Kamis 8 Mei 2014


PEkan Paskah III

Kamis 8 Mei 2014

Bacaan I : Kis. 8:26-40

Mazmur : Mzm. 66:8-9,16-17,20

Bacaan Injil : Yoh. 6:44-51

Bacaan I : Kis. 8:26-40

26        Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi.

27        Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

28        Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

29        Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”

30        Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?”

31        Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

32        Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

33        Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

34        Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: “Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?”

35        Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.

36        Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?”

37        (Sahut Filipus: “Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.” Jawabnya: “Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.”)

38        Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

39        Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

40        Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Mazmur : Mzm. 66:8-9,16-17,20

8          Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!

9          Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.

16        Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.

17        Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.

20        Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan Injil : Yoh. 6:44-51

44        Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

45        Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

46        Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

47        Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

48        Akulah roti hidup.

49        Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.

50        Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

51        Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Bacaan pertama berkisah mengenai Filipus yang diutus malaikat Tuhan untuk pergi dari Yerusalem. Bertemulah ia dengan sida-sida Etiopia seorang pembesar dan kepala bendahara ratu Etiopia, yang sedang dalam perjalanan hendak ke Yerusalem untuk beribadah. Sida-sida ini membaca nas dari kitab nabi Yesaya tentang Tuhan Yesus, berarti ia seseorang yang tidak asing dengan keyahudian, kemungkinannya ia seorang yahudi perantauan, karena mau jauh-jauh datang ke Yerusalem untuk beribadah, ia seorang yahudi diaspora. Tetapi ia tidak mengerti nas yang dibacanya, siapakah tokoh yang dimaksud dalam kitab Yesaya tersebut, butuh pembimbing. Dalam beragama kita butuh pembimbing, dalam gereja katolik, otoritas mengajar ada pada para uskup, para imam adalah pembantu uskup. kita disatu sisi tidak boleh asal-asalan menafsirkan firman, harus diletakkan dalam konteksnya-maksudnya dilihat dalam kesatuannya dalam seluruh Alkitab, lihat latar belakang kisah, tokoh, kejadian dan waktu, lalu ditarik pada saat sekarang. Gereja katolik sudah sangat maju dalam mempelajari Alkitab, karena mendorong penelitian secara modern dan disebar secara luas, tidak ditutup-tutupi. Di sisi lain kita juga tidak boleh merasa sok tahu menyalahkan tafsiran-tafsiran yang berkembang, karena biasanya seseorang menafsirkan dikaitkan dengan pengalaman hidupnya. Mereka yang selalu mendapat nilai seratus tentu akan menyebut Tuhan Mahabaik, tetapi mereka yang jatuh bangun hanya supaya lulus, bisa jadi mengatakan Tuhan menyebalkan. Mereka yang cari uang nya santai tapi dapat milyaran rupiah, menganggap Tuhan Maha Baik karena cari uang gampang, asal orang mau kerja pasti dapat uang banyak, yang kerja mati-matian untuk sesuap nasi, bisa jadi beranggapan Tuhan mendidiknya keras sekali dan sebagainya. Dengan mendengar tafsiran-tafsiran lain, kita juga akan semakin kaya dalam beriman, ada berbagai sudut pandang, tidak hanya sudut pandang sempit kita sendiri. Sida-sida tersebut percaya dan member diri dibaptis. Bacaan Injil, Tuhan Yesus mengulang lagi perkataanNya, ia adalah Roti Hidup. Dialah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Dia berikan itu ialah daging-Nya, yang akan Dia berikan untuk hidup dunia. Kedatangan Tuhan Yesus yang pertama kali dua ribu tahun yang lalu untuk menguduskan dunia. Kemudian bagi mereka yang percaya kepadaNya Tuhan Yesus menjelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Kita yang percaya Tuhan Yesus, bukan karena inisiatif kita, tetapi inisiatif Allah sendiri, Allah memilih kita untuk dibangkitkan pada akhir zaman, ada syarat yang harus dipenuhi, tetap percaya kepada Tuhan Yesus dan setia memanggul salibNya. Tuhan Yesus juga mengatakan Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s