Orang Samaria yang baik hati


(Luk 10 : 29 – 37)

Yesus >< Ahli Taurat

Pertanyaan ahli Taurat :

Siapakah sesamaku manusia?

Korban perampok

Seseorang barangkali seorang Yahudi turun dari Yerusalem menuju Yerikho,jalan yang menurun dari ketinggian 762 m sampai 234 m di atas permukaan laut.Panjang jalannya sekitar 29 km.Jalan menuju Yerikho melintasi gurun yang sepi sehingga sering diganggu oleh para perampok.

Dalam perjalanannya ia dihajar dan ditinggalkan dalam keadaan nyaris mati.Dapat diduga setelah dipukul ia pingsan sehingga tampak seperti mayat.

Imam

Imam dalam perjalanan menuju Yerikho.Menurut tradisi para rabi Yahudi,Yerikho didiami hampir separoh jumlah dari 24 rombongan imam atau pelayan liturgi di Bait Suci.Imam yang sedang berjalan itu mungkin saja baru selesai bertugas di sana.Melewati korban,imam tidak mau membantu orang yang nyaris mati itu karena seandainya ia membantu secara otomatis ia menjadi najis dan untuk menjadi tahir kembali ia harus menjalani upacara khusus selama seminggu dan tidak boleh mengikuti kegiatan keagamaan bersama umat lain.Alasan lain,mungkin juga takut bahwa ia sendiri akan diserang oleh perampok yang masih bersembunyi.

Imam itu tidak tahu apakah korban rampok itu adalah orang saleh atau pendosa,orang Yahudi saleh tidak boleh menolong para pendosa.

Orang Lewi

Anggota suku Lewi tetapi bukan keturunan Harun.Para Lewi ikut melayani ibadah di dalam Bait Suci walaupun tidak berstatus imam.Diperkirakan jumlah mereka sekitar 10 ribu orang.Sama seperti para imam,merekapun terbagi atas 24 rombongan.

Orang Samaria

Di mata orang Yahudi,orang Samaria bukan “sesama”.Namun tanpa diduga justru orang Samaria inilah yang membuktikan dirinya sebagai sesama bagi orang yang dirampok itu.Ia lebih memahami kehendak Allah daripada para wakil resmi agama Yahudi.Segera menghampiri orang yang ditolong adalah langkah yang sangat menentukan dalam kasih.

Minyak dan anggur biasa dibawa orang dalam perjalanan.Minyak dituangkan pada luka (Yes 1:6) supaya penderitaan diringankan sedangkan anggur dipakai untuk mencegah infeksi.

Satu dinar adalah upah kerja sehari seorang petani.(dua dinar ya..upah dua hari)

Pertanyaan Yesus :

 

Siapakah diantara ke tiga orang ini..adalah sesama? Lebih jelasnya siapa diantara mereka yang berlaku sebagai sesama?

Jika pertanyaan tsb ditanyakan pada kita sekarang ini,tentunya kita berpendapat sama “orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya”

tetapi kesamaan pendapat tidak menciptakan kasih apalagi belas kasihan.

Kasih justru mampu menciptakan pendapat yang sama tapi sesungguhnya kasih tidak pernah sibuk dengan definisi,sehingga kasihlah yang membawa manusia kepada Allah,kepada keselamatan.( > 6 : 27 – 35 )

Lewat teks ini,Lukas juga menegaskan universalisme keselamatan.

Orang Samariapun dapat mewarisi kehidupan kekal.Imam dan Lewi pasti mengasihi Allah,hal ini nyata dari dedikasi mereka sebagai pelayan Tuhan di dalam Bait Suci,namun pada saat ujian berat,kasih mereka kepada sesama gagal.

Kebenaran pendapat keagamaan bukan jaminan keselamatan manusia.

Seandainya orang Samaria itu mempunyai definisi tentang “siapakah sesama”, mungkin saja orang yang terluka berat itu tidak akan masuk daftar “sesama”nya. Medan gerak belas kasihan tidak boleh dibatasi,harus terbuka selalu. (Stefan Leks)

 

2 thoughts on “Orang Samaria yang baik hati”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s