Category Archives: Renungan Kitab Suci

Lima Roti dan Dua Ikan


( Yoh 6 : 1 – 15 )

TOKOH CERITA : Jesus – Philipus – Andreas – Orang banyak

ISI PERIKOP

Jesus dan murid-murid  tiba ditepi danau Tiberias, namun orang banyak mengikuti Dia.

Setengah harian Jesus mewartakan tentang Kerajaan Allah (dengan pewartaan dan pelayanan penyembuhan orang orang sakit) dan setelah sore menjelang malam,Jesus menyuruh murid murid-Nya agar orang banyak itu di kelompokkan untuk duduk di padang rumput.

Jesus iba melihat orang banyak itu yang tampak kelelahan dan mungkin mulai merasakan lapar.Ia lalu menyuruh murid murid-Nya memberi mereka makan. Namun murid muridnya hanya bisa mengatakan bahwa disitu hanya ada 5 roti dan 2 ikan untuk orang sekian banyak.

Dan Jesuspun  mengambil ke lima roti dan dua ikan, berdoa dan mengucap syukur atas roti dan ikan itu.Lalu Jesus dan murid-muridpun membagi-bagikan roti dan ikan itu kepada orang banyak sampai mereka kenyang.

Setelah mereka kenyang,sisa roti dan ikan dikumpulkan dan masih tersisa 12 bakul.

TAFSIR CERITA

Pewartaan dan pelayanan Jesus dilakukan menjelang hari raya paskah orang Yahudi.Perayaan Paskah adalah hari raya yang teramat penting bagi orang Yahudi karena pada hari itu segenap bangsa Yahudi memperingati hari pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir.

Jesus sesungguhnya mau menyampaikan bahwa kedatangan-Nya adalah untuk membawa berita gembira,berita kebahagiaan dan keselamatan (bdk dgn ayat 2) dan Paskah adalah kabar inti keselamatan yang mau disampaikan, namun orang banyak  belum dapat melihat sampai ke situ.

Bahkan tak satupun murid-Nya dapat menangkap kabar keselamatan yang dibawa Jesus (ay 5) Roti yang disebut Jesus masih dianggap sebagai roti untuk mengenyangkan perut.Murid Tuhan sendiripun masih belum dapat menangkap isi pewartaan Injil Jesus.

Johanes Penginjil  menunjuk pada seorang anak kecil yang membawa 5 roti dan 2 ikan (ay 9).Seorang anak sering dipandang sebagai orang yang jujur, polos, tidak tahu apa apa dan terkadang disepelekan oleh orang orang dewasa.Justru Jesus ingin menunjukkan kepada kita bahwa orang kecil yang nota bene tidak tahu apa apa secara tidak kita sadari sering menjadi dewa penolong yang mampu  memberi solusi terhadap setiap permasalahan yang terjadi.

Jesus mengambil roti dan ikan  lalu mengucap syukur  kemudian membagi-bagikan roti dan ikan tsb kepada orang banyak sebanyak yang mereka kehendaki.

Berdoa dan mengucap syukur  adalah  bentuk kegiatan  yang di ajarkan Tuhan kepada kita. Bahwa untuk melakukan segala kegiatan, kita sepantasnya berdoa dan mengucap syukur kepada Allah dan Tuhan pun akan merespon dengan limpahan kasih-Nya serta anugerah sebanyak yang kita perlukan bahkan berlebih (ayat 13).

Jika kita sebagai umat beriman Kristiani sanggup melakukan doa dan ucapan syukur,maka kita sendiripun akan merasa takjub dan heran akan limpahan kasih dan anugerah Allah kepada kita. Dan akhirnya kita sendiripun mengakui bahwa Dia-lah Raja dari sekarang dan untuk selamanya.

Keseluruhan isi perikop ini pada intinya merujuk pada Ekaristi dan pelayanan umat beriman Kristiani ( SL )

Recent Posts :

SEPULUH PERINTAH ALLAH


Musa merupakan tokoh yang penting dalam rencana tata keselamatan bangsa pilihan Allah. Musa ( pemimpin bangsa Israel ) dipanggil Allah untuk membebaskan segala keturunan Abraham yang berada dalam perbudakan Mesir ( Kel 2 : 23 – 4 : 17 ) dan mengantar mereka ke tanah terjanji.

Yang menjadi isi pokok perjanjian Allah dengan Musa di gunung Sinai  adalah “persahabatan erat antara Yahwe dengan umat-Nya dan juga antar sesama umat ”.Hal ini terurai dalam 10 perintah Allah. ( Baca Kel 20 : 1 – 17 atau Ul 5 : 6 – 21 )

Tujuan dari pengajaran ini ,agar katekumen :

1. Mengerti dan  menghayati 10 perintah Allah

2. Mendalami akan rencana penyelamatan Allah.

3. Memahami apa yang Allah janjikan lewat Musa.

Prinsip dasar 10 perintah Allah adalah KEADILAN dan Yesus datang untuk menyempurnakan hukum Taurat dengan prinsip KASIH, sebab pada dasarnya hukum Taurat ditanggapi oleh manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dengan mengandalkan kekuatan sendiri (bdk Mat 19: 16 – 26) dan manusia akan mampu melakukan 10 perintah Allah karena KASIH ALLAH.

Akulah Tuhan,Allahmu

Sebelum menyampaikan ke sepuluh Firman , Allah memperkenalkan diri dulu dengan nama YHWH (baca ; Yahwe) dan menyebut diri Allah mereka, artinya Allah yang mengikat diri kepada Israel umat-Nya melalui sebuah perjanjian. Mereka diingatkan akan tindakan penyelamatan yang telah dilakukan-Nya bagi mereka.

Bagi umat Yahudi, kata pendahuluan ini sangat penting sehingga mereka memasukkannya sebagai Firman pertama juga. Firman pertama ini mendasari semua yang lain yang berasal dari Allah yang sudah menyelamatkan mereka.

Kesungguhan komitmen Allah sudah jelas, maka dari itu Israel juga harus mewarnai ketaatan mereka bukan hanya dengan melakukan kewajiban saja, melainkan ketaatan sebagai jawaban kasih atas kebaikan Allah kepada mereka.

Allah yang telah membebaskan Israel dari perbudakan, setelah itu mengikat mereka terhadap diri-Nya, hanya demi keselamatan Israel.

Anugerah Allah itulah yang memungkinkan umat untuk taat dan memelihara hubungan perjanjian itu dari pihak mereka.

Dalam versi Katolik sekarang,

Tindakan penyelamatan Tuhan yang paling dasariah memang bukan lagi pembebasan dari Mesir, melainkan tindakan penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus.

Seorang Katolik yang mentaati ke sepuluh Firman,karena  mau bersyukur kepada Allah yang mengadakan ikatan baru, Perjanjian Baru dalam  Kristus.

Ikatan baru itu, terungkap dalam kata pendahuluan yang tidak boleh dilewati  > AKULAH TUHAN ALAHMU..

1. JANGAN MENYEMBAH BERHALA, BERBAKTILAH KEPADA-KU SAJA, DAN    CINTAILAH AKU LEBIH DARI SEGALA SESUATU

Maksud perintah 1 ini adalah membangkitkan iman akan Allah yang sejati, karena itu Israel tidak boleh membuat patung atau lukisan apapun tentang Allah.

Dipengaruhi oleh agama Kanaan, Israel pernah membuat patung-patung serupa itu untuk Allah (mis Hak 17:3 dst ; anak lembu ,1 Raj 12 : 28) ; bdk Kel 32 ).

“Inkulturasi” (bagaimana Allah digambarkan menurut budaya) dilarang, sebagai hal yang bertentangan dengan pengabdian kepada Tuhan.

Jawaban modern, bahwa Allah yang rohani tidak dapat digambarkan dalam bayangan materiil inderawi, dengan cara yang sangat Antropomorfis ( serupa manusia ).

Juga Yang Ilahi tidak boleh diidentikkan/disamakan dengan patung.

Patung mengandung bahaya menarik ( mengalihkan ) perhatian dari pernyataan diri Allah yang utama yaitu melalui Sabda-Nya, melalui tindakan-Nya dalam sejarah bangsa dan melalui manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Maka Allah hendaknya dikenal dari Sabda dan karya-Nya.

Patung, dapat menggambarkan yang Ilahi sebagai aktif hadir hanya di tempat tertentu, hadir dengan kekuasaan-Nya.

Gambaran demikian sungguh bertentangan dengan kekuasaan yang bebas dari Tuhan, Allah Israel sebab patung serupa itu memberi kemungkinan kepada manusia untuk mengatur kapan dan di mana Allah aktif hadir, harus bekerja, kuasa dan karya Ilahi dikendalikan manusia melalui patung.

Berbicara tentang patung Allah, umat Kristen dihadapkan pula dengan pertanyaan ; apakah patung Yesus dan patung orang kudus bermanfaat atau sebaliknya membahayakan ?

Memberi hormat kepada patung atau gambar sebenarnya menghormati diri yang digambarkan dalam patung itu ( tidak menyembah patung ), untuk mendukung doa dan kebaktian orang beriman.

Namun secara tidak langsung, Gereja – Gerja yang mengijinkan patung Yesus dan orang-orang kudus diajak untuk berjaga-jaga agar pemakaiannya jangan salah, yang menghambat ibadat dan pengabdian sejati kepada Tuhan yang kuasa-Nya tidak boleh dikendalikan manusia.

ilah-ilah palsu ;

Pada zaman Perjanjian Lama,entah yang merupakan personifikasi kekuatan alam (bulan, matahari) atau lambang kesuburan (ular,sapi jantan).

Penggunaan patung semacam ini dipandang sebagai penyimpangan akibat pengaruh suku-suku Kanaan tetangga mereka.Israel mengalami godaan iman selama abad-abad sejarahnya, beberapa orang Israel memang menggunakan patung dewi kesuburan Astarte dalam rupa wanita bugil sebagai jampi2 untuk merangsang kehamilan dan hasil panen yang baik.

Namun demikian, inti kepercayaannya akan Allah Yang Esa, rohani dan mencinta tetap tak tergoyahkan, sekalipun kadang2 bangsa ini menganut ilah-ilah atau bersikap acuh tak acuh terhadap perjanjian dengan Allah yang benar.

Jadi, pandangan dunia religius bukanlah jaminan terdapatnya iman akan Allah yang benar, hal itu berlaku juga sekarang.

Banyak orang memuja seks,uang, kuasa dan kemashyuran seperti di Kanaan kuno.

Majalah dan acara TV yang menyanjung-nyanjung kemewahan orang kaya dan korup, mencerminkan gambaran tentang ilah-ilah modern yang tidak begitu berbeda dengan pemujaan di Mesir dan Asiria pada zaman Nabi Musa.

2. JANGAN MENYEBUT NAMA TUHAN ALLAHMU DENGAN TIDAK HORMAT

Nama Tuhan ( YHWH ) adalah suatu bentuk kehadiran-Nya yang aktif di tengah umat Israel.

Berbeda dengan pembuatan patung, pemakaian nama Tuhan tidak dilarang, orang Israel boleh mengucapkannya untuk mencari pertolongan Tuhan, untuk memuji, untuk memberkati, dst.

Yang dilarang adalah menyebut nama Tuhan untuk merugikan orang lain sebagaimana dilakukan dalam dunia sekeliling Israel, seperti nama dewa-dewa yang dipakai dalam mantera untuk mengerahkan kuasa dewa tsb melawan  musuh.

Firman ke 2 ini melindungi nama Tuhan terhadap semua bentuk penyalahgunaan itu. Terhadap kecenderungan manusia untuk berusaha mengendalikan kehadiran dan pertolongan Tuhan demi keuntungannya sendiri, bahkan sambil merugikan lawannya ( sumpah palsu, upacara magis )

Perintah ke 2 ini juga mengajak kita menjadi sadar dan peka akan kehadiran Kudus Allah di tengah2 kita.Pengalaman akan yang Kudus, membangkitkan rasa takzim terhadap manusia dan rasa hormat terhadap alam.

Dengan kita dapat menghormati kekudusan Ilahi, maka kita juga akan menghormati kesucian kita sendiri, kesucian orang lain, beserta segenap alam ciptaan.

3. KUDUSKANLAH HARI TUHAN

Beristirahat dari bekerja, menyegarkan diri adalah anugerah perintah ke 3.

Dalam Ul 5 : 15 , menunjuk kembali kepada pengalaman di Mesir, di mana semua orang Israel pernah mengalami pekerjaan budak yang tak ada hentinya.Dari keadaan per-hamba-an itu mereka telah dibebaskan oleh Tuhan sendiri.

Dalam Kel 20, hari Sabat didasarkan pada irama kerja Tuhan sendiri, mencipta langit dan bumi dalam enam hari dan berhenti pada hari ke – 7.

Hari Minggu yang menjadi suatu hari pembaharuan dan penyegaran kembali dengan beribadat, berolah raga – jiwa, bersantap bersama keluarga.

Menguduskan hari Minggu bearti mengijinkan diri untuk rileks supaya tercipta suasana yang memungkinkan pertobatan dan pertumbuhan personal.Menguduskan hari Minggu adalah suatu komitmen terhadap keutuhan  manusiawi.

4. HORMATILAH IBU – BAPAMU

Perintah ke – 4 ini merujuk pada nilai-nilai keluarga. Firman ini tidak berbicara tentang ketaatan anak kecil kepada orang tuanya, melainkan tentang kewajiban orang dewasa terhadap orang tuanya.

Apa yang dimaksudkan dengan menghormati?

Kitab Suci berpesan bahwa hidup adalah suatu anugerah, Allah mencipta kita seturut citra Ilahi.Nafas hidup disalurkan dengan perantaraan orang tua, hidup yang diterima dari orang tua dan diberikan kepada anak, berasal dari Sang Pencipta. Tidak menghormati bapa-ibu sama saja dengan tidak menghormati Allah.

Menghormati juga mempunyai makna yang lebih positif, di dalam lingkungan keluarga besar di mana beberapa angkatan hidup bersama. Orang2tua yang memiliki banyak pengalaman hidup dan berperan juga sebagai pembawa tradisi yang menurun alihkan hikmat kebijaksanaan dan hukum adat, karena itu mereka patut dihargai secara khusus, didengarkan, diberi kesempatan untuk membagikan kekayaan pengalaman yang mereka miliki.

Menghormati mendapat dimensi lain lagi, apabila orang tua juga lanjut usia, terlalu lemah untuk bekerja dan mungkin juga sakit2an atau pikun.Pada saat itu mereka tidak boleh diterlantarkan sebagai orang yang tidak berguna lagi, melainkan kebutuhan mereka harus menjadi perhatian khusus dari anak-anak yang pada saat itu bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarga besar.

Suatu tugas yang semakin membutuhkan perhatian pribadi dan kehangatan kasih yang hanya dapat diberikan oleh anak-anak sendiri.

5. JANGAN MEMBUNUH

Hidup adalah hal yang amat berharga di mata orang Israel, bahkan setanpun  tahu bahwa orang akan memberikan segala kepunyaannya untuk dapat mempertahankan hidupnya ( Ayb 2 : 4 )

Tidak mengherankan bahwa diantara ke 10 Firman terdapat larangan  yang secara khusus melindungi hidup, nilai tertinggi itu.

Dalam Firman ke 5 dipakai sebuah kata kerja Ibrani ; RATSAH ( membunuh ), yang tak pernah dipakai untuk pembunuhan dalam perang atau untuk pelaksanaan hukuman mati, yang adalah bentuk2 pembunuhan yang dipandang harus dilakukan demi keselamatan  masyarakat Israel.

Kata kerja RATSAH hanya dipakai dalam kasus pembunuhan lawan pribadi, termasuk bunuh diri, pembunuhan illegal yang membahayakan dan merugikan masyarakat.

Pembunuhan itu dimengerti dalam arti luas : bukan hanya “pembunuhan” musuh secara langsung dan sengaja tetapi juga pembunuhan yang terjadi tanpa sengaja dalam kecelakaan ( Ul 19 : 5 ).Hal ini disebabkan kelalaian yang bersangkutan.

Juga perlakuan keras terhadap orang yang mengakibatkan mati, inipun termasuk pembunuhan yang dilarang di sini ( mis : Hak 20 : 4 )

Pembunuhan illegal dan juga penghilangan nyawa tanpa sengaja bukanlah ciri khas dalam masyarakat primitif dahulu, melainkan gejala yang justru semakin meluas dalam masyarakat dewasa ini.

Abad 20 akan tercatat dalam sejarah sebagai abad dengan jumlah amat tinggi pembunuhan tanpa dasar hukum dan kecelakaan2 fatal biarpun tanpa sengaja, sekaligus meluasnya cara2 “medis” untuk menghilangkan  nyawa manusia ( euthanasia/ mempercepat kematian untuk membebaskan sesama dari penderitaannya, abortus/pengguguran )

6. JANGAN BERZINAH

Jangan berzinah adalah tidak merusak perkawinan yang sah, baik itu perkawinan sendiri maupun orang lain terutama dengan melakukan  hubungan intim di luar pernikahan.Yang menjadi pokok utama dalam perintah ke 6 ini adalah kesetiaan, untuk melindungi kehidupan keluarga.

7. JANGAN MENCURI

Bermaksud melindungi kemerdekaan orang, mengakui hak sesama. Mencuri ( mengambil ) milik orang lain, termasuk juga menculik ( mencuri orang )

Menculik orang untuk kepentingan diri sendiri, menculik warga Israel yang merdeka dan menjadikannya budak.

8. JANGAN BERSAKSI DUSTA TENTANG SESAMAMU

Larangan ini tidak hanya mengenai hal berdusta atau memfitnah pada umumnya, tetapi juga  menyangkut situasi khusus yaitu sebagai saksi di pengadilan. Menjadi saksi bukanlah hal yang kecil artinya karena mempertaruhkan nama baik dan kehormatan sesama dan dalam perkara tertentu menyangkut hidupnya.

Perintah ke 8 ini diperluas lagi kepada banyak situasi “mengadili orang secara publik di luar pengadilan”.Firman ini mengingatkan agar kita saling percaya, tidak hanya menyangkut kesaksian di pengadilan umum tetapi juga segala macam hubungan , khususnya yang menentang hak sesama kita.Merupakan tugas kita semua, melatih diri untuk mencoba melihat segi baik orang lain sekalipun dia itu musuh kita, dan yang terpenting adalah untuk tidak memberi kesaksian kalau tidak pasti kebenarannya.

9.JANGAN MENGINGINI  ISTERI SESAMAMU

Yang menekankan, bahwa kejahatan tidak dimulai dengan tindakan melainkan dari dalam hati sebab hati menjadi pangkal segala tingkah laku.

Firman ini menuntut suatu moral sikap, suatu etik yang tidak hanya mengatur tindakan lahiriah tetapi juga membina sikap bathin.

Yang dimaksud dalam firman ini adalah keinginan disertai usaha untuk mengambil isteri sesamanya menjadi isterinya sendiri.Yang dipertaruhkan adalah kelangsungan kehidupan keluarga, sebab pihak ke tiga berusaha untuk memisahkan seorang isteri dan ibu dari keluarga.

10. JANGAN MENGINGINI MILIK SESAMAMU SECARA TIDAK ADIL

Rumah dan ladang adalah milik kepunyaan orang yang paling penting sebab merupakan  dasar utama untuk menghidupi keluarga.

Rumah dan ladang yang diwarisi dari orang tua merupakan modal tetap untuk kesejahteraan keluarga turun temurun.

Firman ke 10 ini bukan hanya mau membina mental orang agar jangan ingin mencuri ayam orang lain, melainkan melarang mentalitas dan praktek-praktek orang tertentu yang dengan kelicikan atau kekerasan berusaha untuk menguasai milik pusaka yang menjadi dasar eksistensi ( keberadaan ) keluarga lain.

Hal penumpukan sendiri dari sumber-sumber penghidupan sementara orang lain kehilangan basisnya untuk hidup secara wajar, dengan kata lain “layakkah kita menumpuk harta sebanyak-banyaknya sehingga memperlebar jarak antara orang kaya dan miskin?”

Dari sepuluh perintah Allah diatas dapat dibagi dalam 2 bagian  tapi dalam kesatuan :

  • Perintah 1-3 adalah merupakan satu kesatuan,yang menyatakan hubungan manusia dengan Allah.
  • Perintah 4-10 lebih menekankan hubungan manusia dengan sesamanya.

Seperti yang dikatakan oleh Yesus sendiri ( Mat 22 : 37 -39 ) tentang hukum manakah yang terutama dalam Taurat ?

1. “ Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

2. “ Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Hubungan dengan sesama juga ditentukan oleh sikap manusia terhadap Allah. Jadi di sini terlihat bahwa cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama tak dapat dipisahkan satu sama lain.

(LID)

YESUS BERJALAN DI ATAS AIR


Matius 14 : 22-33

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-muridNya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruhNya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri.

Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-muridNya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan diatas air.

Ketika murid-muridNya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: ”Itu hantu”, lalu berteriak-teriak karena takut.

Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka :”Tenanglah, Aku ini, jangan takut!”

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia :”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air.” Kata Yesus:” Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan diatas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak :”Tuhan, tolonglah aku!”

Segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata : ”Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya : ” Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Renungan

Didalam Kitab Matius pada perikop ini, ada beberapa hal yang patut kita perhatikan, yaitu :

- Yesus menyuruh murid-muridnya pergi mendahuluiNya ke Betsaida.

-  Murid-murid Yesus diombang-ambingkan oleh gelombang, karena angin sakal

-  Yesus menampakan diri dengan berjalan di atas air, murid-murid Yesus mengira bahwa Ia adalah ”hantu”, Tetapi segera Ia berkata kepada mereka : ” Tenanglah! Aku ini, jangan takut! ”.

à Pengalaman Petrus yang digambarkan sebagai orang yang kurang percaya.

- Setelah Yesus naik ke perahu dan anginpun redalah, lalu orang-orang itu menyembah Dia, katanya : ”Sesungguhnya Engkau Anak Allah”.

Dalam comtemplatio yang saya terima mengenai Gelombang tersebut

Gelombang adalah pencobaan-pencobaan yang selalu dihadapi dalam kehidupan ini,  Hadapilah pencobaan itu dan tetaplah berharap belas kasih daripadaNya.

Disini kita melihat adanya pencobaan yang diberikan Yesus kepada para murid-muridnya dengan menyuruhnya mendahului ke Betseida dan Yesus sendiri tidak turut dalam bahtera tersebut. Didalam perjalanan murid-murid Yesus mengalami pencobaan yaitu diombang-ambingkan oleh gelombang besar karena angin sakal yang dapat membahayakan kehidupan-nya, tetapi Yesus menampakan diri dan hadir untuk menyelamatkan mereka dari amukan angin ribut tersebut, sehingga mereka selamat belayar sampai di darat.

Sering kita juga menemui situasi sulit bahkan dalam ancaman kebinasaan, tetapi yakinlah bahwa dalam kesulitan yang kita alami itu Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan hadir dan mem-berikan terang dan kekuatan. Kita dituntut untuk mampu mengalami kehadiran Tuhan dan melihat terang itu.

Dapat terjadi bahwa terang dan kekuatan muncul dari orang-orang yang dikirim Tuhan dan tidak kita perkirakan, bahkan dapat terjadi pertolongan muncul dari orang yang dipandang lemah atau tidak berguna oleh kita.

Bagaimana bertahan dalam Percobaan

Yesus Kristus menginginkan bagi kita : ”Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna ” (Matius 5 : 48)

Kesulitan-kesulitan dalam hidup ini sering datangnya tanpa peringatan, selalu tiba pada saat yang sama sekali tidak sesuai dengan keadaan dan situasi menurut kehendak kita.

Mengapa Allah menempatkan percobaan di jalan anak-anakNya, marilah kita melihat dan mengerti apa itu Realita Pencobaan.

Realitas Pencobaan

Kita melihat diseluruh Kitab Suci bahwa pencobaan adalah realita yang tidak dapat dicegah dalam kehidupan ini.

Ada suatu anjuran ketika kita sedang dalam pencobaan : ”Saudara-saudara, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan ” (Yak 1 : 2)

  • Pencobaan-pencobaan yang tidak bisa dielakkan

Pencobaan adalah kesulitan-kesulitan yang berpapasan dengan kita dan merupakan bagian yang tidak bisa dihindari dari kehidupan ini. Jadi jika anda sedang mengalami masa sulit sekarang, janganlah heran.

Jika anda belum keluar dari satu pencobaan, jangan mengalami kekejutan kalau pencobaan berikut tiba.

Kesulitan-kesulitan datang karena kita tinggal di dunia yang tidak sempurna.

  • Pencobaan-pencobaan beraneka warna :

Pencobaan berkaitan dengan kesulitan, penganiayaan dan penderitaan.

Pencobaan datang dengan berbagai jenis atau warna,

  • berkaitan dengan fisik

- Kabar buruk yang dibawa oleh dokter mengenai penyakit.

- Masalah fisik yang mengganjal yang mewarnai hari-hari kita.

- Sesuatu yang salah dengan tubuh dan tidak mau pergi, dll.

  • berkaitan dengan ”Emosi”

- Yang mengganggu pikiran dan hati,

-  Sebuah kejadian yang sudah lalu yang tidak bisa anda lupakan.

- Tawar hati atau depresi

- Kegelapan dalam pikiran yang bisa hari-hari anda kelabu, dll.

  • pencobaan-pencobaan finansial

- terkena PHK,

- banyak tagihan yang harus diselesaikan

- dilewatkan dalam suatu promosi yg anda harapkan.

-  kenaikan gaji yang tidak sesuai, dll.

  • pencobaan-pencobaan keluarga à Kematian seseorang yang sangat anda cintai.

- salah pengertian dalam perkawinan, perceraian.

- pertikaian dalam keluarga, orang tua, dll.

  • Dan lain-lain.

Pencobaan-pencobaan tersedia dalam aneka warna, bentuk dan ukuran. Jadi, karena kita tidak bisa mencegahnya, apa yang harus kita lakukan dengan pencobaan–pencobaan itu?

Mengapa ada Pencobaan ?

Pencobaan mengunjungi anda karena ada maksud dan tujuan, dan itulah perbedaan antara mengatasi pencobaan anda dengan pencobaan anda yang merajalela dan mengatasi anda,

Anda tentu akan menjadi tawar hati dan terpukul oleh pencobaan itu dan sama sekali tidak bisa menganggapnya sebagai suatu ”…kebahagiaan…” (Yacobus 1 : 2).

Kebahagiaan itu tiba apabila, di tengah pencobaan, anda menyadari bahwa Allah sedang melakukan sesuatu dengan anda!! dan menyadari hal tersebut adalah kunci untuk mengatasi pencobaan-pencobaan.

Allah ingin kita mengetahui 3 buah pengetahuan penting mengenai pencobaan ini.:

1. Untuk menguji Kesaksian Anda

Yang pertama-tama Allah ingin anda ketahui adalah bahwa Ia menempatkan pencobaan di jalan kehidupan anda untuk menguji iman anda.

Apabila anda melalui masa-masa sulit, Allah sedang menempatkan anda di kursi saksi.

Iman yang tidak diuji tidak lebih baik daripada Kasih yang tidak di uji.

Apabila Allah membiarkan satu pencobaan tiba pada diri kita, Ia berbuat demikian karena ada tujuan khusus, Ia ingin kita mengetahui melalui pengalaman langsung yang Ia ketahui bahwa iman dikuatkan oleh ujian.

Pencobaan juga menguji hati kita dan mengungkapkan apa yang ada di dalamnya.

Kita tidak akan tahu dimana kita lemah dan perlu menguatkan diri kita sendiri, jika iman kita tidak pernah di uji langsung. Kita tidak akan pernah tahu ketidak-murnian apa yang perlu dikeluarkan dari kehidupan kita, jika api pencobaan tidak mengungkapkannya.

Pencobaan dirancang untuk memanggil iman anda ke kursi saksi supaya melalui penga-laman anda bisa menyatakan yang anda percaya. Pencobaan membawa anda ke titik di mana iman anda tahan terhadap ujian itu, tak peduli betapapun panasnya api.

” Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu– yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang di uji kemurniannya dengan api– sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya” (1 Petrus 1 : 6-7)

Jadi, jika anda sedang melalui suatu ujian, Allah sudah memberi anda cukup data supaya anda bisa lulus, dan hasrat-Nya ialah bahwa anda lulus dalam uijian pencobaan ini supaya anda bisa naik ke tahap kematangan spiritual yang berikut.

Contoh yang baik dari siswa yang lulus ujian :

Ayub, dalam keadaan kehidupannya yang berantakan dan menyakitkan, Ayub menya-takan tentang Allah ” Meskipun Ia membunuh aku, aku akan berharap kepada-Nya ” (Ayub 13:15)

Iman Ayub diuji luar biasa beratnya, ia menderita secara emosional, spiritual dan fisik yang amat sangat, ia bukan saja menerapkan kekuatan berpikir positif dan berkata ” Ini tidak sakit ”. Ia mengaku rasa sakitnya, tetapi masih lulus ujian iman itu dan ia lulus dengan gemilang.

2. Untuk menambah Daya Ketekunan Anda

Alasan kedua untuk pencobaan adalah meningkatkan daya ketekunan kita,

”……. bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan ” (Yakobus 1 : 3)

Kata ketekunan disini berarti ” tetap berada di bawah ”, tetap bertahan dalam sebuah pencobaan sampai tujuan sudah dicapai. Alkitab memberitahu kita bahwa kita jangan lari dari pencobaan, sebaliknya kita harus tetap berada didalamnya untuk meningkatkan daya tahan dan ketekunan kita, tetapi anda tidak perlu lari menyongsong pencobaan, pencobaan itu dengan sendirinya akan datang mengunjungi anda.

Dalam ujian-ujian kehidupan ini Allah meletakkan beban pada diri anda dan berkata ” Teruskan mengangkat beban, jangan berhenti meskipun kamu untuk sementara waktu akan merasa sakit ” Jika anda meneruskan mengangkat beban, maka otot-otot spiritual akan muncul di bagian-bagian yang lembek dan kendur.

” Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan suatu apapun” (Yak 1 : 4)

3. Untuk mencapai Kematangan Spiritual

Tujuan Allah menguji anda adalah supaya anda bertumbuh menjadi dewasa secara spiritual. Hal itu tidak akan terjadi tanpa sedikit rasa sakit, keringat dan upaya.

Allah ingin mendewasakan kita, bukan sekadar menyamankan kita saja.

Allah itu terlalu baik dan terlalu bijak untuk membiarkan kita tetap mengambang dalam ketidak-dewasaan spiritual, merengek setiap kali keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita dan menuntut apa yang kita kehendaki apabila kita menginginkannya.

Tujuan-Nya adalah supaya kita bisa ”…menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya…” (Roma 8 :29) dan Dia tidak akan puas sampai kita mencapai keadaan itu.

Allah Yang Mahakuasa akan menguji anda sampai Ia melihat Yesus Kristus dalam diri anda waktu Ia memandang anda. Apabila anda tampak seperti Kristus, maka Allah tahu bahwa anda sudah ditempa dan lulus ujian.

Alkitab berkata bahwa kita harus bertahan bersama Allah melalui segala macam pencobaan ” sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus ” (Efesus 4:13)

Allah berkata : ”Aku ingin menjadikan kamu setinggi Kristus, tidak setinggi tetangga atau pasanganmu ” jadi jangan keliling mengukur diri anda dengan orang lain atau membiarkan pencobaan anda beradu punggung dengan pencobaan mereka, karena orang lain itu bukan lah  ukuran. Ukurannya adalah Yesus Kristus.

Apabila anda bisa mulai mengukur diri anda dengan Dia – secara membandingkan – maka anda akan tahu bahwa anda sudah sampai disana.

Tanggapan terhadap Pencobaan-pencobaan

Allah menguji iman kita untuk membangun ketekunan spiritual kita supaya kita bisa menjadi dewasa di dalam Kristus. Ini berarti bahwa sumber daya spiritual kita – bukan sumber daya alami kita – membawa kita melalui pencobaan-pencobaan kita.

Bagaimana kita menanggapi pencobaan-pencobaan itu?

Yakobus mempunyai 3 saran ”bagaimana melakukannya” yaitu:

  • Perlihatkan Kegembiraan

Bagaimana seharusnya kita menanggapi pencobaan, Yakobus pertama-tama mengatakan ”…... sebagai suatu kebahagiaan” (Yakobus 1:2)

Apabila pencobaan-pencobaan itu tiba, daripada menjadi marah, bersenang hatilah karena anda tahu bahwa Allah sedang melakukan sesuatu yang baik dalam kehidupan anda. Hal ini tidak berarti bahwa anda harus menyembunyikan rasa sakit suatu pencobaan atau berpura-pura bahwa rasa sakit itu menyenangkan. Alkitab tidak mengatakan bahwa kita harus merasa gembira selama pencobaan, tetapi agar kita menganggap bahwa pencobaan itu menggembirakan.

Ia ingin kita mengevaluasi pencobaan-pencobaan kita dari sudut pandang kegembiraan.

Itu berarti bahwa anda akan berkata : ” Tuhan, aku tahu Engkau sedang melakukan sesuatu dalam kehidupanku sekarang. Aku tidak tahu apa saja yang Engkau mau lakukan dalam pencobaan ini, tetapi aku tahu bahwa Engkau membiarkan pencobaan itu terjadi demi kebaikanku. Jadi daripada merengek dan mengeluh, aku akan memuji-Mu dalam situasi ini, untuk apa yang Engkau akan capai dalam diriku.”

Sikap anda menentukan tindakan anda. Kegembiraan adalah ketentuan dari kemauan.

Apabila kita sedang mengalami pencobaan, perasaan-perasaan kita mengombang-ambingkan kita ke kiri dan ke kanan dan membawa ketempat yang diingini perasaan itu, bukan kemana kita ingin pergi. Anda tidak mau emosi anda mendikte bagaimana anda harus bertindak, Jadi, walaupun anda tidak begitu senang mengenai keadaan yang sedang melanda diri anda di suatu saat, anda bisa membuat keputusan bahwa anda akan bersuka-cita karena apa yang anda ketahui.

Kebahagiaan itu dikendalikan suasana dan kondisi, Kebahagiaan itu tergantung kepada apa yang terjadi, tetapi Kegembiraan tidak berkaitan dengan keadaan; kegembiraan adalah suatu keputusan.

Mengapa penting sekali kita bergembira selama mengalami pencobaan?,

Karena jika anda tidak gembira, maka ”akar yang pahit...” (Ibrani 12:15) akan bersemai dan merusakkan hubungan anda dengan Kristus.

Apabila itu terjadi, maka anda akan kehilangan persediaan Kasih Karunia, yang adalah bahan bakar Allah untuk membawa anda melalui apa saja yang kemungkinan Ia berikan kepada anda. Allah memberi kasih karunia yang lebih besar dalam pencobaan, tetapi anda akan menjadikan pemberian kasih karunia itu mubazir apabila reaksi anda terhadap pencobaan itu penuh dengan kemarahan dan kegetiran.

Yesus menjadi contoh besar kita dalam hal seperti ini.

Alkitab mengatakan bahwa Ia mengalami penderitaan di kayu salib, karena Ia terlebih dahulu melihat kegembiraan yang akan Ia peroleh dengan menyelamatkan dan menebus umat manusia (Ibrani 12:2) Yesus tidak bahagia tentang menyongsong kayu salib, Ia berdoa agar cawan pencobaan yang pahit itu boleh dibiarkan berlalu kalau bisa dan mungkin dilakukan.

Tetapi Yesus penuh kegembiraan karena ia sedang melakukan kehendak Bapa-Nya dengan menebus kita dari dosa. Ia penuh kegembiraan karena Ia tahu bahwa Kebangkitan Kembali sudah menjelang dan bahwa Ia akan ditempatkan di atas takhta sebagai Raja segala raja dan Tuan segala tuan, Yesus gembira mengenai pagi hari Minggu Paskah, bukan siang hari di Jum’at Agung.

Contoh lain : Rasul Paulus

Tiga kali Paulus meminta Allah agar membebaskannya dari pencobaan itu, dan tiga kali Allah berkata tidak, karena Ia mempunyai tujuan yang lebih besar bagi Paulus. Ia ingin Paulus belajar tentang kecukupan kasih karunia-Nya, untuk menyadari bahwa kuasa Allah disempurnakan dalam kelemahan manusia.

Jadi Paulus menganggap pencobaannya sebagai kegembiraan. Ia bisa berkata:

”Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku, karena itu aku senang dan rela didalam kelemahan”

Paulus tidak senang ia mengalami sakit, tetapi ia gembira ada kuasa Allah yang ia kenal sementara ia menderita.

Allah menggunakan pencobaan-pencobaan kita untuk menghasilkan sesuatu yang meng-gembirakan, yaitu kedewasaan serupa dengan Kristus, supaya kita nantinya bisa ber-gembira.

  • Minta Kebijakan dan Akal Budi

Hal kedua yang Allah mendorong kita lakukan dihadapan pencobaan adalah meminta bantuan-Nya. Yakobus memberitahu kita untuk pergi kepada Allah untuk mendapatkan kebijakan dan akal budi, dan Ia akan dengan cuma-cuma dan melimpah memberikan kita kebijakan-Nya.

” Tetapi apabila diantara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakan nya kepada Allah, – yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit-, maka hal itu akan diberikan kepadanya ”.(Yakobus 1:5)

Kebijakan dan akal budi yang kita minta dari-Nya adalah kebijakan dan akal budi untuk menangani paradoks pencobaan-pencobaan itu.

Anda datang kepada Tuhan dan berdoa :

” Tuhan, aku tidak mengerti dan tidak tahu mengapa aku menderita seperti ini. Aku tahu maksud-Mu baik dengan mendatangkan percobaan ini kepadaku. Bantulah aku melihat rencana-Mu dan tangan-Mu dalam ujian ini. Perlihatkanlah kepadaku bagaimana menanggapi supaya aku bisa mendapat yang terbaik dari apa yang Engkau inginkan untukku sekarang.”

Jika anda berbuat demikian, apakah segala sesuatu akan mendadak menjadi sempurna dan jelas dan apakah anda bakal melihat secara gamblang, mengapa Allah menempatkan anda dalam keadaan ini ? TIDAK, Alkitab tidak pernah menjanjikan hal seperti itu.

Tetapi Alkitab menjanjikan sesuatu yang lebih baik – suatu persediaan kebijakan dan akal budi Allah yang melimpah sebagai jawaban terhadap doa-doa anda. Anda juga mendapat hikmat dengan memaklumi bahwa Allah lebih besar daripada masalah-masalah anda, dan Dia tahu bagaimana membebaskan anda dari masalah anda.

Sementara anda berdoa, jangan lupakan kebijakan dan akal budi untuk menghadapi pencobaan yang Allah sudah berikan kepada dalam firmanNya, Paulus berkata:

” Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar sehingga kamu dapat menanggungnya.”

(1 Korintus 10:13)

Inilah kata-kata yang membangkitkan semangat dan membantu. Apapun yang dihadapi sekarang ini, anda bukan satu-satunya yang pernah menghadapinya.

Orang lain didalam tubuh Kristus juga pernah mengalaminya dan melihat Allah membawa mereka keluar dari kesulitan.

Bukankah kita bahagia bahwa Allah membatasi beban kita sampai ke berat yang kita bisa pikul dan kemudian memberikan orang lain kepada kita untuk membantu memikulnya?

Saya suka, karena saya tidak melakukannya sendiri, apabila saya sendirian pada tahap itu, saya mungkin akan jatuhkan beban dan mencederai diri saya sendiri, tetapi karena teman saya berdiri di dekat saya, ia bisa mencengkeram gagang beban tepat pada waktu-nya dan meringankan beban dengan membantu saya melakukan pengulangan terakhir.

Itulah ” Kasih Karunia ”, itulah yang Allah lakukan untuk kita dalam pencobaan. Apabila lengan anda mulai gemetar, apabila anda mulai mendengus dan mengerang dan memaksa diri, apabila anda merasa seakan beban itu itu akan meremukkan anda, Allah datang dan mengangkatnya dari diri anda.

Jadi berdoalah meminta kebijakan Allah, tetapi jangan berdoa setengah hati, kata Yakobus:

”Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang di ombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan mene-rima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.” (Yakobus 1:6-8)

Orang yang hatinya mendua adalah umat kristen yang punya personalitas yang terpecah dua, orang yang tidak bisa mengambil sikap dan menentukan apa yang dia inginkan.

Orang Kristen yang mendua hatinya ingin melakukannya sesuai kata hati mereka, tetapi mereka masih menginginkan Allah melakukannya dengan cara-Nya, mereka mengingin kan sebagian dari Allah dan sebagian dari diri mereka sendiri.

Tetapi Allah tidak akan memainkan permainan itu. Ia menginginkan seluruh bola.

Ia berkata: ”Jika kamu ingin membawa kebutuhanmu kepada-Ku, maka kamu harus menyerahkan seluruhnya kepada-Ku, kamu tidak bisa setengah-setengah.”

Hiburan dan jaminan ini akan datang apabila kita mencari hikmat dari Allah untuk pencobaan yang kita hadapi. Ingat Allah lebih besar dari pencobaan kita.

  • Puji Allah

Nasihat yang ketiga dan layak dilakukan sementara kita mengalami pencobaan, berasal dari Yakobus, dan ia menyarankan agar kita memuji Allah.

” Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedu-dukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah, sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semarak-nya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap ” (Yakobus 1:9-11)

Anda harus memberi pujian kepada Allah di tengah pencobaan anda.

Alkitab menyebut 2(dua) macam pencobaan yang sangat umum:

  1. Orang miskin yang tidak punya cukup uang yang ia butuhkan untuk memenuhi pencobaan.
  2. Orang kaya yang menghadapi sesuatu yang tidak bisa dibeli uang untuk menebusnya keluar dari masalahnya.

Kebanyakan dari kita termasuk salah satu dari kedua kategori ini.

Jika anda masuk dalam kategori 1, maka anda bisa memuji Allah karena di dalam Dia, anda punya sumber daya yang jauh melampaui apa yang bisa dibeli uang.

Si orang miskin masih bisa bicara :

“ Tuhan, sekarang aku kehabisan uang, tetapi bagaimanapun aku mau mengucap syukur kepada-Mu. Aku berterima kasih kepada-Mu karena aku sehat. Aku ber-syukur kepada-Mu untuk cara-Mu mengurus aku. Terima kasih untuk makanan di meja dan atap diatas kepalaku. Terima kasih bahwa aku punya pakaian di tubuhku. Bahkan di dalam kepapaanku, aku ingin memuji-Mu.”

Si orang kaya masih bisa bicara :

“Tuhan, aku beryukur kepada-Mu bahwa aku mendapat pencobaan ini yang mengajarkan aku bahwa aku tidak bisa mengeluarkan Master Card atau kartu Visa untuk membereskan segala sesuatu. Aku memuji-Mu bahwa Engkau mengajarkan aku untuk bersandar kepada Yesus saja.”

Jadi entah anda miskin atau kaya, apabila pencobaan melanda anda, berilah puji-pujian kepada Allah. Ia akan mengangkat anda ke kedudukan yang tinggi pada saat yang tepat, dan Ia akan membuat anda rendah hati apabila diperlukan. Pujilah Dia dalam keadaan apapun dalam susah dan senang, karena Ia tahu dengan tepat apa yang anda perlukan.

Allah menyebabkan kita berselisih dan bertikai dengan hal-hal duniawi, supaya kita bisa dengan lebih jelas melihat hal-hal yang kekal. Dan Ia akan membiarkan pencobaan itu mencekam kita sampai kita sendiri kapok.

Bertahan dalam Pencobaan

Apabila anda bertahan dan memikul pencobaan itu, maka anda akan mendapat pahala.

Alkitab mengajarkan , ” Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia” (Yakobus 1 : 12)

Apabila pencobaan sudah usai dan pelajaran sudah dimengerti dan dicamkan, maka restu Allah akan tiba. Penghargaan Allah bagi orang-orang yang bertahan dalam pencobaan-pencobaanNya adalah mahkota kehidupan, pahala kemuliaan dan pengakuan raja.

Pahala ini termasuk perubahan dalam keadaan anda. Anda pindah ke wilayah kemenangan spiritual.

Contoh :

  • Abraham, memerlukan waktu 25 thn baru bisa melihat tibanya anak yang dijanjikan Allah, tetapi Abraham lulus ujian.
  • Yusuf, memerlukan waktu 13 thn sebagai budak dan napi di Mesir sebelum ia lulus ujian dan naik takhta disisi Firaun.

Berapa lama pencobaan anda akan berlangsung? Hanya Tuhan yang tahu.

Tetapi yang pasti : Begitu anda sudah mengatasi pencobaan, anda akan melihat pahala yang lebih besar dari apapun yang pernah anda pikirkan sendiri, yang pernah anda bayangkan, khayalkan. Tetapi selama anda menolak untuk lulus dalam ujian anda, sudah tentu anda akan tinggal didalam situasi tersebut (tinggal didalam kelas).

Allah ingin anda lulus ujian – mengatasi pencobaan – bukan saja supaya Ia bisa memberi anda penghargaan, tetapi juga supaya anda bisa lebih mengasihi-Nya, mengasihi Dia serupa Kristus, dengan ketaatan dan kesungguhan seperti yang diperlihatkan Yesus.

Mahkota dijanjikan kepada mereka yang mengasihi Allah, dan Ia ingin anda mengasihi-Nya, jatuh cinta dengan-Nya, lebih menyayangi-Nya. Ia ingin merengkuh anda lebih dekat kepada-Nya. Itulah yang Allah inginkan dari anda. Ia menempatkan anda pada berbagai macam pencobaan untuk menarik anda lebih dekat, untuk mengajarkan anda supaya mencengkeram Dia, untuk menumbuhkan anda ke dalam kedewasaan spiritual, dan membawa anda ke dalam perjalanan menuju sikap Kristen yang sempurna.

Biarkan Dia menyelesaikan pekerjaanNya dan anda akan mendapat penghargaan-Nya.

Amin…. .Puji Tuhan

Ignatius Rusman Y.S.

Yesus Gembala yang baik


(Yoh 10:11-18)

Satu ciri khas Kitab Suci Yahudi – Kristen, berbicara tentang domba-domba dan gembala.

Mazmur 23 telah menjadi Mazmur kesayangan banyak orang sebab isinya memuji-muji Tuhan,gembala yang tidak pernah mengecewakan umat-Nya.

Dalam Kitab Yehezkiel ( Yeh 34 ), gembala – gembala Israel yang jahat diperlawankan dengan Allah, gembala yang baik.Dalam kitab-kitab Injil, para penduduk Palestina dibandingkan dengan domba-domba yang tidak punya gembala (Mrk 6:35).

Perumpamaan Yesus tentang domba yang hilang (Luk 15 : 3 – 7) dimaksudkan Yesus sebagai kecaman terhadap orang-orang Farisi yang tidak mengerti bahwa mereka seharusnya berelasi dengan rakyat,bukan menuduhnya sebagai ‘kaum berdosa’.

Yesus memperingatkan domba-domba, yaitu para pengikut-Nya agar mereka waspada terhadap serigala (Mat 7:15),yaitu nabi-nabi palsu.Pada saat penghakiman terakhir kelak (Mat 25:32-34) Yesus akan mempersilahkan semua domba masuk Kerajaan Allah.

“AKULAH GEMBALA YANG BAIK”, Yesus gembala yang baik, gembala yang ideal, gembala teladan bagi semua ‘gembala’ di bumi.

Prinsip Yesus sebagai gembala yang baik :

1. Sebagai gembala sejati,memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.

Prinsip ini dijelaskan secara agak dramatis melalui gambaran tentang gembala upahan yang bukan pemilik domba-domba,yang muncul di tengah-tengah domba demi uang.Seandainya ia tidak butuh uang,barangkali ia tidak akan pernah mau repot sebagai gembala.Karena di hatinya tidak ada cinta kepada domba-domba,maka gembala upahan tidak dapat diandalkan khususnya di saat bahaya datang.Begitu melihat “serigala datang”,ia “meninggalkan domba-domba”,lalu “lari”.Akibatnya serigala mulai bertindak leluasa :Menerkam dan mencerai beraikan domba-domba.

Yesus bicara tentang domba dan serigala,dalam hal ini domba melambangkan manusia lemah namun baik dan serigala melambangkan manusia kuat namun jahat.Tugas gembala yang paling utama adalah berjaga-jaga supaya tidak ada satu dombapun yang diterkam serigala dan supaya semua domba tetap bersatu padu,sebab semakin tercerai-berai semakin domba-domba itu menjadi lemah.

Yesus adalah gembala yang baik maka dalam keadaan darurat Ia tak ragu untuk maju sekalipun harus mati demi keselamatan dan persatuan umat-Nya.

2. “Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”.

Dalam Kitab Suci,kata ‘mengenal’ mempunyai arti sangat dalam : berelasi akrab, bersekutu, bersatu-padu.Untuk menegaskan relasi-Nya dengan umat gembalaan-Nya,Yesus memberi contoh dalam relasi-Nya dengan Bapa : “Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa.”

Yesus menjalin relasi kasih dengan setiap umat-Nya yang tidak kalah akrabnya relasi-Nya dengan Bapa-Nya sendiri.

3. “Aku juga mempunyai domba-domba lain yang bukan dari kandang ini..yang harus Kutuntun juga..dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala”.

Yesus sadar bahwa kerja utama-Nya bukan menerima pujian,hadiah,melainkan berjalan di depan,menunjukkan jalan menuju Allah Bapa,sambil mempersatukan siapa saja yang rindu akan persatuan.Sebab di mana-mana ada domba-domba yang terlantar,yang tak bergembala atau yang mempunyai ‘gembala’ bermoncong dan berhati serigala yang menindas mereka habis-habisan.

Teks Injil ini berakhir dengan pernyataan Yesus : “Bapa mengasihi Aku karena Aku memberikan nyawa-Ku”,dapat diungkapkan juga begini,”Bapa mengasihi Aku sebab Aku tidak mempedulikan apapun kecuali mengasihi secara nyata!

Karena Yesus mengasihi,maka Ia yakin pula bahwa apa saja yang mau dan akan diambil dari pada-Nya,kelak akan diberikan kembali kepada-Nya dengan berlipat ganda.

Kasih sejati adalah sesuatu yang tidak dapat dimatikan.Potensi kasih sejati hanya satu : semakin mekar dan indah karena semakin memberi.

Yesus adalah gembala yang penuh kasih,Ia sudah memberikan contoh.Selanjutnya giliran mereka yang ‘menggembalakan umat’ untuk berbuat sesuatu yang nyata.Apakah mereka suka merenung dan meniru kasih Yesus sebagai pola hidup mereka (Stefan Leks)

Orang Samaria yang baik hati


(Luk 10 : 29 – 37)

Yesus >< Ahli Taurat

Pertanyaan ahli Taurat :

Siapakah sesamaku manusia?

Korban perampok

Seseorang barangkali seorang Yahudi turun dari Yerusalem menuju Yerikho,jalan yang menurun dari ketinggian 762 m sampai 234 m di atas permukaan laut.Panjang jalannya sekitar 29 km.Jalan menuju Yerikho melintasi gurun yang sepi sehingga sering diganggu oleh para perampok.

Dalam perjalanannya ia dihajar dan ditinggalkan dalam keadaan nyaris mati.Dapat diduga setelah dipukul ia pingsan sehingga tampak seperti mayat.

Imam

Imam dalam perjalanan menuju Yerikho.Menurut tradisi para rabi Yahudi,Yerikho didiami hampir separoh jumlah dari 24 rombongan imam atau pelayan liturgi di Bait Suci.Imam yang sedang berjalan itu mungkin saja baru selesai bertugas di sana.Melewati korban,imam tidak mau membantu orang yang nyaris mati itu karena seandainya ia membantu secara otomatis ia menjadi najis dan untuk menjadi tahir kembali ia harus menjalani upacara khusus selama seminggu dan tidak boleh mengikuti kegiatan keagamaan bersama umat lain.Alasan lain,mungkin juga takut bahwa ia sendiri akan diserang oleh perampok yang masih bersembunyi.

Imam itu tidak tahu apakah korban rampok itu adalah orang saleh atau pendosa,orang Yahudi saleh tidak boleh menolong para pendosa.

Orang Lewi

Anggota suku Lewi tetapi bukan keturunan Harun.Para Lewi ikut melayani ibadah di dalam Bait Suci walaupun tidak berstatus imam.Diperkirakan jumlah mereka sekitar 10 ribu orang.Sama seperti para imam,merekapun terbagi atas 24 rombongan.

Orang Samaria

Di mata orang Yahudi,orang Samaria bukan “sesama”.Namun tanpa diduga justru orang Samaria inilah yang membuktikan dirinya sebagai sesama bagi orang yang dirampok itu.Ia lebih memahami kehendak Allah daripada para wakil resmi agama Yahudi.Segera menghampiri orang yang ditolong adalah langkah yang sangat menentukan dalam kasih.

Minyak dan anggur biasa dibawa orang dalam perjalanan.Minyak dituangkan pada luka (Yes 1:6) supaya penderitaan diringankan sedangkan anggur dipakai untuk mencegah infeksi.

Satu dinar adalah upah kerja sehari seorang petani.(dua dinar ya..upah dua hari)

Pertanyaan Yesus :

 

Siapakah diantara ke tiga orang ini..adalah sesama? Lebih jelasnya siapa diantara mereka yang berlaku sebagai sesama?

Jika pertanyaan tsb ditanyakan pada kita sekarang ini,tentunya kita berpendapat sama “orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya”

tetapi kesamaan pendapat tidak menciptakan kasih apalagi belas kasihan.

Kasih justru mampu menciptakan pendapat yang sama tapi sesungguhnya kasih tidak pernah sibuk dengan definisi,sehingga kasihlah yang membawa manusia kepada Allah,kepada keselamatan.( > 6 : 27 – 35 )

Lewat teks ini,Lukas juga menegaskan universalisme keselamatan.

Orang Samariapun dapat mewarisi kehidupan kekal.Imam dan Lewi pasti mengasihi Allah,hal ini nyata dari dedikasi mereka sebagai pelayan Tuhan di dalam Bait Suci,namun pada saat ujian berat,kasih mereka kepada sesama gagal.

Kebenaran pendapat keagamaan bukan jaminan keselamatan manusia.

Seandainya orang Samaria itu mempunyai definisi tentang “siapakah sesama”, mungkin saja orang yang terluka berat itu tidak akan masuk daftar “sesama”nya. Medan gerak belas kasihan tidak boleh dibatasi,harus terbuka selalu. (Stefan Leks)

 

Ajakan Yesus


( Mat 11 : 25 – 30 )

Doa Yesus singkat,terdorong oleh peristiwa-peristiwa yang baru terjadi,peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

Orang bijak tentu saja bisa menjadi beriman tetapi Allah berkenan supaya iman tidak tampak sebagai privilese kaum cerdik pandai ; kebijaksanaan manusiawi tidak pernah memberikan segala yang penting dan sering menyembunyikannya.

Di Palestina dahulu,ada beberapa orang bijak dan banyak orang lain yang berlagak bijak tetapi mereka jarang terlihat diantara murid-murid Yesus

Pernyataan kepada orang-orang kecil,dalam arti luas adalah orang yang belum berilmu/belum mendapat pelajaran.Konteks mengandaikan kontras antara orang-orang yang meng-klaim suatu pengetahuan mendalam tentang Allah dengan orang yang tidak meng-klaim pengetahuan demikian namun mampu mengakui kehadiran Allah dalam diri Yesus Kristus.

Kebijaksanaan Yesus melebihi kebijaksanaan Salomo (Mat 12:42),hanya Dialah yang menyingkapkan “hal-hal tersembunyi sejak dunia dijadikan”( Mat 13:35 ).Ia menyingkapkan melalui perumpamaan-perumpamaan dan karya-karya-Nya.

Yesus memperkenalkan identitas-Nya dengan 4 cara :

  1. Bapa mempercayakan kepada-Nya segala sesuatu
  2. Hanya Dia yang mengenal Bapa
  3. Hanya Bapa yang mengenal Dia
  4. Hanya Dia yang menyingkapkan identitas Bapa

Perkenalan semacam ini seharusnya membuka mata para pendengar Yesus : Zaman akhir sudah datang! Yesus memperkenalkan diri-Nya bukan hanya sebagai Mesias melainkan juga sebagai Yang Ilahi,kuasa-Nya tidak berbeda dengan yang dimiliki Allah sendiri dan inteligensi manusiwi tidak dapat melacak kuasa itu, maka “jalan masuk” ke dalam misteri ialah iman.

Kata “mengenal” dalam Kitab Suci tidak hanya mengacu kepada pengetahuan tetapi mengandaikan suatu keintiman yang menciptakan relasi khusus antara dua pribadi.Antara Yesus dan Bapa terjalin relasi yang luar biasa akrab,dalam arti hanya Bapa yang tahu siapa sesungguhnya Putra dan hanya Putra saja yang tahu identitas Bapa.

Yesus mengundang orang-orang “yang letih lesu dan berbeban berat” untuk belajar dari pada-Nya memperoleh kebijaksanaan sejati dengan mengenal Kerahiman Tuhan.

“Aku tidak akan membebaskanmu dari bebanmu tetapi dengan meletakkan kuk-Ku pada bahumu,Aku memberikanmu sarana untuk memikul bebanmu”.

Orang-orang Yahudi biasanya  menyebut “beban” sebagai ajaran Ilahi yang diberikan kepada murid-murid-Nya dan menyebut “kuk” sebagai perimbangan ajaran-ajaran guru yang harus dihafal luar kepala.

Yesus,guru yang sabar dan rendah hati,membantu kita melihat belas kasihan Allah dalam kehidupan kita dan dalam salib kita masing-masing.Ia menunjukkan kepada kita kasih Allah dalam tuntutan hukum.Hanya Allah saja yang baik dan otoritas Kristus adalah baik.

(dari berbagai sumber)