Jumat 25 April 2014


Oktaf Paskah

Jumat 25 April 2014

Bacaan I : Kis 4:1-12

Mazmur : Mzm 118 : 1-2, 4, 22-24

Bacaan Injil :Yohanes 21:1-14

Bacaan I : Kis 4:1-12

1    Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki.

2   Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.

3    Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam.

4    Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

5   Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem

6  dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.

7    Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”

8  Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,

9    jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,

10   maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati? bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.

11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan yaitu kamu sendiri, namun ia telah menjadi batu penjuru.

12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

 Mazmur          : Mzm 118 : 1-2, 4, 22-24

1  Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

2   Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

3 Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

4 Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

22  Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

23    Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

25  Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

26   Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.

27   Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

Bacaan Injil :Yohanes 21:1-14

1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.

2  Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.

3  Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

4   Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

5   Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”

6   Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

7    Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

8  Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.

9   Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.

10    Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”

11   Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

12   Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.

13    Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

14  Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Bacaan injil mengisahkan penampakan ketiga kalinya Yesus Kristus yang bangkit dari mati kepada para murid. Kisah terjadi di pantai danau Tiberias. Malam sebelumnya, para murid yaitu : Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain pergi menangkap ikan, tetapi tidak berhasil menangkap seekorpun. Keesokan harinya mereka bertemu Yesus, namun mereka tidak mengenalinya, Yesus meminta mereka menebar jala ke sebelah kanan perahu agar mereka memperoleh ikan. Mujijat terjadi, jala penuh ikan-ikan besar namun tidak koyak. Salah seorang murid mengetahui Yesus adalah Tuhan.Yesus lalu sarapan bersama mereka, Ia membagi roti dan ikan. Ada banyak kisah penampakan Tuhan Yesus yang bangkit yang dicatat dalam Kitab Suci, ada kemungkinan yang tidak tercatat masih banyak lagi, seperti juga kisah-kisah mujijat yang dilakukan Tuhan Yesus. Kitab Suci bukanlah suatu catatan kronologis dan tidak mungin mencatat semua peristiwa secara detil dalam Kitab Suci. Dalam penampakan setelah bangkit, Yesus tetap membuat mujijat. Seorang murid yang dikasihi Tuhan Yesus mengenaliNya karena mujijatNya ini : mereka yang semalaman tidak memperoleh ikan, atas perintah Tuhan Yesus, jala mereka dipenuhi ikan-ikan besar dan jala tidak koyak. Demikian pula kita sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus, jika mau mendengarkanNya, karya-karya yang nampaknya sepele, ternyata menghasilkan sesuatu yang besar. Satu baris program, bahkan sebuah tanda baca dalam ribuan baris dalam sebuah perangkat lunak computer, yang nampaknya tak berarti bisa berakibat program tak bisa jalan

Pekerjaan seorang guru mengajar tampaknya biasa saja, tapi dari didikan dasar guru bisa menciptakan banyak orang sukses, pengusaha, presiden, menteri, penemu dan lain-lain. Mujijat diyakini dari sesuatu yang sepele dan mungkin kadang menjengkelkan. Nelayan yang sudah semalaman menjala tidak dapat, diperintahkan untuk kembali lagi dengan hanya diminta meletakkan jala di kanan perahu, nampak sebagai perintah yang meng ada-ada, namun ternyata hasilnya mencengangkan. Bacaan pertama, masih kelanjutan penyembuhan si lumpuh yang ternyata panjang dampaknya. Petrus dan Yohanes dipenjara dan diadili para imam besar. Mereka para imam besar ini justru mempertanyakan dengan kuasa apa dan atas nama siapa Petrus dan Yohanes menyembuhkan. Tanpa gentar Petrus justru mempertanyakan sikap pemimpin dan tua-tua yang justru memeriksa mereka yang karena suatu kebajikan kepada orang sakit. Petrus tegas menjawab , ia menyembuhkan si lumpuh dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah mereka salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat di depan mereka. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan namun ia telah menjadi batu penjuru. tidak ada keselamatan di dalam siapapun juga selain di dalam Dia. Sikap para murid tidak gentar berbuat kebaikan demi menjadi saksi Tuhan Yesus yang bengkit mengisnpirasi kita semua. Berbuat kebaikan selalu akan memperoleh pertentangan, karena kebaikan engusik kenyamanan si jahat. Si jahat akan berusaha dengan berbagai upaya agar yang baik itulah yang tampak jahat dan si jahat tampak baik, memang itulah pekerjaan iblis, memutar balik fakta yang ada. Namun bagaimanapun kebaikan itu menang. Berbuat baik, meski banyak ditentang tidak rugi. contoh yang kita tahu dalam kehidupan seorang pedagang/ usahawan yang menjual barang/ jasa kualitas terbaik dengan harga terjangkau akan bertahan lebih lama dibanding pedagang yang berjualan barang buruk, dikemas menarik dilabeli mahal, mugkin pelanggannya hanya mereka yang gengsi saja, tidak mengerti kualitas. Hanya pembeli yang mau terus dibodohi yang tetap membeli karena gengsi. Ketika pembeli mengerti kualitas, si pedagang akan ditinggalkan, awalnya mau untung malah buntung. Pedagang/ usahawan jujur, yang menjual dagangan kualitas terbaik dengan untung tipis, awalnya akan tersingkir dari percaturan padagang yang cepat besar yang mendapat untung tidak lazim. belum lagi para pedagang besar juga berkelompok membentuk kesepakatan harga tertentu yang sangat menyengsarakan konsumen. bagaimanapun juga pembeli cepat atau lambat pembeli akan mencari penjual dengan harga yang masuk akal. sudah menjadi rahasia umum industri kecil lebih tahan banting dibanding industri besar saat krisis. dalam mazmur juga dikatakan hal serupa : Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita dan  bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Tuhan setia kepada yang jujur. marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s