SEPULUH PERINTAH ALLAH


Musa merupakan tokoh yang penting dalam rencana tata keselamatan bangsa pilihan Allah. Musa ( pemimpin bangsa Israel ) dipanggil Allah untuk membebaskan segala keturunan Abraham yang berada dalam perbudakan Mesir ( Kel 2 : 23 – 4 : 17 ) dan mengantar mereka ke tanah terjanji.

Yang menjadi isi pokok perjanjian Allah dengan Musa di gunung Sinai  adalah “persahabatan erat antara Yahwe dengan umat-Nya dan juga antar sesama umat ”.Hal ini terurai dalam 10 perintah Allah. ( Baca Kel 20 : 1 – 17 atau Ul 5 : 6 – 21 )

Tujuan dari pengajaran ini ,agar katekumen :

1. Mengerti dan  menghayati 10 perintah Allah

2. Mendalami akan rencana penyelamatan Allah.

3. Memahami apa yang Allah janjikan lewat Musa.

Prinsip dasar 10 perintah Allah adalah KEADILAN dan Yesus datang untuk menyempurnakan hukum Taurat dengan prinsip KASIH, sebab pada dasarnya hukum Taurat ditanggapi oleh manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dengan mengandalkan kekuatan sendiri (bdk Mat 19: 16 – 26) dan manusia akan mampu melakukan 10 perintah Allah karena KASIH ALLAH.

Akulah Tuhan,Allahmu

Sebelum menyampaikan ke sepuluh Firman , Allah memperkenalkan diri dulu dengan nama YHWH (baca ; Yahwe) dan menyebut diri Allah mereka, artinya Allah yang mengikat diri kepada Israel umat-Nya melalui sebuah perjanjian. Mereka diingatkan akan tindakan penyelamatan yang telah dilakukan-Nya bagi mereka.

Bagi umat Yahudi, kata pendahuluan ini sangat penting sehingga mereka memasukkannya sebagai Firman pertama juga. Firman pertama ini mendasari semua yang lain yang berasal dari Allah yang sudah menyelamatkan mereka.

Kesungguhan komitmen Allah sudah jelas, maka dari itu Israel juga harus mewarnai ketaatan mereka bukan hanya dengan melakukan kewajiban saja, melainkan ketaatan sebagai jawaban kasih atas kebaikan Allah kepada mereka.

Allah yang telah membebaskan Israel dari perbudakan, setelah itu mengikat mereka terhadap diri-Nya, hanya demi keselamatan Israel.

Anugerah Allah itulah yang memungkinkan umat untuk taat dan memelihara hubungan perjanjian itu dari pihak mereka.

Dalam versi Katolik sekarang,

Tindakan penyelamatan Tuhan yang paling dasariah memang bukan lagi pembebasan dari Mesir, melainkan tindakan penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus.

Seorang Katolik yang mentaati ke sepuluh Firman,karena  mau bersyukur kepada Allah yang mengadakan ikatan baru, Perjanjian Baru dalam  Kristus.

Ikatan baru itu, terungkap dalam kata pendahuluan yang tidak boleh dilewati  > AKULAH TUHAN ALAHMU..

1. JANGAN MENYEMBAH BERHALA, BERBAKTILAH KEPADA-KU SAJA, DAN    CINTAILAH AKU LEBIH DARI SEGALA SESUATU

Maksud perintah 1 ini adalah membangkitkan iman akan Allah yang sejati, karena itu Israel tidak boleh membuat patung atau lukisan apapun tentang Allah.

Dipengaruhi oleh agama Kanaan, Israel pernah membuat patung-patung serupa itu untuk Allah (mis Hak 17:3 dst ; anak lembu ,1 Raj 12 : 28) ; bdk Kel 32 ).

“Inkulturasi” (bagaimana Allah digambarkan menurut budaya) dilarang, sebagai hal yang bertentangan dengan pengabdian kepada Tuhan.

Jawaban modern, bahwa Allah yang rohani tidak dapat digambarkan dalam bayangan materiil inderawi, dengan cara yang sangat Antropomorfis ( serupa manusia ).

Juga Yang Ilahi tidak boleh diidentikkan/disamakan dengan patung.

Patung mengandung bahaya menarik ( mengalihkan ) perhatian dari pernyataan diri Allah yang utama yaitu melalui Sabda-Nya, melalui tindakan-Nya dalam sejarah bangsa dan melalui manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Maka Allah hendaknya dikenal dari Sabda dan karya-Nya.

Patung, dapat menggambarkan yang Ilahi sebagai aktif hadir hanya di tempat tertentu, hadir dengan kekuasaan-Nya.

Gambaran demikian sungguh bertentangan dengan kekuasaan yang bebas dari Tuhan, Allah Israel sebab patung serupa itu memberi kemungkinan kepada manusia untuk mengatur kapan dan di mana Allah aktif hadir, harus bekerja, kuasa dan karya Ilahi dikendalikan manusia melalui patung.

Berbicara tentang patung Allah, umat Kristen dihadapkan pula dengan pertanyaan ; apakah patung Yesus dan patung orang kudus bermanfaat atau sebaliknya membahayakan ?

Memberi hormat kepada patung atau gambar sebenarnya menghormati diri yang digambarkan dalam patung itu ( tidak menyembah patung ), untuk mendukung doa dan kebaktian orang beriman.

Namun secara tidak langsung, Gereja – Gerja yang mengijinkan patung Yesus dan orang-orang kudus diajak untuk berjaga-jaga agar pemakaiannya jangan salah, yang menghambat ibadat dan pengabdian sejati kepada Tuhan yang kuasa-Nya tidak boleh dikendalikan manusia.

ilah-ilah palsu ;

Pada zaman Perjanjian Lama,entah yang merupakan personifikasi kekuatan alam (bulan, matahari) atau lambang kesuburan (ular,sapi jantan).

Penggunaan patung semacam ini dipandang sebagai penyimpangan akibat pengaruh suku-suku Kanaan tetangga mereka.Israel mengalami godaan iman selama abad-abad sejarahnya, beberapa orang Israel memang menggunakan patung dewi kesuburan Astarte dalam rupa wanita bugil sebagai jampi2 untuk merangsang kehamilan dan hasil panen yang baik.

Namun demikian, inti kepercayaannya akan Allah Yang Esa, rohani dan mencinta tetap tak tergoyahkan, sekalipun kadang2 bangsa ini menganut ilah-ilah atau bersikap acuh tak acuh terhadap perjanjian dengan Allah yang benar.

Jadi, pandangan dunia religius bukanlah jaminan terdapatnya iman akan Allah yang benar, hal itu berlaku juga sekarang.

Banyak orang memuja seks,uang, kuasa dan kemashyuran seperti di Kanaan kuno.

Majalah dan acara TV yang menyanjung-nyanjung kemewahan orang kaya dan korup, mencerminkan gambaran tentang ilah-ilah modern yang tidak begitu berbeda dengan pemujaan di Mesir dan Asiria pada zaman Nabi Musa.

2. JANGAN MENYEBUT NAMA TUHAN ALLAHMU DENGAN TIDAK HORMAT

Nama Tuhan ( YHWH ) adalah suatu bentuk kehadiran-Nya yang aktif di tengah umat Israel.

Berbeda dengan pembuatan patung, pemakaian nama Tuhan tidak dilarang, orang Israel boleh mengucapkannya untuk mencari pertolongan Tuhan, untuk memuji, untuk memberkati, dst.

Yang dilarang adalah menyebut nama Tuhan untuk merugikan orang lain sebagaimana dilakukan dalam dunia sekeliling Israel, seperti nama dewa-dewa yang dipakai dalam mantera untuk mengerahkan kuasa dewa tsb melawan  musuh.

Firman ke 2 ini melindungi nama Tuhan terhadap semua bentuk penyalahgunaan itu. Terhadap kecenderungan manusia untuk berusaha mengendalikan kehadiran dan pertolongan Tuhan demi keuntungannya sendiri, bahkan sambil merugikan lawannya ( sumpah palsu, upacara magis )

Perintah ke 2 ini juga mengajak kita menjadi sadar dan peka akan kehadiran Kudus Allah di tengah2 kita.Pengalaman akan yang Kudus, membangkitkan rasa takzim terhadap manusia dan rasa hormat terhadap alam.

Dengan kita dapat menghormati kekudusan Ilahi, maka kita juga akan menghormati kesucian kita sendiri, kesucian orang lain, beserta segenap alam ciptaan.

3. KUDUSKANLAH HARI TUHAN

Beristirahat dari bekerja, menyegarkan diri adalah anugerah perintah ke 3.

Dalam Ul 5 : 15 , menunjuk kembali kepada pengalaman di Mesir, di mana semua orang Israel pernah mengalami pekerjaan budak yang tak ada hentinya.Dari keadaan per-hamba-an itu mereka telah dibebaskan oleh Tuhan sendiri.

Dalam Kel 20, hari Sabat didasarkan pada irama kerja Tuhan sendiri, mencipta langit dan bumi dalam enam hari dan berhenti pada hari ke – 7.

Hari Minggu yang menjadi suatu hari pembaharuan dan penyegaran kembali dengan beribadat, berolah raga – jiwa, bersantap bersama keluarga.

Menguduskan hari Minggu bearti mengijinkan diri untuk rileks supaya tercipta suasana yang memungkinkan pertobatan dan pertumbuhan personal.Menguduskan hari Minggu adalah suatu komitmen terhadap keutuhan  manusiawi.

4. HORMATILAH IBU – BAPAMU

Perintah ke – 4 ini merujuk pada nilai-nilai keluarga. Firman ini tidak berbicara tentang ketaatan anak kecil kepada orang tuanya, melainkan tentang kewajiban orang dewasa terhadap orang tuanya.

Apa yang dimaksudkan dengan menghormati?

Kitab Suci berpesan bahwa hidup adalah suatu anugerah, Allah mencipta kita seturut citra Ilahi.Nafas hidup disalurkan dengan perantaraan orang tua, hidup yang diterima dari orang tua dan diberikan kepada anak, berasal dari Sang Pencipta. Tidak menghormati bapa-ibu sama saja dengan tidak menghormati Allah.

Menghormati juga mempunyai makna yang lebih positif, di dalam lingkungan keluarga besar di mana beberapa angkatan hidup bersama. Orang2tua yang memiliki banyak pengalaman hidup dan berperan juga sebagai pembawa tradisi yang menurun alihkan hikmat kebijaksanaan dan hukum adat, karena itu mereka patut dihargai secara khusus, didengarkan, diberi kesempatan untuk membagikan kekayaan pengalaman yang mereka miliki.

Menghormati mendapat dimensi lain lagi, apabila orang tua juga lanjut usia, terlalu lemah untuk bekerja dan mungkin juga sakit2an atau pikun.Pada saat itu mereka tidak boleh diterlantarkan sebagai orang yang tidak berguna lagi, melainkan kebutuhan mereka harus menjadi perhatian khusus dari anak-anak yang pada saat itu bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga besar.

Suatu tugas yang semakin membutuhkan perhatian pribadi dan kehangatan kasih yang hanya dapat diberikan oleh anak-anak sendiri.

5. JANGAN MEMBUNUH

Hidup adalah hal yang amat berharga di mata orang Israel, bahkan setanpun  tahu bahwa orang akan memberikan segala kepunyaannya untuk dapat mempertahankan hidupnya ( Ayb 2 : 4 )

Tidak mengherankan bahwa diantara ke 10 Firman terdapat larangan  yang secara khusus melindungi hidup, nilai tertinggi itu.

Dalam Firman ke 5 dipakai sebuah kata kerja Ibrani ; RATSAH ( membunuh ), yang tak pernah dipakai untuk pembunuhan dalam perang atau untuk pelaksanaan hukuman mati, yang adalah bentuk2 pembunuhan yang dipandang harus dilakukan demi keselamatan  masyarakat Israel.

Kata kerja RATSAH hanya dipakai dalam kasus pembunuhan lawan pribadi, termasuk bunuh diri, pembunuhan illegal yang membahayakan dan merugikan masyarakat.

Pembunuhan itu dimengerti dalam arti luas : bukan hanya “pembunuhan” musuh secara langsung dan sengaja tetapi juga pembunuhan yang terjadi tanpa sengaja dalam kecelakaan ( Ul 19 : 5 ).Hal ini disebabkan kelalaian yang bersangkutan.

Juga perlakuan keras terhadap orang yang mengakibatkan mati, inipun termasuk pembunuhan yang dilarang di sini ( mis : Hak 20 : 4 )

Pembunuhan illegal dan juga penghilangan nyawa tanpa sengaja bukanlah ciri khas dalam masyarakat primitif dahulu, melainkan gejala yang justru semakin meluas dalam masyarakat dewasa ini.

Abad 20 akan tercatat dalam sejarah sebagai abad dengan jumlah amat tinggi pembunuhan tanpa dasar hukum dan kecelakaan2 fatal biarpun tanpa sengaja, sekaligus meluasnya cara2 “medis” untuk menghilangkan  nyawa manusia ( euthanasia/ mempercepat kematian untuk membebaskan sesama dari penderitaannya, abortus/pengguguran )

6. JANGAN BERZINAH

Jangan berzinah adalah tidak merusak perkawinan yang sah, baik itu perkawinan sendiri maupun orang lain terutama dengan melakukan  hubungan intim di luar pernikahan.Yang menjadi pokok utama dalam perintah ke 6 ini adalah kesetiaan, untuk melindungi kehidupan keluarga.

7. JANGAN MENCURI

Bermaksud melindungi kemerdekaan orang, mengakui hak sesama. Mencuri ( mengambil ) milik orang lain, termasuk juga menculik ( mencuri orang )

Menculik orang untuk kepentingan diri sendiri, menculik warga Israel yang merdeka dan menjadikannya budak.

8. JANGAN BERSAKSI DUSTA TENTANG SESAMAMU

Larangan ini tidak hanya mengenai hal berdusta atau memfitnah pada umumnya, tetapi juga  menyangkut situasi khusus yaitu sebagai saksi di pengadilan. Menjadi saksi bukanlah hal yang kecil artinya karena mempertaruhkan nama baik dan kehormatan sesama dan dalam perkara tertentu menyangkut hidupnya.

Perintah ke 8 ini diperluas lagi kepada banyak situasi “mengadili orang secara publik di luar pengadilan”.Firman ini mengingatkan agar kita saling percaya, tidak hanya menyangkut kesaksian di pengadilan umum tetapi juga segala macam hubungan , khususnya yang menentang hak sesama kita.Merupakan tugas kita semua, melatih diri untuk mencoba melihat segi baik orang lain sekalipun dia itu musuh kita, dan yang terpenting adalah untuk tidak memberi kesaksian kalau tidak pasti kebenarannya.

9.JANGAN MENGINGINI  ISTERI SESAMAMU

Yang menekankan, bahwa kejahatan tidak dimulai dengan tindakan melainkan dari dalam hati sebab hati menjadi pangkal segala tingkah laku.

Firman ini menuntut suatu moral sikap, suatu etik yang tidak hanya mengatur tindakan lahiriah tetapi juga membina sikap bathin.

Yang dimaksud dalam firman ini adalah keinginan disertai usaha untuk mengambil isteri sesamanya menjadi isterinya sendiri.Yang dipertaruhkan adalah kelangsungan kehidupan keluarga, sebab pihak ke tiga berusaha untuk memisahkan seorang isteri dan ibu dari keluarga.

10. JANGAN MENGINGINI MILIK SESAMAMU SECARA TIDAK ADIL

Rumah dan ladang adalah milik kepunyaan orang yang paling penting sebab merupakan  dasar utama untuk menghidupi keluarga.

Rumah dan ladang yang diwarisi dari orang tua merupakan modal tetap untuk kesejahteraan keluarga turun temurun.

Firman ke 10 ini bukan hanya mau membina mental orang agar jangan ingin mencuri ayam orang lain, melainkan melarang mentalitas dan praktek-praktek orang tertentu yang dengan kelicikan atau kekerasan berusaha untuk menguasai milik pusaka yang menjadi dasar eksistensi ( keberadaan ) keluarga lain.

Hal penumpukan sendiri dari sumber-sumber penghidupan sementara orang lain kehilangan basisnya untuk hidup secara wajar, dengan kata lain “layakkah kita menumpuk harta sebanyak-banyaknya sehingga memperlebar jarak antara orang kaya dan miskin?”

Dari sepuluh perintah Allah diatas dapat dibagi dalam 2 bagian  tapi dalam kesatuan :

  • Perintah 1-3 adalah merupakan satu kesatuan,yang menyatakan hubungan manusia dengan Allah.
  • Perintah 4-10 lebih menekankan hubungan manusia dengan sesamanya.

Seperti yang dikatakan oleh Yesus sendiri ( Mat 22 : 37 -39 ) tentang hukum manakah yang terutama dalam Taurat ?

1. “ Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

2. “ Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Hubungan dengan sesama juga ditentukan oleh sikap manusia terhadap Allah. Jadi di sini terlihat bahwa cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama tak dapat dipisahkan satu sama lain.

(LID)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s