Pekan Paskah III


PEKAN PASKAH III

Senin 4 Mei 2014

Bacaan I : Kis. 6:8-15;

Mazmur : Mzm. 119:23-24,26-27,29-30;

Bacan Injil : Yoh. 6:22-29

 

Bacaan I : Kis. 6:8-15;

8  Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.

9   Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus,

10  tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.

11 Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.”

12   Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; mereka menyergap Stefanus, menyeretnya dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

13  Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata: “Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat,

14  sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.”

15   Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

 

Mazmur : Mzm. 119:23-24,26-27,29-30;

23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.

26 Jalan-jalan hidupku telah aku ceritakan dan Engkau menjawab aku?ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

27   Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

29   Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.

30  Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

 

Bacan Injil : Yoh. 6:22-29

22    Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat.

23     Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.

24        Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

25       Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

27   Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

28  Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”

29 Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

 

 Pada bacaan pertama, diperkenalkan tokoh bernama Stefanus, ia penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Stefanus adalah Salah seorang dari ketujuh petugas yang merawat orang-orang miskin (Diakon), yang dipilih oleh para Rasul di Yerusalem. Situasinya kala itu, murid bertambah banyak, tugas para Rasul menjadi pelayan firman dan pelayan kaum miskin. Dengan semakin banyaknya murid, para Rasul menjadi kewalahan, ditunjuklah 7 orang sebagai pelayan kaum miskin, supaya para Rasul tetap focus bekerja sebagai pelayan firman. Criteria orang yang dipilih adalah yang terkenal baik, penuh Roh dan hikmat. Sefanus adalah satu dari tujuh orang yang dipilih. Namun Stefanus ternyata juga menjadi pewarta. Kegiatannya sebagai pewarta inilah yang menyebabkan dirinya bergesekan dengan mereka yang belum percaya dengan Yesus Kristus. Sejumlah orang bertanya jawab dengan nya, tentu bukan tanya jawab dengan pertanyaan tulus, tetapi pertanyaan yang membantah apapun jawaban tulus dan benar yang diberikan. Stefanus menjawab dengan dorongan Roh Kudus sehingga tidak bisa dilawan, bahkan membuat hati penanya semakin panas, terbukti mereka menghasut orang-orang dengan mengatakan Stefanus mengatakan hujat terhadap Musa dan Allah dan bersekonkol dengan tua-tua dan para ahli Taurat untuk menyeret dia ke Mahkamah agama dan memberikan saksi-saksi palsu. Namun semua orang dalam sidang itu melihat wajah Stefanus seperti malaikat. Andai saja mereka itu segera sadar, mereka tidak melanjutkan upaya untuk terus mempersalahkan Stefanus, namun tampaknya Allah menutup mata hati mereka. Demikianlah dalam kehidupan, tidak jarang manusia karena iri hati menyudutkan sesamanya, memfitnahnya, kalau perlu membunuhnya agar bungkam terhadap kebenaran. Di negeri ini ada banyak kasus pembunuhan tidak terungkap karena bersinggungan dengan penguasa; Wartawan Udin, Marsinah, Munir, Penghilangan aktifis. Bisa juga dalam institusi agama, bagaimana yang melayani tulus justru digeser, kepadanya difitnahkan atau digosipkan segala hal yang aneh-aneh. Paus Fransiskus dalam homilinya saat konsistori perdana melantik 19 Kardinal baru mengajak gereja tidak terjebak dalam intrik dan gossip namun focus pada pelayanan yang tulus, berbela rasa kepada yang menderita dan tertindas, menjadi pembawa damai, membangun perdamaian melalui karya, harapan dan doa kita masing-masing. Dalam bacaan Injil orang banyak mencari-cari Tuhan Yesus dari satu tempat ke tempat lain sampai akhirnya menemukan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tahu, mereka mencariNya bukan mencari tanda, tetapi mencariNya karena sudah kenyang makan roti (lihat perikop Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang). Tuhan Yesus mengajar mereka bekerja bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia. Pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah. Jadi hendaknya kita bekerja dan juga melayani dengan motivasi bukan mencari uang, kedudukan, harta tetapi bekerja karena kita percaya dan bersyukur kepada Allah yang telah mengutus Putra yang dikasihiNya untuk menebus umat manusia dengan wafat di salib dan bangkit pada hari ketiga. Kita bekerja dan melayani sesama demi kemuliaan Allah, bukan demi kemuliaan diri sendiri atau orang lain atau golongan. Penting juga diingat, perlu membedakan keinginan dan kebutuhan. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia bekerja untuk sosialisasi diri, mendapat nafkah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, itu sudah merupakan suatu anugerah besar dari Allah yang harus disyukuri agar menjadi manusia yang mengerti kata cukup, apalagi jika bisa berkelimpahan, bisa menduduki jabatan penting di kantor maupun gereja. Jabatan merupakan tugas dari Allah untuk mensejahterakan banyak orang, bukan untuk diri sendiri dan kelompok atau sukunya atau etnisnya sendiri. Posisi dalam gereja Katolik bahkan tidak digaji. Diminta berkomitmen tanpa digaji. Bekerja memenuhi kebutuhan hidup jika dilakukan dengan penuh syukur berapapun yang kita terima inilah yang dimaksud Tuhan Yesus bekerja untuk makanan yang dapat bertahan sampai pada hidup yang kekal. Bekerja untuk memenuhi keinginan tidak memiliki kendali rasa puas, cukup, karena sifat alami keinginan memang tidak terpuaskan, ingin a sudah dapat ingin b sudah dapat ingin c begitu terus tanpa henti. manusia pun merasa tidak pernah puas, tidak pernah merasa cukup, terus merasa kekurangan, akan sulit merasakan kasih Allah yang telah mencukupi hidupnya. Tuhan Yesus sudah dimeteraikan oleh Allah Bapa artinya sudah dikonfirmasi oleh Allah sendiri bahwa pribadi, karya dan ucapan Tuhan Yesus benar adanya, karena Ia mengatakan dan melakukan apa yang diperintahkan Bapa kepadaNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s