Selasa 6 Mei 2014


Selasa 6 Mei 2014

Bacaan I : Kis. 7:51 – 8:1a

Mazmur : Mzm. 31:3cd-4,6ab,7b,8a,17,21ab

Bacaan Injil Yoh. 6:30-35

 

Bacaan I : Kis. 7:51 – 8:1a

51  Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.

52      Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.

53        Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya.”

54   Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.

55    Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

56    Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”

57   Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.

58     Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus.

59    Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”

60   Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

8:1    Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.

 

Mazmur : Mzm. 31:3cd-4,6ab,7b,8a,17,21ab;

3    Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

4   Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.

6   Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN.

7  Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku,

8  dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.

17 TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.

21 Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!

 

Bacaan Injil Yoh. 6:30-35

30   Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?

31    Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”

32  Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

33  Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”

34 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”

35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

 

Bacaan pertama melanjutkan bacaan pertama kemaren, Stefanus, disidang dalam Mahkamah Agama. Mereka yang menyidangnya sebetulnya sudah diperingati Allah, bahwa Stefanus orang benar-tampak dalam perubahan wajahnya seperti malaikat, namun apa daya, kekerasan hati merekalah menolak tanda Allah tersbut. Stefanus pun dengan keras menegur sikap mereka yang selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyang mereka. Nenek moyan mereka telah menganiaya para nabi. Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang telah dikhianati dan bunuh. Mendengar teguran Stefanus, para anggota Mahkamah Agama semakin panas, di lain pihak, Allah menguatkan Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, Stefanus melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Stefanus kemudian diseret dan dilempari batu sampai mati. Menjelang kematiannya, ia memohon Yesus menerima rohnya dan memohon agar dosa ini jangan ditanggungkan atas mereka. Dua kalimat terakhir ini mengingatkan kita kepada kalimat Tuhan Yesus yang menyerahkan RohNya ke dalam tangan BapaNya dan memohon agar BapaNya mengampuni mereka yang menyalibkanNya! Stefanus mati sebagai martir pertama, sejak saat itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Mereka tersebar karena melarikan diri dianiaya, namun mereka menyebarkan Injil. Inilah kehendak Allah sendiri, penganiayaan justru membuat Injil tersebar ke mana-mana. Pada saat itulah muncul tokoh bernama Saulus. Hendaknya kita mencontoh jemaat perdana yang gigih mewartakan Tuhan Yesus meski dalam tekanan dan penderitaan. mereka mencontoh Petrus dan Yohanes yang jatuh bangun mewartakan Tuhan Yesus. Murid-murid terdekat Tuhan Yesus-terutama para Rasul, gigih mewartakan Tuhan Yesus, pasti karena pengalaman luar biasa ketika bersama Tuhan Yesus yaitu ketika bersama Tuhan Yesus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain mewartakan Kerajaan Allah. Mereka juga memperoleh pengalaman luarbiasa dalam penampakan Tuhan Yesus ketika bangkit. Kita murid-murid di jaman sekarang, melalui Alkitab, juga bisa ikut merasakan pengalaman-pengalaman luarbiasa tersebut-walaupun Alkitab sebagai bahasa tulisan dan dokumen tertulis sangat terbatas dalam mengungkapnya. Agar dapat ikut merasakan, dibutuhkan iman yang teguh, bukan sikap sok tahu, sok pandai, butuh kerendahan hati. Kepandaian tidak dapat mengungkap misteri Ilahi, iman yang memampukannya. Dalam bacaan Injil melanjutkan kisah kemaren juga, ketika orang-orang bertanya kepada Tuhan Yesus mengenai pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah. Mereka bertanya lagi soal tanda dan pekerjaan Tuhan Yesus. Mereka membandingkan Tuhan Yesus dengan Musa yang telah memberi makan nenek moyang mereka dengan manna. Tampak sekali mereka hanya mau debat kusir saja dengan Tuhan Yesus. Begitulah jika orang berbuat dan berkata benar, bukan dipuji tetapi justru dipersalahkan, dicaci maki, segala yang buruk ditujukan kepadanya (Mat 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku  kamu dicela  dan dianiaya dan kepadamu difitnahkansegalayangjahat. )Kita juga harus teliti jika melihat seseorang dipuji-puji, jangan-jangan karena ia suka bagi-bagi duit-seperti dermawan, padahal darimanakah uangnya yang banyak itu? Legalkah usahanya? Jangan-jangan dia kelihatan baik sekali hanya karena butuh pengikut atau butuh orang-orang memilihnya dalam pemilihan umum? (Luk 6:26 Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu ; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabipalsu). Mereka tidak tahu dan tidak mau tahu bahwa Tuhan Yesus lebih besar daripada Musa. Tuhan Yesus berkata bahwa Bapa-Nya yang memberikan roti yang benar dari sorga yang memberi hidup kepada dunia. Roti Hidup itu adalah DiriNya sendiri : barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tuhan Yesus mengajak kita ikut Ekaristi, dalam perayaan Ekaristi kita mengenang Tuhan Yesus yang mengurbankan diriNya demi pengampunan dosa manusia. Maka dalam Ekaristi terdapat juga pengampunan dosa dan penyembuhan dari segala penyakit. Tubuh dan darahNya member kita kekuatan ketika kita diutus untuk berkarya selama tujuh hari. Kita datang untuk memperoleh pengampunan dosa. Kita datang ikut Ekaristi untuk dipersatukan dengan seluruh umat, tidak hanya dengan umat se paroki, tetapi dengan umat seluruh dunia. Bagaimana bisa terjadi? Seperti kata Paulus masing-masing kita adalah anggota tubuh, dengan Tuhan Yesus sebagai kepala. masing-masing anggota memiliki kekhususannya, satu dan lainnya hendaknya saling menjaga saling menghargai bergerak bersama seperti kemauan kepala. sungguh tidak mungkin kepala ingin maju badannya mundur atau diam saja. Tuhan Yesus membutuhkan keikutsertaan kita yang sudah dipilihNya untuk mengikuti kemauanNya, mewartakan Kabar Sukacita bagi dunia, bukan kabar heboh dibuat-buat tentang diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s