Lima Roti dan Dua Ikan


( Yoh 6 : 1 – 15 )

TOKOH CERITA : Jesus – Philipus – Andreas – Orang banyak

ISI PERIKOP

Jesus dan murid-murid  tiba ditepi danau Tiberias, namun orang banyak mengikuti Dia.

Setengah harian Jesus mewartakan tentang Kerajaan Allah (dengan pewartaan dan pelayanan penyembuhan orang orang sakit) dan setelah sore menjelang malam,Jesus menyuruh murid murid-Nya agar orang banyak itu di kelompokkan untuk duduk di padang rumput.

Jesus iba melihat orang banyak itu yang tampak kelelahan dan mungkin mulai merasakan lapar.Ia lalu menyuruh murid murid-Nya memberi mereka makan. Namun murid muridnya hanya bisa mengatakan bahwa disitu hanya ada 5 roti dan 2 ikan untuk orang sekian banyak.

Dan Jesuspun  mengambil ke lima roti dan dua ikan, berdoa dan mengucap syukur atas roti dan ikan itu.Lalu Jesus dan murid-muridpun membagi-bagikan roti dan ikan itu kepada orang banyak sampai mereka kenyang.

Setelah mereka kenyang,sisa roti dan ikan dikumpulkan dan masih tersisa 12 bakul.

TAFSIR CERITA

Pewartaan dan pelayanan Jesus dilakukan menjelang hari raya paskah orang Yahudi.Perayaan Paskah adalah hari raya yang teramat penting bagi orang Yahudi karena pada hari itu segenap bangsa Yahudi memperingati hari pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir.

Jesus sesungguhnya mau menyampaikan bahwa kedatangan-Nya adalah untuk membawa berita gembira,berita kebahagiaan dan keselamatan (bdk dgn ayat 2) dan Paskah adalah kabar inti keselamatan yang mau disampaikan, namun orang banyak  belum dapat melihat sampai ke situ.

Bahkan tak satupun murid-Nya dapat menangkap kabar keselamatan yang dibawa Jesus (ay 5) Roti yang disebut Jesus masih dianggap sebagai roti untuk mengenyangkan perut.Murid Tuhan sendiripun masih belum dapat menangkap isi pewartaan Injil Jesus.

Johanes Penginjil  menunjuk pada seorang anak kecil yang membawa 5 roti dan 2 ikan (ay 9).Seorang anak sering dipandang sebagai orang yang jujur, polos, tidak tahu apa apa dan terkadang disepelekan oleh orang orang dewasa.Justru Jesus ingin menunjukkan kepada kita bahwa orang kecil yang nota bene tidak tahu apa apa secara tidak kita sadari sering menjadi dewa penolong yang mampu  memberi solusi terhadap setiap permasalahan yang terjadi.

Jesus mengambil roti dan ikan  lalu mengucap syukur  kemudian membagi-bagikan roti dan ikan tsb kepada orang banyak sebanyak yang mereka kehendaki.

Berdoa dan mengucap syukur  adalah  bentuk kegiatan  yang di ajarkan Tuhan kepada kita. Bahwa untuk melakukan segala kegiatan, kita sepantasnya berdoa dan mengucap syukur kepada Allah dan Tuhan pun akan merespon dengan limpahan kasih-Nya serta anugerah sebanyak yang kita perlukan bahkan berlebih (ayat 13).

Jika kita sebagai umat beriman Kristiani sanggup melakukan doa dan ucapan syukur,maka kita sendiripun akan merasa takjub dan heran akan limpahan kasih dan anugerah Allah kepada kita. Dan akhirnya kita sendiripun mengakui bahwa Dia-lah Raja dari sekarang dan untuk selamanya.

Keseluruhan isi perikop ini pada intinya merujuk pada Ekaristi dan pelayanan umat beriman Kristiani ( SL )

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s