Sahabatku Fasilitator di lingkungan


Salam dalam Kasih Kristus ;

Sering kita mendengar tentang  “pelayanan”, ada yang mengatakan “aku melayani Tuhan”. Rasanya aneh jika Tuhan minta dilayani. Nah, apa sebenarnya arti pelayanan?

Sebagai fasilitator/animator/pemandu di lingkungan sering merasa “dituntut” karena sudah mengikuti KEP dan lain-lain sehingga dengan terpaksa atau dengan perasaan bangga menjadi pemandu di lingkungan. Ini adalah racun bagi para fasilitator. Terlepas dari bagaimana dia menyampaikan materi pendalaman iman, fasilitator yang baik adalah yang dapat berbicara dari hati yang tulus, bukan karena ingin dinilai bagus atau takut diejek.

Aktifitas yang dilakukan seorang fasilitator adalah sebagai tanggapan rasa syukur atas karunia-Nya yang memberi kekuatan dan kemampuan, “…, sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”(Yoh 15 :4-5)

Namun, bukan sekedar ”Saya INGIN melayani” tapi juga ”Saya SIAP melayani” dan ”Saya MAMPU melayani

  • ”Saya SIAP melayani”, dibutuhkan relasi yang baik dengan Tuhan dalam hidup doa pribadi dan punya ketrampilan yang cukup akan hal yang dilakukan.
  • ”Saya MAMPU melayani”, itu berarti mau memperbaiki watak/ karakter, belajar menjadi serupa dengan Kristus: meneladani pelayanan Yesus dalam kehidupan sehari-hari, itulah sebuah pelayanan.

Tugas seorang fasilitator tak lepas dari  sebuah seni penyampaian yang menggugah hati pendengar. Iapun memiliki cita-cita bahwa “dengan kreativitasku sebagai Fasilitator, aku ingin membawa sebanyak mungkin umat untuk semakin dekat dengan Tuhan.” Ketika seorang  tersentuh atas apa yang disampaikan oleh fasilitator/pemandu atau sharing dari umat lain, akan secara diam-diam dan melalui sebuah proses melakukan perubahan dalam cara hidupnya.

Tak ada kata sempurna untuk menjadi orang baik tapi menyampaikan kebaikan sudah merupakan nilai plus  yang dapat mempengaruhi umat. Umat tak mempersoalkan lagi  siapa pemandunya tapi hanya melihat apa yang disampaikannya.

Dalam berandai-andai, terutama yang sudah mengikuti kursus Kitab Suci,

Tuhan Yesus menunggu..”kapan kamu akan menjadi fasilitator yang baik demi Aku?” – “ya Yesus, aku akan berlatih sekuat tenagaku dan semua ini kulakukan karena aku menghargai pengorbanan-Mu untukku”

Ternyata proses latihan amat membosankan, di sinilah aku mengingat kembali dengan janjiku dan betapa bahagianya jika aku dapat memenuhi janjiku, betapa bahagianya aku jika melihat semakin banyak orang yang mendekatkan diri pada Tuhan. Orang-orang yang tak mudah putus asa ketika masalah datang bertubi-tubi, mereka hanya teringat akan janji Tuhan : Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. (Mat. 6:33)

Fasilitator yang baik, ibarat pahlawan yang terlupakan karena jika ada umat yang merasa tersentuh, tidak seketika  ia mengingat siapa fasilitator yang mampu menyentuh hatinya karena ia akan terhadapkan dengan hidupnya sendiri di hadapan Tuhan.

Fasilitator yang baik akan melalui “trial and error”  tapi tak pernah kehilangan harapan, terus berimajinasi dan berkreasi, berpikir sederhana (nggak ribet), tidak ada yang instan dan  tak ada kata bosan. Oleh karena itu ia akan berlatih dengan menjadi dirinya sendiri karena percaya bahwa Tuhan telah memberikan anugerah serta melengkapi dengan talenta yang indah bagi setiap orang,.

Para sahabatku fasilitator, janganlah terlalu kaku dengan banyak aturan. Lakukanlah dengan hati yang bersih dan penuh pengharapan, niscaya kelak akan melihat hasilnya.

Recent Posts :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s