memang pantas disebut guru dan hanya ada satu Guru, sedangkan kita semua adalah saudara (Mat23:8). Ahli Taurat tersebut menawarkan dirinya untuk mengikuti Tuhan Yesus ke mana Ia pergi. Tuhan Yesus menjawabnya bahwa mengikutiNya bukan jaminan beroleh kenyamanan hidup, karena Ia sendiri sebagai utusan Bapa tidak mengutamakan kenyamanan hidup duniawi. Lalu seorang murid lain mengatakan ia akan mengikuti Tuhan Yesus tetapi minta ijin menguburkan ayahnya dahulu, jawaban TuhanYesus, biarlah orang mati (secara spiritual-yang belum menjadi pengikutNya) menguburkan orang mati (secara fisik). Jawaban yang tidak diduga-duga, karena menguburkan orang mati bagi kebudayaan Yahudi dan Helenis adalah kewajiban berbakti kepada orangtua yang paling penting. Tuhan Yesus meminta agar muridNya menomorsatukan diriNya, mengikuti Tuhan tidak boleh setengah-setengah dan merupakan prioritas utama dalam hidup, Mat 6:33 “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Jumat 27 Juni 2014


Pekan Biasa XII

Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus

Jumat 27 Juni 2014

Bacaan I : Ul. 7:6-11

Mazmur : Mzm. 103:1-4,6-8,10

Bacaan II : 1Yoh. 4:7-16

Bacaan Injil : Mat. 11:25-30

 

Bacaan I : Ul. 7:6-11

6    Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.

7    Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu, bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa?

8  tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

9   Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,

10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.

11 Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan.”

 Mazmur : Mzm. 103:1-4,6-8,10

1  Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

2  Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

4  Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

6   TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel.

8  TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

10       Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

Bacaan II : 1Yoh. 4:7-16

7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

8   Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

9  Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.

10  Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

11  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

12   Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.

13   Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

14    Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

15    Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

16   Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

 Bacaan Injil : Mat. 11:25-30

25 Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

26     Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

27  Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

28    Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

30   Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

 

Bacaan dari kitab ulangan, ketika Israel telah memasuki Kanaan, Musa mengingatkan Israel bahwa mereka dipilih oleh TUHAN, Allah mereka, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya. Mereka dipilih, meskipun jumlahnya sedikit. Mereka dipilih berdasar hak prerogratif Allah sendiri, bukan karena kehebatan mereka, bukan pula karena mereka lebih kudus dibanding lainnya. Bukti kasih Tuhan kepada mereka dan sekaligus memegang janji kepada leluhur mereka adalah membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Tuhan berpegang teguh pada perjanjian yang Ia lakukan terhadap orang yang setia kepadaNya, turun temurun. Tuhan akan membalas dan membinasakan orang yang membenci Dia. Musa meminta Israel untuk berpegang pada perintah Tuhan, yakni ketetapan dan peraturan yang disampaikan Tuhan melalui Musa. Bacaan kedua juga mengenai Allah adalah Kasih. Kasih yang kita bagikan kepada orang-orang sekitar kita menjadi bukti sifat Allah dan kehadiranNya dalam hidup kita. Orang yang mengasihi menunjukkan bahwa ia adalah anak Allah dan mengenal Allah, karena Allah adalah kasih; orang yang tidak mengasihi, tidak megenal Allah. Penyingkapan sifat Allah yang adalah Kasih kita temukan pada saat Allah memberikan PuteraNya sendiri kepada kita, secara cuma-cuma, menebus dosa kita sehingga kita dibebaskan dari dosa-dosa kita dan beroleh hidup kekal.  Kasih yang bagaimana? Tuhan Yesus menginginkan para muridNya memiliki belas kasih dan otentik, inilah yang menjadi pembeda komunitas Kerajaan Allah yang dibangun Tuhan Yesus dengan komunitas lain di bumi. Kasih yang tidak menghitung untung rugi yang seperti dalam perkawinan tetap setia dalam untung dan malang, dalam sehat dan sakit, kasih sahabat sejati yang bahkan rela menyerahkan nyawa bagi sahabat-sahabatnya,  kasih dari gembalayang baik, yang  memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Kasih seperti ini memungkinkan kta melihat Allah yang tidak kelihatan itu dan membuktikan juga kita mengenalNya. Selanjutnya Tuhan Yesus dalam bacaan Injil membuka percakapan dengan kata-kata Dia bersyukur kepada Bapa bahwa semuanya disembunyikan kepada orang yang bijak dan pandai, tetapi Bapa nyatakan kepada orang kecil. Yang dimaksud Tuhan Yesus sebagai orang yang bijak dan pandai adalah para ahli Taurat dan orang Farisi. Tuhan Yesus tetap bersyukur kepada Bapa walaupun ahli Taurat dan orang Farisi tidak mempercayaiNya, perkataanNya maupun perbuatan-perbuatan besarNya (tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat), bagaimanapun juga lebih banyak yang percaya, yaitu orang-orang kecil, yang dimaksud adalah orang-orang yang mau terbuka menerima pengajaranNya dan tidak sombong karena merasa lebih kudus dibanding yang lain. sikap rendah hati di hadapan Allah itu sangat diperlukan untuk dapat mengerti kehendakNya. Sikap mau terbuka akan pewartaan Tuhan Yesus, penting, hanya dengan itu manusia dapat mengenal Bapa. Bapa dan Anak saling mengenal, Tuhan Yesus sebagai Anak hanya mau mengenalkan BapaNya kepada mereka yang diinginiNya, yaitu yang mau percaya. Sifat-sifat orang Farisi dan ahli-ahli Taurat selain tidak percaya dan karena itu menolak Tuhan Yesus, juga biasa membebani umat dengan aturan-aturan agama, yang bahkan mereka sendiri tidak melakukannya. Agama menjadi penuh dengan larangan, yang membingungkan dan membebani karena sedikit-sedikit dosa. Padahal inti dari Taurat adalah Kasih. Kasih itu melegakan, melepaskan manusia dari segala belenggu. Maka Tuhan Yesus mengajak mereka semua yang letih dan berbeban berat karena aturan-aturan tersebut, datang kepadaNya, menuruti FirmanNya, karena firmanNya tidak memberi beban, tetapi melegakan, memberi ketenangan. Datang kepadaNya juga berarti berdoa. Tuhan Yesus mengajak kita selalu berdoa untuk meringankan segala beban hidup. Tuhan Yesuspun sering berdoa kepada BapaNya. Berdoa ibarat mengisi daya listrik tubuh. Tubuh butuh makanan jasmani dan rohani. Manusia hidup tidak hanya dari makanan saja, tetapi juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Kamis 26 Juni 2014


Pekan Biasa XII

Kamis 26 Juni 2014

Bacaan I : 2Raj. 24:8-17

Mazmur : Mzm. 79:1-2,3-5,8,9

Bacaan Injil : Mat. 7:21-29

 

Bacaan I : 2Raj. 24:8-17

8   Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem.

9      Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan ayahnya.

10    Pada waktu itu majulah orang-orang Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem dan kota itu dikepung.

11   Juga Nebukadnezar, raja Babel, datang menyerang kota itu, sedang orang-orangnya mengepungnya.

12   Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel, ia sendiri, ibunya, pegawai-pegawainya, para pembesarnya dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap dia pada tahun yang kedelapan dari pemerintahannya.

13   Ia mengeluarkan dari sana segala barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan istana raja; juga dikeratnya emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait TUHAN seperti yang telah difirmankan TUHAN.

14 Ia mengangkut seluruh penduduk Yerusalem ke dalam pembuangan, semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa, sepuluh ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri.

15  Ia mengangkut Yoyakhin ke dalam pembuangan ke Babel, juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel.

16 Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya, sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel.

17 Kemudian raja Babel mengangkat Matanya, paman Yoyakhin, menjadi raja menggantikan dia dan menukar namanya menjadi Zedekia.

 

Mazmur : Mzm. 79:1-2,3-5,8,9

1     Mazmur Asaf. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke dalam tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, membuat Yerusalem menjadi timbunan puing.

2  Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu sebagai makanan kepada burung-burung di udara, daging orang-orang yang Kaukasihi kepada binatang-binatang liar di bumi.

3  Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan.

4   Kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami, menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami.

5   Berapa lama lagi, ya TUHAN, Engkau murka terus-menerus, dan cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?

8  Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.

9    Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

 Bacaan Injil : Mat. 7:21-29

21  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

22     Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

23   Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

24  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

25      Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

26    Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

27   Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

28  Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,

29   sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

 

Kisah dalam bacaan pertama, kehancuran Kerajaan Yehuda, terjadi pada jaman pemerintahan raja Yoyakhin. Ia putera raja Yoyakhim. Ia menjadi raja selama tiga bulan. Kerajaannya ditaklukan oleh kerajaan Babel, kerajaan yang menguasai dunia saat itu menggantikan kerajaan Asyur. Penyerangan Babel terjadi dalam tiga tahap. Tahap I pada jaman raja Yoyakim. Tahap II pada jaman Yoyakin memerintah, dan tahap III pada jaman raja Zedekia. Pembuangan berlangsung kurang lebih 70 tahun, hingga akhirnya orang-orang Yahudi diperbolehkan kembali ke negerinya pada saat Kerajaan Babel dikalahkan kerajaan Persia ketika kerajaan Persia dipimpin raja Koresy. Semua kisah sejarah dalam Alkitab Perjanjian Lama, hendaknya jangan dilihat sebagai laporan pandangan mata yang runut dan detil. Semua kisah mementingkan refleksi teologis bahwa Tuhan selalu melindungi umatNya, Tuhan selalu membela mereka yang benar, Tuhan setia pada umatNya, Tuhan selalu menginginkan umatNya kembali kepadaNya, Tuhan itu perkasa tiada sesuatupun dapat mengalahkanNya, segala hukuman yang terjadi, hendaknya dilihat sebagai keinginan Tuhan agar umatNya kembali, ketidak setiaan dan lebih-lebih kejahatan akan berakibat fatal, apalagi dosa yang dilakukan pemimpin, karena seorang pemimpin akan ditiru oleh orang-orang yang dipimpinnya dan jika ini terjadi, sebuah bangsa akan jatuh ke dalam dosa. Patuh yang dikehendaki Tuhan bukan kepatuhan dibibir, tetapi kepatuhan yang mewujud dalam tindakan nyata. Seperti dikatakan dalam Injil, yang terdiri dari dua perikop yang disatukan. Perikop pertama Mat 7:21-23 melanjutkan kemarin, mengenai kepalsuan. Tindakan manusia baik atau jahat bisa dilihat dari buahnya. Orang baik-baik pasti tidak mengadu domba, memecahbelah dll, buah kejahatan, tetapi orang baik-baik ditugaskan mengajak orang lain berbuat baik juga, sehingga menghasilkan buah yang baik. Tuhan Maha Tahu segala kepalsuan manusia atau ketulusan manusia, karena itu tegas dikatakan meskipun bibir mereka mengucap Tuhan- Tuhan, mereka bisa bernubuat, bisa mengusir setan dan mengadakan mukjizat Tuhan tidak mengenal mereka dan mengusir mereka, karena mereka pembuat kejahatan. Perikop berikutnya Mat 7: 24-29 mengenai dua macam dasar. siapa pun yang mendengar perintah Tuhan dan melaksanakannya memiliki dasar yang kokoh, siapapun yang mendengar tetapi tidak melakukan perintah Tuhan, memiliki dasar yang rapuh.

Rabu 25 Juni 2014


Pekan Biasa XII

Rabu 25 Juni 2014

Bacaan I : 2Raj. 22:8-13; 23:1-3

Mazmur : Mzm. 119:33,34,35,36,37,40

Bacaan Injil : Mat. 7:15-20

 

Bacaan I : 2Raj. 22:8-13; 23:1-3

 1  Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: “Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!” Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya.

2  Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: “Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu.”

3  Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: “Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku,” lalu Safan membacakannya di depan raja.

4    Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.

5  Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya:

6  “Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya.”

7  Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem.

8 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu.

9   Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.

 Mazmur : Mzm. 119:33,34,35,36,37,40

33  Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.

34 Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.

35 Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.

36  Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba.

37 Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!

40 Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!

 Bacaan Injil : Mat. 7:15-20

15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

16   Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

17   Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

18   Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

19   Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

20    Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.

 

Peristiwa yang diceritakan dalam bacaan pertama terjadi ketika raja Yosia memerintah Kerajaan Yehuda. Ia cucu Manasye, raja yang sangat jahat, yang bahkan mengorbankan anaknya sendiri sebagai korban bakaran! Kejahatannya mengakibatkan Allah mendatangkan bencana bagi Yerusalem dan Yehuda. Ketika anaknya, Amon menjadi raja, raja yang juga melakukan apa yang jahat dimata Tuhan, dibunuh para pegawai istana, dan kemudian rakyat mengangkat Yosia, anaknya menjadi raja menggantikannya. Ia raja yang taat kepada Allah, meskipun ia tahu banyak rakyatnya yang tidak taat, sebagai akibat dari kelakuan Ayahnya dan Kakeknya. Agak mengherankan memang, mengingat buyutnya, raja Hizkia adalah raja yang taat kepada Allah. Hal ini membuktikan, dari seorang yang baik tidak selalu menurunkan anak-anak yang baik, demikian pula sebaliknya. Seperti halnya Daud taat kepada Allah, beda dengan Salomo yang selain menyembah Allah, menyembah allah-allah lain karena pengaruh istri-istrinya yang orang-orang asing. Raja Yosia pada tahun kedelapan belas pemerintahannya memperbaiki Bait Allah, dan imam Hilkia menemukan kitab Taurat. Ketika kitab itu dibacakan, raja Yosia berduka, kiranya yang ia dengar adalah mengenai hukuman yang akan terjadi karena umat Allah tidak taat. raja sangat berduka, ia lalu mengirim utusan kepada nabiah Hulda untuk menanyakan apa yang akan terjadi. Nabiah Hulda menjawab apa yang tertulis dalam kitab, Yehuda akan mendapat hukuman karena umat tidak taat kepada Allah akan terjadi, namun karena raja adalah seorang yang merendahkan diri di hadapan Allah, Allah mengampuni raja, ia akan terbebas dari malapetaka yang akan terjadi dan wafat dalam damai. Selaras dengan itu dapat kita baca dalam bacaan Injil. Kita diminta untuk menghasilkan buah yang baik. kita sudah berbuat baik itu bagus, tetapi diminta lebih, mengajak orang disekitar kita berbuat baik juga, itulah buah perbuatan baik. Menjadi orangtua yang baik itu bagus, tetapi lebih bagus jika bisa menurunkan kebaikan itu kepada anak-anak. Contoh dalam bacaan pertama kerap terjadi, anak yang baik belum tentu berasal dari orangtua yang baik. Orangtua yang baik, belum tentu anaknya baik. dalam rangka menjadi baik dan menularkan hal-hal baik, kita juga diminta untuk hati-hati terhadap kepalsuan, kelihatannya saja baik, tetapi sebetulnya jahat, mencitrakan diri sebagai orang baik. pembeda dari yang baik dan jahat adalah yang baik mengajak orang berbuat baik, yang jahat tidak mungkin mengajak orang berbuat baik, karena itu tepatlah dikatakan dari buahnya kamu mengenal pohonnya! tidak ada seorangpun yang mencitrakan dirinya jahat, konyol sekali. Tidak ada seorangpun yang akan menyebar fitnah atas dirinya sendiri, jika ia waras. Setiap orang pasti mencitrakan dirinya baik, apalagi yang jahat. Tetapi Tuhan Maha Tahu, dalam Luk 18:9-14, Tuhan tidak membenarkan orang yang membenarkan dirinya dihadapanNya, Tuhan membenakan orang yang merendahkan dirinya dihadapanNya, yaitu orang yang merasa diriya berdosa. Orang yang tahu bahwa dirinya bukan apa-apa tanpa penyertaan Tuhan.

Selasa 24 Juni 2014


Minggu Biasa XII

Selasa 24 Juni 2014

Bacaan I : Yes. 49:1-6

1  Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

2     Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

3     Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”

4   Tetapi aku berkata: “Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.”

5      Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku,firman-Nya:

6   “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”

 Mazmur : Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15

1   Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

2    Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

3   Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

13  Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

14  Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.                

14   Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

 Bacaan II : Kis. 13:22-26

22  Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

24 Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

25 Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.

26 Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

 Bacaan Injil : Luk. 1:57-66,80

57  Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

59  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

60  tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

61 Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.”

62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

63  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya.

64  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

80  Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

 

Bacaan pertama diambil dari kitab nabi Yesaya, ia adalah salah satu nabi besar Kerajaan Selatan, Yehuda. Hidup pada masa raja Uzia,  Yotam,  Ahas  dan Hizkia,  raja-raja Yehuda. Pada zamannya ada juga nabi Milkha. Ia hidup pada waktu Kerajaan Selatan menghadapi ancaman serangan Asyur. Yesaya mendesak mereka agar menghindari keterlibatan dengan bangsa asing. Seorang nabi adalah penyambung lidah Allah. Mereka menyampaikan pesan Allah, biasanya didahului kata : “Tuhan berfirman…”, atau “Firman Tuhan…”, mengakhirinya dengan “…Demikianlah Firman Tuhan” pesan Tuhan diterima nabi bisa melalui penglihatan (Yes 6) atau pendengaran, umumnya pesan diterima melalui batin. Pesan Nabi bukan untuk dirinya, namun untuk umat. Nabi bernubuat menyangkut masa sekarang dan masa depan yang dekat, masa depan yang jauh, akhir zaman. seperti umumnya kitab para nabi, kitab Yesaya tidak ditulis oleh nabi Yesaya sendiri, namun beberapa ditulisnya sendiri. Umumnya yang menuliskan adalah para muridnya. Kitab Yesaya terbagi 3 : Proto Yesaya : bab 1-39 pada akhir abad 8 SM, Deutero Yesaya : bab 40-55 pada saat pembuangan Babel, pertengahan abad 6 SM dan Trito Yesaya : bab 56-66 setelah pembuangan Babel-kembali ke Yerusalem. Dalam bacaan, nabi Yesaya dikatakan dipanggil sejak dalam kandungan ibunya untuk suatu tugas atau misi khusus. Dalam pelayanannya sebagai hamba Allah, Yesaya telah melakukan segala hal yang dalam pandangan dunia adalah sia-sia, percuma, namun Allah sendiri yang memeliharanya. Allah sendiri yang melindunginya dari segala musuh-musuh Allah. Tugas khusus yang diberikan kepadanya adalah mengembalikan Israel kepada Allah mereka. Menegakkan kembali suku-suku Yakub, dan mengembalikan Israel yang masih terpelihara, karena memang masih ada sedikit Israel yang patuh kepada Allah mereka. Bahkan lebih dari itu, Allah akan membuatnya menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan sampai ke ujung bumi. Sejalan dengan itu, Kisah Para Rasul dalam bacaan kedua. Paulus yang ditemani Barnabas di Antiokhia Pisidia, menceritakan kisah Israel, yang selalu dilindungi Allah sejak mereka menjadi orang asing di Mesir dan menjadi besar, dibimbing dan dilindungi lari dari Mesir, di padang gurun puluhan tahun, hingga menempati Kanaan. Sejak dipimpin hakim sampai hakim terakhir Samuel, yang mengurapi Saul lalu Daud, raja yang sungguh berkenan kepada YHWH. Keturunan Daud muncul Juruselamat yang dijanjikan. Kedatangan Juruselamat didahului oleh Yohanes pembaptis, yang menyerukan agar Israel bertobat dan dibaptis. Yohanes member kesaksian tentang Tuhan Yesus, yang lebih besar darinya. Allah selalu menepati janjiNya. Dalam bacaan Injil, lebih kanjut mengisahkan Yohanes pembaptis, kelahirannya. Kedua orangtua Yohanes, Zakaria dan Elisabet, keduanya seorang yang patuh kepada Tuhan. sudah lanjut usia tanpa anak. Pada saat itu anak merupakan bukti seorang diberkati Allah. Anak banyak, harta banyak, panjang umur adalah bukti seseorang diberkati Allah, bukti bahwa Allah berkenan kepadanya. Wanita mandul hina. Jaman sekarang pemikiran seperti ini masih ada. Seseorang yang dekat dengan Allah semuanya lancer, sukses, semua serba berkelimpahan, sebuah pemikiran yang tidak tepat. Namun di usia tua mereka, Allah memberikan mereka sesuatu yang luarbiasa, mengaruniakan anak yang ditunggu-tunggu, suatu mukjizat besar bagi Elisabet yang sudah tua dan dikatakan mandul itu. Bukan anak yang biasa-biasa saja karena penuh dengan Roh Kudus  mulai dari rahim  ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan  dalam roh dan kuasa Elia  untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya  dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan  suatu umat yang layak bagi-Nya.” Tentu saja ketika hal ini difirmankan Tuhan melalui malaikat Gabriel kepada Zakaria, ia tidak lantas percaya, iapun menjadi bisu. Ia bisa bicara lagi setelah anaknya lahir dan menamainya Yohanes. Ketika ia dapat bicara kembali, seketika Zakaria memuji Allah. Semua orang yang melihat peristiwa Zakaria bisa bicara kembali tahu, tangan Tuhan menyertai anak itu. Selanjutnya Zakaria menyanyikan pujian bagi Allah, dan Yohanes bertambah besar dan kuat jasmani serta rohani, sampai saatnya ia bertugas membuka jalan bagi Juruselamat. Semua bacaan hari ini mengingatkan kita untuk selalu mendengar kata-kata orang lain yang bertujuan baik, yang mengingatkan kita akan dosa kita, agar kita kembali kepadaNya, ke jalan yang benar. Mengingatkan kita untuk mendengarkan suara dare orang-orang yang sungguh bisa dipercaya. Mengingatkan kita untuk memilah-milah mana suara Allah dan mana suara yang lain. Allah selalu memberi kekuatan dan melindungi mereka yang patuh sebagai penyuara dan pelaku kebenaran. Juga seperti dicontohkan Yohanes pembaptis dan para nabi, mereka merelakan dirinya untuk member jalan kepada orang yang mmang lebih layak untuk tampil. Ia harus makin besar dan aku makin kecil (Yoh 3:30), seperti seorang guru yang menjadikan murid-muridnya orang-orag besar. Jangan menjadi penghalang bagi orang lain yang memang ditunjuk Allah sendiri untuk sebuah karya yang lebih besar. Semua karya kita hendaklah demi kemuliaan Allah yang lebih besar.

Senin 24 Juni 2014


Pekan Biasa XII

Senin 23 Juni 2014

Bacaan I : 2Raj. 17:5-8,13-15a,18

Mazmur : Mzm. 60:3-5,12

Bacaan Injil : Mat. 7:1-5

 

Bacaan I : 2Raj. 17:5-8,13-15a,18

5          Kemudian majulah raja Asyur menjelajah seluruh negeri itu, ia menyerang Samaria dan mengepungnya tiga tahun lamanya.

6          Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.

7          Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain,

8          dan telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel.

13        TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: “Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi.”

14        Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, melainkan mereka menegarkan tengkuknya seperti nenek moyangnya yang tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka.

15        Mereka menolak ketetapan-Nya dan perjanjian-Nya, yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka, juga peraturan-peraturan-Nya yang telah diperingatkan-Nya kepada mereka; mereka mengikuti dewa kesia-siaan, sehingga mereka mengikuti bangsa-bangsa yang di sekeliling mereka, walaupun TUHAN telah memerintahkan kepada mereka: janganlah berbuat seperti mereka itu.

18        Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel, dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya; tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.

 

Mazmur : Mzm. 60:3-5,12

3        Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.

4          Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, tanda untuk berlindung terhadap panah. Sela

5          Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!

12        Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

 

Bacaan Injil : Mat. 7:1-5

1    “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

3    Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

4  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

5   Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Bacaan pertama, mengisahka runtuhnya kerajaan Utara (Israel) pada jaman raja Hosea (bukan nabi Hosea yang memiliki istri bernama Gomer, dimana Gomer, istri yang tidak setia menggambarkan ketidaksetiaan Israel kepada YHWH, tetapi bagaimanapun Allah tetap mengampuni). Kerajaan Utara ditaklukan oleh Asyur. Israel kemudian dibuang ke Asyur. Kerajaan Selatan, Yehuda nantinya akan hancur juga, dibuang ke Babel. Ini semua terjadi karena ketidakpatuhan Israel kepada Allah. Telah berulangkali Allah memperingatkan Israel melalui nabi-nabiNya yang kudus, tetapi tidak digubris. Padahal Allah Israel adalah Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir, melalui peristiwa Paskah. Allah Israel selalu menolong mereka dan mengabulkan permohonan mereka ketika mereka dalam kesesakan. Allah selalu hadir bersama mereka. Namun mereka menduakannya. Membuat sakit hati Allah. Dalam Perjanjian Lama, dosa terbesar adalah menduakan Allah. Allah menghukum keras saat Israel menyembah allah-allah lain, namun Ia juga cepat mengampuni, jika raja dan umat berbalik kepadaNya karena mendengarkan seruan-seruan nabi kudusNya. Kerajaan Utara dan Selatan telah menduakan Allah. Hal yang sama juga telah dilakukan Tuhan Yesus melalui peristiwa Paskah, Ia yang telah wafat disalib dan bangkit membebaskan kita dari perbudakan dosa. Kita adalah orang-orang merdeka. Sama seperti Allah Israel menghendaki agar umatNya patuh pada perjanjian yang telah diikiat antara Allah dan leluhur Israel, maka Tuhan Yesus juga menghendaki kita juga patuh dengan perjanjian Baptis. Tuhan Yesus telah mengingatkan seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, ia pasti patuh kepada yang seorang. Seseorang tidak bisa bersifat mendua, pilih salah satu. Pilihlah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Janji baptis bersifat personal, berisikan janji kita untuk menjauhkan diri dari dosa dan hiburan yang tidak sehat (judi, mabuk, seks bebas). Jatuh berkali-kali dalam dosa yang sama sering kita alami, tetapi tetap harus berusaha agar tidak jatuh lagi. Kita juga akan dibuang dalam neraka jika tidak bertobat. Melalui berbagai peristiwa hidup, entah yang kita alami sendiri, maupun yang dialami orang lain, Allah sering menegur kita, mengingatkan kita akan dosa yang kita perbuat. Misalnya saat bencana. Kita diingatkan untuk lebih dekat dengannya. Atau saat mengunjungi orang sakit, kita diingatkan bahwa hidup sehat adalah anugerah tak ternilai. Melalui pelaku kriminal yang dihukum, Allah mengingatkan manusia juga agar tidak berbuat kriminal, karena itu disini penting penegak hukum yang berani membela yang benar, bukan sekedar membela yang bayar. Ada pandangan hakim adalah wakil Tuhan didunia, mereka yang bergerak dibidang itu, buktikanlah itu. Itulah yang dilakukan nabi-nabi kudus pada jaman Perjanjian Lama. Dalam kaitan sebagai hakim, Tuhan Yesus meminta kita untuk bercermin diri. mengkritik dan menjelekkan orang lain mudah. Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak nampak. Pernahkah anda bercermin dihadapan dua cermin yang berhadapan? Diri anda akan tampak berlapis lapis semakin dalam dan kecil. Anda bagai ditelanjangi. Wajah cemberut anda seolah olah dibalas berkali-kali. Wajah gembira anda juga akan dibalas berkali-kali. Jika kita menunjuk orang salah dengan jari telunjuk, padahal dia benar, jari lainnya menunjuk kepada diri sendiri, kesalahan anda lebih banyak, keburukan anda lebih banyak. Sebaliknya jika jempol anda acungkan ke atas sebagai pujian bagi orang lain, jari lainnya menunjuk kepada anda, anda layak dapat pujian lebih banyak. 

Sabda-Mu kudengar

%d bloggers like this: