Mengapa Animator harus belajar?


Tugas utama seorang animator / pemandu di lingkungan adalah mampu memberikan suasana nyaman dan menarik sehingga umat semakin dekat pada Tuhan dalam Sabda-Nya untuk penerapan dalam hidup.

Animator yang baik harus terus belajar untuk pembaharuan dari cara yang sudah dilakukan sebelumnya. Mendapatkan informasi baru tentang teknik seorang animator dengan metode penerapan maupun yang berkaitan dengan pengetahuan Kitab Suci.

Seberapa jauhkah keyakinan anda sebagai animator ?

Seorang animator yang baik :

1.Memahami fungsi dari pada animator

2.Memahami teknik penerapan

sehingga pendalaman iman lebih terarah kepada Sabda Tuhan sesuai dengan tema, jadi tidak sharing tentang orang lain atau menyerahkan kepada umat sepenuhnya, apapun yang mau mereka katakan.

Seringkali seorang animator di lingkungan hanya mengatur siapa yang berbicara tanpa dapat membuat sebuah ketegasan dari apa yang dibicarakan.Mungkin bisa dikatakan animator tersebut kurang pengetahuan akan Kitab Suci sehingga tidak tahu pembicaraan apa yang mau diangkat.

Atau seringkali pembicaraan tetap mengarah kepada yang baik karena isi Kitab Suci semua mengajarkan yang baik tapi sama sekali tidak berhubungan dengan tema saat itu dan akhirnya pendalaman iman menjadi kehilangan arah.

Sebagai contoh ; memilih ayat yang menyentuh,kelemahan dari cara ini adalah yang bersangkutan akan hanyut hanya pada ayat tersebut tanpa peduli dengan tema itu sendiri, sehingga pembicaraan ke luar jalur.Di sinilah tugas seorang animator untuk meluruskan kembali.

Begitu beratnya tugas seorang animator sehingga animator harus terus belajar  tiada hentinya, apakah itu dalam bentuk metode ataukah bagaimana menghadapi karakter umat yang berbeda setiap waktu.Pembicaraan yang sering dikacaukan oleh satu dua orang umat  sehingga membutuhkan seorang animator yang kuat pendiriannya,maka perlu banyak belajar serta latihan.

Pencerahan : untuk Animator / Fasilitator

ROSE :

R : Respect dan Rileks

– Respect terhadap orang lain

– Rileks karena menguasai bahan / materi

O : Obejektif dan otentik

– bicara jangan ke luar rel / sesuai tema dan dapat menggali lebih dalam

S : Sensitif

– peka terhadap kebutuhan semua peserta

E : Empati

– merasakan perasaan orang lain

Don’t Animator

–        Serba Tahu

–        Mendominasi

–        Menjawab semua Pertanyaan

–        Mencela atau menilai sharing

–        Bukan “ahli “ Kitab suci

Artikel terkait : Membuat Doa

3 thoughts on “Mengapa Animator harus belajar?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s