Selasa 8 April 2014


Pekan Prapaskah V

Selasa 8 April 2014

Bacaan I          :           Bil 21:4-9

Mazmur          :             Mzm 102 : 2-3, 16-21

Bacaan Injil    :           Yoh 8 : 21-30

Bacaan I          :          Bil 21:4-9

4    Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.

5  Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”

6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

7   Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.

8  Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”

9  Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

 Mazmur          : Mzm 102 : 2-3, 16-21

 2  Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!

3  Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.

16 bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,

17   sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.

18  Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,

19 sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi,

20 untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh,

21 supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

 Bacaan Injil    :           Yoh 8:21-30

21  Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

22  Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?”

23  Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

24  Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

25  Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?

26    Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”

27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

29  Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

30  Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

 Ketiga bacaan kiranya memiliki keterkaitan dalam satu hal : sikap manusia terhadap Allah bisa berubah-ubah. dalam bacaan I, bangsa terpilih yang telah dibebaskan dari perbudakan di Mesir, bersungut-sungut kepada Tuhan di padang gurun, padahal mereka tetap dipelihara Tuhan dengan kelimpahan makanan. Setelah hukuman dijatuhkan sehingga banyak dari mereka mati, mereka ketakutan dan bertobat. Demikian pula dalam mazmur, pemazmur merasa ditinggalkan Tuhan dalam kesesakannya, namun ia tetap bertahan, percaya dan memuji Tuhan, ia menulis mazmur agar dibaca generasi-generasi berikutnya dan oleh siapapun, bahwa Tuhan selalu mendengar doa orang menderita dan Tuhan akan memuliakan mereka pada waktunya. Dalam Injil, orang-orang yang awalnya tidak percaya kepada Yesus, karena tidak mengenal Ia berasal dari Bapa, kemudian percaya oleh pewartaan Yesus sendiri, tentang diriNya. Sebetulnya mereka tidak terlalu mengerti kata-kata Yesus, namun tetap percaya. Manusia pada jaman sekarang, sebetulnya sangat beruntung, sarana mengenal Yesus sangatlah banyak. Ada Alkitab berisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, ada banyak buku mengenai Yesus, buku mengenai sejarah Gereja Katolik, buku Santo-Santa dan buku atau majalah rohani lainnya dengan berbagai judul. Beda dengan orang-orang yang sezaman dengan Yesus, pastilah lebih sulit mengerti siapa Yesus itu, apalagi “guru” dan “penyembuh” seperti Yesus saat itu sangat banyak, bedanya Yesus menyembuhkan cukup dengan bersabda dan menyentuh-tidak menggunakan benda semacam jimat dan tidak berteriak-teriak seperti kalau kita lihat mukjizat peyembuhan atau pengusiran setan di televisi. Yesus mengusir setan dan roh jahat dengan Kuasa Allah. Yesus juga membangkitkan orang mati, Lazarus dan seorang anak yang sudah mati namun bagi Yesus hanya tertidur. Keduanya bangkit tidak seperti zombie, tapi bangkit dan hidup, karena bisa makan dan minum, manusia seutuhnya. Dipanggil oleh Yesus dan percaya kepadaNya adalah anugerah Allah. Janganlah kiranya anugerah itu disia-siakan. Buang jauh-jauh kesombongan mampu mengenal Allah hanya dengan logika manusia. Manusia dapat mengenal Allah, melulu karena anugerah dariNya. Tetaplah memohon jika kita memang perlu bantuan mendesak dariNya, agar segera diberi jalan keluar, jangan lupa bersyukur akan apapun yang kita miliki sekarang. Tetaplah di jalanNya, Ia selalu ada menemani kita dalam untung dan malang kita, melindungi kita, mencukupi kebutuhan kita. sungguh banyak mereka yang dalam penderitaannya justru imannya semakin diteguhkan.

Doa     : Tuhan Yesus, terima kasih Engkau selalu bersama kami, dalam suka duka kami dan selalu mencukupi kami. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s