Allah Yang Hidup


Suatu gambaran yang memacu semangat semua orang, dengan nyata  Allah telah mencintai manusia sejak dahulu dunia diciptakan. Ia menciptakan segala hal yang manusia butuhkan untuk hidup ; alam yang serba teratur, tempat hidup yang nyaman, ruang gerak (tempat dan waktu) yang memungkinkan manusia  berkembang, baik jumlah maupun mutu.Bahkan manusia diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya dan diberi kuasa untuk mengolah serta mengatur dunia ini agar hidupnya bahagia (bdk.Kej 1:1-31).

Namun tak jarang manusia merasa menjadi “orang kecil” yang tanpa dicintai sehingga merasa kehilangan kuasa mengelola bumi ini,tinggal di rumah sepetak  kecil tanpa halaman dan ngontrak..Padahal kasih Allah itu sudah ada pada manusia masing-masing sebelum ada dalam kandungan.St.Paulus mengatakan ; ”Dalam kasih, Ia telah menentukan manusia dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya sesuai kerelaan kehendak-Nya..(Ef 1:5), artinya sejak awal mula Allah sudah merencanakan yang serba baik bagi manusia. Allah juga sudah memikirkan dan merencanakan apa yang perlu diperbuat-Nya ketika manusia ciptaan-Nya ini berjalan tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

Jadi, Allah adalah sumber keselamatan dan kebahagiaan sejati,tak ada keselamatan sejati di luar diri-Nya, sebagaimana pengalaman Tobit :

Melihat ayahnya telah buta selama empat tahun,Tobia ; anak Tobit pergi ke Media mencarikan obat. Setelah perjalanan yang panjang akhirnya ia pulang bersama Rafael dan membawa empedu ikan.Empedu ikan itu dioleskan pada mata ayahnya seraya menguatkan hatinya.Maka,sembuhlah Tobit, ia bisa melihat cahaya lagi.Mengalami kesembuhan itu,Tobit memuji dan memuliakan Allah beserta para malaikat-Nya. Meski ia merasa dicobai Allah,namun ia tetap bersyukur dan bahagia.

Pengalaman Tobit ini menjadi nyata bahwa Allah menghendaki umat-Nya bebas dari penderitaan. Ia menyelamatkan umat-Nya melalui sesama,sebagaimana Tobit diselamatkan melalui Tobia,anaknya.

Karena manusia hidup di dunia ini,maka Tuhan pun berkarya melalui dunia ini pula,yakni melalui : sesamanya, pekerjaannya, pengalamannya sehari-hari,lingkungan di mana ia hidup.Namun tak boleh dilupakan bahwa Tuhan juga berkarya melalui Sabda-Nya dalam Kitab Suci.

Dengan melihat karya-karya keselamatan-Nya,manusia dapat membuka hati dan pikirannya sehingga dapat menghayati bahwa Allah itu Mahabaik, Allah itu  hidup dan karenanya  manusia dapat mengalami kebahagiaan sejati.

Meskipun Allah sungguh mengasihi manusia dan selalu hadir di tengah-tengah umat-Nya, namun banyak orang masih bertanya-tanya :”siapakah Allah itu?”Sebagian orang merasa bahwa Allah jauh tersembunyi di atas ciptaan.Ia begitu gaib dan sulit dihubungi secara pribadi.

Sebagian orang lagi merasa bahwa Allah itu dahsyat, menakutkan, Ia suka mengadili dan menghukum.Tetapi bagi Yesus,Allah itu dekat sekali dengan manusia, Dia sudah merasuki anak-anak-Nya. Hal ini dikatakan Yesus ketika Ia mengajar para murid berdoa.Ia menyebut Allah Bapa kami yang di surga (bdk.Mat 6:9-13).

Allah Bapa yang Mahabaik yang merangkul anak-anak-Nya dengan penuh cinta tanpa pandang bulu.Tindakan Allah yang penuh ke-Bapa-an ini tampak dalam memberi rezeki jasmani maupun rezeki rohani.Disamping rezeki,Allah Bapa juga rela mengampuni.Manusia menderita karena dosa, dimana dosa telah merusak hubungan manusia dengan Allah dan juga pada sesama Sebagai anak yang ingin diampuni dan diterima kembali, sebagai anak yang baik, ia harus pula berdamai dan sudi mengampuni saudara-saudaranya.

Dari pengalaman hidup,ternyata manusia itu sering lemah manakala menghadapi pencobaan-pencobaan dan kejahatan.Cobaan itu dapat berupa ketakutan, kekecewaan dan penderitaan lainnya yang ia rasakan.

Sebagian orang akan semakin merasa lemah jika tidak ada dukungan dari orang-orang di sekitarnya,ini tampak dalam kehidupan saat ini.Hari demi hari,ada saja orang yang melakukan bunuh diri.Bunuh diri maupun membunuh orang lain tak lain karena ia telah kehilangan cinta dalam dirinya.

Masih adakah cinta dalam diri kita untuk Tuhan dalam diri sesama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s