Jumat 11 April 2014


Jumat 11 April 2014

Bacaan I : Yer 20:10-13

Mazmur : Mzm 18 : 2-8

Bacaan Injil : Yohanes 10:31-42

Bacaan I : Yer 20:10-13

10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”

11      Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!

12      Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

13      Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Continue reading

Kamis 10 April 2014


Pekan Prapaskah V

Kamis 10 April 2014

Bacaan I          :           Kejadian 17:3-9

Mazmur          :           Mazmur : Mzm 105 : 4-9

Bacaan Injil    :           Yoh 8 : 51-59

3          Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:

4     “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

5   Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

6   Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.

7   Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

8        Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

9    Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Mazmur : Mzm 105 : 4-9

4      Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

5  Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Ny dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya,

6 hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!

7 Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya.

8  Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,

9  yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak;

 Bacaan Injil : Yoh 8 : 51-59

51  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

52    Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

54  Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,

55   padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

56        Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

57        kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

58    Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

59  Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

 Bacaan Injil hari ini perdebatan Yesus Kristus dengan orang-orang yang menolakNya, mereka bahkan mengatakan Yesus berasal dari setan. Tetapi Yesus tegas mengatakan siapa diriNya : 1. Barangsiapa menuruti firman-Nya, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya 2. Ia dimuliakan oleh Allah Bapa 3. Ia mengenal Bapa dan menuruti firmanNya 4. Yesus Kristus telah ada sebelum Abraham ada. Kata-kata Yesus ini membuat mereka yang menolakNya ingin melempari Dia dengan batu. Dalam hidup sehari-hari, orang yang berjalan di Jalan Tuhan, juga akan dimusuhi. Biasanya musuh utama satu tetapi sangat kuat, yang lain ikut-ikutan karena takut. Orang tidak jujur juga selalu menjebak orang jujur, menjadikannya tameng hidup, maka terjadilah orang-orang benar tertindas, karena sikap takutnya itu. Misalnya orang yang mau disuap, tentu sangat membenci orang yang tidak mau disuap, ia akan berupaya dengan berbagai cara agar yang jujur digeser, kalau perlu dengan difitnah sebaliknya. Sebagai murid Tuhan Yesus, kita harus berani menjadi saksiNya, menjadi contoh perbuatan yang baik dan tidak ikut-ikutan arus yang keliru karena hanya dengan menjadi contoh perbuatan baik, kita akan selamat, tidak akan mengalami maut selama-lamanya, dalam arti beroleh hidup kekal, karena kita telah menuruti firmanNya. Perhatikanlah Mazmur : Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. Juga perintah Allah kepada Abraham dalam bacaan I : Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Doa : Syukur kepadaMu Tuhan karena Engkau menjanjikan, barangsiapa menuruti firmanMu tidak akan mengalami maut selama-lamanya

Selasa 8 April 2014


Pekan Prapaskah V

Selasa 8 April 2014

Bacaan I          :           Bil 21:4-9

Mazmur          :             Mzm 102 : 2-3, 16-21

Bacaan Injil    :           Yoh 8 : 21-30

Bacaan I          :          Bil 21:4-9

4    Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.

5  Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”

6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

7   Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.

8  Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”

9  Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Continue reading

Senin 7 April 2014


Pekan Prapaskah V

Senin 7 April 2014

Bacaan I              :              Dan 13:1-9,15-17, 19-30, 33-62

Mazmur               :              Mzm 23:1-6 R:4ab

Bacaan Injil         :              Yoh 8:1-11

Bacaan I              :              Dan 13:1-9,15-17, 19-30, 33-62

1      Adalah seorang orang diam di Babel, Yoyakim namanya

2     Ia mengambil seorang isteri yang bernama Susana anak Hilkia. Isterinya itu amat sangat cantik dan takut akan Tuhan.

3   Karena orang tuanya benar maka anak mereka dididik menurut Taurat Musa

4 Adapun Yoyakim adalah amat kaya dan dimilikinya sebuah taman yang berdekatan dengan rumahnya. Oleh karena ia paling terhormat di antara sekalian orang maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul padanya.

5  Nah, dalam tahun itu ada dua orang tua-tua dari antara rakyat ditunjuk menjadi hakim. Tentang mereka itulah Tuhan telah berfirman: “Kefasikan telah datang dari Babel, dari kaum tua-tua, dari para hakim yang berlagak pengemudi rakyat.”

6 Orang-orang tua-tua itu sering mengunjungi rumah Yoyakim, tempat setiap orang yang mempunyai suatu perkara datang kepada mereka

7 Apabila menjelang tengah hari rakyat sudah pergi masuklah Susana untuk berjalan-jalan di taman suaminya.

8   Kedua orang tua-tua itu setiap hari mengintip Susana, apabila ia masuk dan berjalan-jalan di situ. Maka timbullah nafsu berahi kepada Susana dalam hati kedua orang tua-tua itu.

9  Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil.

15 Sedang mereka menunggu saat yang baik maka pergilah Susana ke taman itu seperti yang sudah-sudah. Ia hanya disertai dua orang dayang, karena cuaca panas maka ia mau mandi di taman itu.

16 Tiada seorangpun ada di sana kecuali kedua orang tua-tua itu yang bersembunyi sambil mengintip Susana.

17 Kata Susana kepada dayang-dayangnya: “Ambilkanlah aku minyak dan urap dan tutuplah pintu-pintu taman, maka aku dapat mandi.”

19 Segera setelah dayang-dayang itu keluar bangunlah kedua orang tua-tua itu dan bergegas-gegas menuju Susana.

20 Berkatalah mereka: “Pintu-pintu taman sudah tertutup dan tidak ada seorangpun melihat kita. Kami sangat cinta berahi kepadamu. Berikanlah hati saja dan tidurlah bersama-sama dengan kami.

21 Tetapi kalau engkau tidak mau, pasti kami naik saksi terhadapmu, bahwa seorang pemuda kedapatan padamu dan bahwa oleh karena itulah maka dayang-dayang itu kausuruh pergi.”

22 Bernafaslah Susana lalu berkata: “Aku terdesak sekeliling. Sebab jika hal itu kulakukan, niscaya mati menanti aku. Jika tidak kulakukan, maka aku tidak lolos dari tangan kamu.

23 Namun demikian lebih baiklah aku jatuh ke dalam tangan kamu dengan tidak berbuat demikian, dari pada berbuat dosa di hadapan Tuhan.”

24 Lalu Susana berteriak-teriak dengan suara nyaring. Tetapi kedua orang tua-tua itupun berteriak-teriak pula melawan Susana

25   Yang satu lari membuka pintu taman

26 Demi teriak di taman itu didengar oleh orang-orang yang ada di dalam rumah, bergegas-gegas masuklah mereka lewat pintu samping untuk melihat apa yang terjadi dengan Susana

27 Setelah kedua orang tua-tua itu memberikan keterangan-keterangan maka amat malulah para pelayan, sebab belum pernah hal semacam itu dikatakan tentang Susana

28  Ketika keesokan harinya rakyat berkumpul lagi pada Yoyakim, suami Susana, datang pula kedua orang tua-tua itu penuh dengan angan-angan fasik terhadap Susana untuk membunuh dia.

29 Di depan rakyat mereka berkata: “Suruhlah ambil Susana anak Hilkia, isteri Yoyakim!” Maka diambillah ia.

30 Datanglah Susana dengan disertai orang tuanya. Anak-anaknya dan kaum kerabatnya.

33 Sanak saudara dan semua yang melihat Susana menangis.

34   Sementara kedua orang tua-tua itu berdiri di tengah-tengah rakyat dan meletakkan tangan mereka di atas kepala Susana,

35  maka Susana sendiri menengadah ke Sorga sambil menangis, sebab hatinya tetap percaya pada Tuhan.

36   Kemudian kata kedua orang tua-tua itu: “Sedang kami berdua saja berjalan-jalan di taman, masuklah ia bersama dengan dua sahaya, lalu pintu-pintu taman itu ditutup dan disuruhnya sahaya-sahaya itu pergi.

37  Lalu datanglah seorang pemuda yang bersembunyi di situ kepadanya dan berbaring sertanya.

38  Ketika kami yang ada di sudut taman melihat kefasikan itu maka berlari-larilah kami kepada mereka.

39   Walaupun kami melihat mereka tidur bersama-sama di sana, namun kami tidak dapat menangkap pemuda itu karena ia lebih kuat dari kami. Ia membuka pintu lalu melarikan diri.

40  Tetapi dia ini kami pegang dan kami menanyakan siapa pemuda itu.

41 Ia tidak mau memberitahu kami. Inilah kesaksian kami.” Himpunan rakyat percaya akan mereka, oleh karena mereka adalah orang tua-tua di antara rakyat dan hakim. Lalu hukuman mati dijatuhkannya kepada Susana.

42 Maka berserulah Susana dengan suara nyaring: “Allah yang kekal yang mengetahui apa yang tersembunyi dan yang mengenal sesuatu sebelum terjadi,

43 Engkaupun tahu pula bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati meskipun tidak kulakukan sesuatupun dari apa yang mereka bohongi aku.”

44  Maka Tuhan mendengarkan suaranya.

45 Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, maka Allah membangkitkan roh suci dari seorang anak muda, Daniel namanya.

46 Berserulah ia dengan suara nyaring: “Aku ini tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!”

47 Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya: “Apakah maksudnya yang kaukatakan itu?”

48 Danielpun lalu berdiri di tengah-tengah mereka, katanya: “Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti?

49  Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!”

50   Bergegas-gegas kembalilah rakyat lalu orang-orang tua itu berkata kepada Daniel: “Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua.”

51   Lalu kata Daniel kepada orang-orang yang ada di situ: “Pisahkanlah mereka berdua itu jauh-jauh, maka mereka akan kuperiksa.”

52  Setelah mereka dipisahkan satu sama lain maka Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya: “Hai engkau, yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat

53 dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh.

54 Oleh sebab itu, jika engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?” Sahut orang tua-tua itu: “Di bawah pohon mesui.”

55 Kembali Daniel berkata: “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah sudah menerima firman dari Allah untuk membelah engkau!”

56 Setelah orang itu disuruh pergi Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu: “Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu berahi telah membengkokkan hatimu.

57   Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel dan merekapun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu!

58  Oleh sebab itu, katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?” Sahut orang tua-tua itu: “Di bawah pohon berangan.”

59 Kembali Daniel berkata: “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya membinasakan kamu!”

60 Maka berseru-serulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya.

61  Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya.

62  Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.

Mazmur : Mzm 23

1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

2   Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

3   Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

 Bacaan Injil    : Yoh 8:1-11

1     tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.

2   Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

3  Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

4  Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

6  Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

7  Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

8  Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Bacaan pertama dan bacaan Injil tentang wanita berzinah. Dalam bacaan pertama, seorang wanita yang taat difitnah oleh dua orang tua-tua yang ditunjuk sebagai hakim. Mengerikan sekali, orang-orang yang dipercaya dan ditunjuk sebagai hakim, justru berbuat keji, memaksa seorang wanita berbuat zinah dengan mereka, ketika ditolak memfitnah wanita tersebut. Wanita tersebut, Susana hanya bisa berpasrah ketika hendak dijatuhi hukuman mati, berteriak kepada Tuhan. teriakannya dikabulkan Tuhan dengan mengirim Daniel, yang kemudian ditunjuk sebagai hakim untuk mengadili dengan adil, maka terbebaslah Susana dari hukuman mati, hukuman ditimpakan kepada kedua hakim munafik tersebut. Dalam bacaan Injil, kisahnya mirip, menjadi pertanyaan, apakah benar wanita tersebut berzinah seperti dikatakan, atau justru dia difitnah juga, seperti Susana dalam bacaan pertama. Dalam setiap perzinahan minimal ada dua pelaku. menghukum hanya sepihak dan membebaskan yang lain, tidak adil. Yesus tidak menghukumnya dan membebaskan wanita tersebut dari hukuman rajam. Dalam hidup sehari-hari hal seperti hampir selalu ada. Orang baik-baik difitnah secara keji. Seringkali fitnah disebarluaskan, tanpa ada kesempatan diberikan kepada orang baik untuk mengklarifikasi. Fitnah bisanya dilakukan orang yang terdesak, kawatir kejahatannya ketahuan dan dilakukan oleh orang-orang yang justru dianggap sangat dipercaya, punya posisi tinggi atau dikenal luas baik, padahal ia munafik. Tidak masuk akal fitnah yang dilakukan oleh orang yang tidak berarti, yang bukan siapa-siapa akan didengar dan bisa disebar luas. Hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah juga. Ini terjadi di belahan dunia manapun, terutama di negara berkembang. Orang baik-baik tetapi tidak punya posisi-bukan orang terkenal, jika diperlakukan tidak adil oleh orang kuat-punya posisi tinggi atau terkenal, mengadu ke pihak berwajib, belum tentu dipercaya, tidak jarang justru diserang balik sedang memfitnah. Jika kita sebagai korban fitnah dan keselamatan kita terancam, mintalah pertolonganNya, karena hanya Dia yang bisa menolong. Jika kita dalam posisi Daniel atau Yesus Kristus, hendaklah kita membela. Ingatlah, puasa yang dikehendaki Yesus Kristus adalah melepas belenggu-belenggu ketidakadilan, memuliakan martabat manusia, seperti dicontohkan Yesus Kristus sendiri dalam karya-karyaNya. Hanya dengan berbuat seperti yang Yesus perbuat, kita bisa tinggal bersama Allah. Sungguh indah tinggal bersama Allah, seperti dikatakan dalam mazmur.

Doa : Tuhan Yesus semoga kami yang mengaku sebagai murid-muridMu, berani membela kebenaran dan keadilan seperti selalu Kau ajarkan dan lakukan sebagai contoh kepada kami. Amin

Jumat 4 april 2014


Pekan Prapaskah IV
Jumat 4 April 2014
Bacaan I : Keb 2:1a, 12-22
Mazmur : Mzm 34:17-21,23 R 19a
Bacaan Injil : Yoh 7:1-2,10,25-30

Bacaan I : Keb 2:1a, 12-22
1 Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: “Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal
12 Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.
13 Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.
14 Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.
15 Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.
16 Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.
17 Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
18 Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
19 Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
20 Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.
21 Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.
22 Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Mazmur : Mzm 34:17-21,23 R 19a
17 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
18 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Continue reading

Kamis 3 April 2014


Pekan Prapaskah IV

Kamis 3 April 2014

Bacaan I              :              Kel 32:7-14

Mazmur               :              Mzm 106

Bacaan Injil       :              Yoh 8:31-47

Bacaan I:              Kel 32:7-14

7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir  telah rusak  lakunya.

8 Segera juga mereka menyimpang  dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu  tuangan,  dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban,  sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir. 

9    Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

10 Oleh sebab itu biarkanlah  Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan  mereka , tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa  yang besar.”

11  Lalu Musa mencoba melunakkan  hati TUHAN , Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan  yang kuat?

12    Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi?  Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka  yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.

13    Ingatlah  kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu  sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang  di langit, dan seluruh negeri  yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”

14   Dan menyesallah  TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

Mazmur : Mzm 106 : 19-23

19  Mereka membuat anak lembu  di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan;

20    mereka menukar Kemuliaan  mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput.

21 Mereka melupakan Allah  yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar  di Mesir:

22 perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham,  perbuatan-perbuatan  dahsyat di tepi Laut Teberau.

23 Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan  mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi  di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

 Bacaan Injil           :              Yoh 8:31-47

1  Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku ,  kamu benar-benar adalah murid-Ku

2    dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan  kamu .”

3     Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham  dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

4   Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa , adalah hamba dosa. 

5    Dan hamba tidak tetap tinggal  dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.

6     Jadi apabila Anak itu memerdekakan  kamu, kamupun benar-benar merdeka .”

7    “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku  karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

8     Apa yang Kulihat pada Bapa,  itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu. 

9     Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham,  tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

10 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku;  Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah;  pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

11  Kamu mengerjakan pekerjaan  bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah. 

12 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu , kamu akan mengasihi Aku,  sebab Aku keluar dan datang dari Allah.  Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,  melainkan Dialah yang mengutus Aku.

13  Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.

14 Iblislah  yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan  bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

15  Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran  kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

16  Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

17   Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah;  itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.”

Bacaan pertama dan mazmur berkisah mengenai bangsa yang tegar tengkuk, bangsa yang mengabaikan Allah walaupun Allah telah banyak memberikan kesejahteraan, terlebih telah memberikan kemerdekaan kepada mereka. Kita yang menjadi murid Yesus, adalah orang pilihan juga. Yesus yang memilih kita menjadi murid dan bukan kita yang memilih Yesus untuk menjadi murid. Yesus yang memilih kita menjadi pelayan. Siapa yang ingin menjadi yang terbesar, hendaklah ia menjadi yang terkecil, pelayan bagi semua. Kita juga sudah dimerdekakan dari belenggu dosa, sudah menjadi anak Allah. Namun seringkali kali kita jatuh ke dalam dosa, bahkan dosa yang sama. Tidak jarang juga kita menyembah berhala, menggunakan kekuatan gaib : supaya sukses kerja, supaya dapat jodoh, supaya kaya dlsb. Tidak jarang pula kita menjual diri demi uang dengan korupsi, banyak contoh lain berhala dalam dunia modern; dunia tidak semakin jelek, hanya saja bagaimana kita menyikapi kemajuan, demi memajukan martabat manusia atau tidak. Demikian pula dalam pelayanan, apakah pelayanan kita untuk pujian bagi diri, atau menigkatkan martabat manusia. Dalam Injil jelas sekali dikatakan, bukan karena keturunan Abraham yang menyelamatkan Yahudi, tetapi iman kepada Allah dan mengerjakan pekerjaan Allah lah yang akan menyelamatkan, hal ini karena Abraham dibenarkan karena imannya kepada Allah. Demikian pula sebagai murid Kristus, baptisan tidak menjamin akan selamat jika tidak mengerjakan perbuatan Allah Bapa, beriman harus ditunjukkan dalam perbuatan. Setiap Paskah kita mengulangi janji baptis, untuk menolak setan dan semua godaannya. Manusia rapuh, Allah tahu itu, karena itu, Ia tidak segera menghukum kita, Allah menunggu kita, anak-anak yang hilang kembali kepadaNya. Jangan remehkan belas Kasih Allah dengan mengulur-ulur waktu untuk bertobat dan menjadi pelayan bagi sesame. Kita tidak tahu kapan akhir hidup kita. Tetaplah di jalan Tuhan, hanya dengan itulah kita selamat dan penebusanNya tidak sia-sia. Kita punya contoh dari Bunda Maria, yang memuji Tuhan : Perkasalah perbuatan tanganNya, dicerai beraikanNya orang yang angkuh hatinya. Kasih sayangnya turun temurun kepada orang yang takwa.

Doa : Ya Bapa ampunilah kami, karena kami sering lupa diri, semua yang kami peroleh adalah dariMu, bukan semata-mata usaha kami. Tuntunlah kami agar selalu berada di jalanMu. Amin

Rabu 2 April 2014


Pekan Prapaskah IV

Rabu 2 April 2014

Bacaan I              :              Yes 49:8-15

Mazmur               :              Mzm 145

Bacaan Injil         :              Yohanes 5:17-30

Bacaan I              :              Yes 48:8-15

 8  Beginilah firman TUHAN : “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong  engkau; Aku telah membentuk  dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia,  untuk membangunkan bumi  kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka  yang sudah sunyi sepi,

9   untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung:  Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap:  Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit  gundulpun tersedia rumput bagi mereka.

10  Mereka tidak menjadi lapar atau haus;  angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka,  sebab Penyayang  mereka akan memimpin  mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.

11   Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku  akan Kuratakan. 

12    Lihat, ada orang yang datang dari jauh,  ada dari utara dan dari barat,  dan ada dari tanah Sinim.”

Continue reading

Sabda-Mu kudengar

%d bloggers like this: