Rut


Rut

Ketika Israel dilanda kelaparan, seorang Israel bernama Elimelekh, bersama Istrinya Naomi, merantau ke tanah Moab. Anak-anak mereka bernama Mahlon dan Kilyon. Setelah Eimelekh mati, menikahlah kedua anaknya itu, nama mantunya Orpa dan Rut. Kedua putra itu kemudian mati tanpa meninggalkan anak. Tinggalah Naomi beserta dua mantunya. Naomi kemudian memutuskan untuk kembali ke Israel. Dalam perjalanan ke tanah kelahiran, ia meminta kedua mantunya untuk pulang ke orangtua masing-masing, karena darinya tidak ada anak laki-laki lagi, kalaupun ia bisa bersuami dan punya anak laki-laki, akan menunggu sangat lama hingga anaknya dewasa untuk menikah dengan mantu2nya. Menangislah kedua mantu itu, Orpa pun pulang, tapi Ruth berkeras ikut dengan mertuanya ke manapun mertuanya pergi, bahkan Allah mertuanyapun akan dianggapnya sebagai Allahnya. Naomi pun mengabulkan permintaan mantunya untuk tetap bersamanya, padahal Naomi ketika kembali ke Betlehem, adalah seorang janda miskin.
Elimelekh mempunyai saudara yang kaya raya bernama Boas. Rut mantu yang baik hati tersebut, tidak hanya ikut kemana mertuanya pergi, tapi juga bekerja mencukupi kebutuhan hidup mereka berdua. Ia bekerja dengan memungut bulir jelai, kebiasaan yang dilakukan orang miskin ketika orang kaya menuai hasil panen, dengan begitu si kaya berbagi kepada yang miskin. Boas melihat Rut, setelah diberitahu apa yang dilakukan Rut kepada Mertuanya setelah suaminya mati dan bagaimana ia meninggalkan ibu dan bapanya dan tanah kelahirannya Moab, Boas memanggil Ruth, mengatakan bahwa ia diijinkan memungut bulir jelai disitu dan biarlah tetap memungut disitu. Boas bahkan mengajaknya makan dan memerintahkan penuainya untuk sengaja menarik sedikit onggokan jelai untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya. Rut membawa pulang sisa makannya dan bulir jelai dan memberikannya kepada mertuanya. Dari mertuanya, Rut tahu, Boas adalah kerabat mereka dan wajib menebus mereka. Begitulah seterusnya.
Kemudian hari, Boas membeli segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, dari tangan Naomi; termasuk Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, menjadi isterinya. Boas lalu menikah dengan Ruth dan memperoleh sorang putra bernama Obed. Naomi mengasuh anak ini. Obed adalah ayah Isai, Isai adalah ayah Daud

Apa yang dilakukan Rut bukanlah sesuatu yang mudah. Ia mengambil keputusan untuk tetap ikut dan merawat mertuanya, seorang janda miskin. Rut tidak egois memikirkan dirinya. Sebagai janda tanpa anak, ia tidak punya ikatan apa-apa dengan mertuanya. Ia bebas memilih, kembali ke orangtuanya sendiri dan menunggu seorang pria lain melamar dan menikahinya sehingga hidupnya akan sejahtera, atau mengikuti mertuanya, janda miskin. Tentu motif awalnya hanya tergerak belaskasihan terhadap mertuanya ini. Ia rela bekerja demi menghidupi mertuanya ini. Kebaikan hatinya ini berbuah manis, ia tanpa sengaja bekerja di ladang yang pemiliknya ternyata masih kerabat mertuanya, yang kemudian hari menebus keluarga mertuanya, menikahinya dan memberikan keturunan baginya, yang bahkan menurunkan Daud, Raja termasyur itu. Ia yang orang asing, justru dijadikan Allah sebagai saah satu yang menurunkan Daud dan penebus Yesus Kristus.
Dalam hidup sehari-hari, sering kita juga dihadapkan dua pilihan. Biasanya berdasar logika, kita pilih yang menguntungkan kita. Tidak salah. Dan memang terjadilah demikian, kita mengambil keputusan tepat, untung. Di sisi lain, keputusan yang tampaknya merugikan kita karena awalnya didasarkan pada belaskasihan, justru membawa kebahagiaan yang jauh lebih besar di kemudian hari, karena Allah hadir membantu. Allah akan selalu menyertai dan menguatkan orang yang memikirkan kebahagiaan orang lain. Dalam kisah Rut, ia ingin membahagiakan mertuanya yang miskin. Ia memeliharanya dengan bekerja keras, Allah mengganjarnya dengan mempertemukannya dengan Boas, seorang yang kaya raya, yang kemudian menikahinya dan memberinya keturunan, leluhur Daud dan Tuhan Yesus. Rut, seorang asing yang dipakai Allah dalam karya keselamatan-Nya sebagai leluhur penebus.

Soek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s