Pentingnya Merenungkan Sabda Allah


Bulan September ialah Bulan untuk secara khusus merenungkan Sabda Tuhan dalam Kitab suci. Melaluinya umat beriman diajak untuk mengalami kehadiran Allah ialah dengan merenungkan Sabda Allah. Satu jalan penting untuk bertemu dengan Dia secara amat dekat dan langsung ialah dalam Sabda di dalam Kitab Suci. Sabda Allah menghubungkan kita dengan sumber sabdanya sendiri yakni : Allah. Sabda Allah dalam kitab suci itu harus dibaca, didengarkan dan kemudian dihidupkan dalam hidup orang beriman.

Sering orang bingung bagaimana merenungkannya. Salah satu metode sederhana dan klasik adalah metode lectio divina atau bacaan Ilahi. Langkahnya :

  1. Lectio atau membaca: diawali dengan doa “Apa yang ingin Kau katakan kepadaku, ya Allah?” kemudian membaca teks kitab suci dengan penuh perhatian
  2. meditatio (merenungkan): Berusaha diam, tenang dan dengan sungguh-sungguh mendengarkan Allah secara intensif; dan Allah akan menyampaikan pesan yang tercantum dalam teks Kitab Suci; Menulis kata-kata, seperti yang diungkapkan Allah kepada kita
  3. oratio (berdoa): Menjawab dengan pertanyaan “Dari pihak saya, inilah yang ingin kukatakan kepada-Mu”
  4. contemplatio (kontemplasi): Tinggal dalam kehadirat Allah dalam ketenangan penuh kasih “Menatap kekasih tanpa mengatakan apa-apa”

Secara khusus ketika merenungkan Sabda Allah dalam diri Yesus kita masuk dalam komunikasi dengan Sabda yang hidup. Sabda yang diucapkan oleh Yesus dalam Injil tidak hanya berlaku pada saat itu tetapi tetap berlaku untuk zaman sekarang dan di zaman mendatang. Perkataan Yesus itu Sabda yang hidup. Berkat bimbingan Roh Kudus, kita akan diterangi dan dituntun sebagaimana Yesus ingin menerapkannya di dalam keadaan kita. Yesus berjanji bahwa apabila kita berusaha untuk hidup menurut SabdaNya maka kita akan mengalami kehadiran itu, merasa di rumah, dan juga merasakan bahwa Bapa, Putra dan Roh Kudus hadir dan bicara kepada kita dengan cara langsung dan pribadi.

Doa dan pembacaan kitab berjalan sejajar. Saat kita membaca kita sebenarnya sedang asik mendengar Yesus yang bersabda. Maka penting memohon bimbingan Roh Kudus dalam membaca sabda Allah. Tuntunan Roh Kudus akan membuat kita maju dalam iman. Roh Kudus sendirilah yang membantu kita mengerti perkara-perkara yang dalam mengenai Allah. Roh Kudus memampukan orang beriman menemukan kehadiran dan karya Allah di dalam kehidupan manusia.

Di saat kita sedang merasa kering dan jiwa kita diliputi oleh kegelapan, Allah menyapa kita dalam teks suci itu. Bapa sendiri atau Yesus atau Roh Kudus menyampaikan suatu pesan pribadi. Ada beberapa orang yang hanya secara kebetulan memperhatikan sambil lalu bacaan yang mereka jumpai dalam Perayaan Ekaristi atau dalam kutipan-kutipan Kitab Suci di dalam buku rohani dsb, bahkan ada pula yang membuka Kitab Suci secara kebetulan karena diminta untuk memilih satu teks. Memang benar Allah dapat berbicara kepada seseorang melalui teks mana saja yang berisikan Sabda-Nya atau memilih teks yang dipilih secara kebetulan.

Namun sikap spontan untuk membuka dan membaca kitab suci dengan tidak teratur dirasa bukan suatu sikap yang baik untuk pertumbuhan hidup rohani. Sikap semacam ini dapat disebabkan oleh kenyataan bahwa kita kurang merasakan kebutuhan yang lebih dalam akan bimbingan Sabda Allah. Untuk itu sangat penting bagi kita apabila secara teratur merefleksikan dan berdoa dengan Alkitab, karena hal itu akan mengorbankan kembali pengalaman yang sama, biarpun kurang dari yang dulu atau bahkan merupakan sisa dari pengalaman sebelumnya.

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s