Rabu 21 Mei 2014


Pekan Paskah V

Rabu 21 Mei 2014

Bacaan I : Kis. 15:1-6

Mazmur : Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5

Bacaan Injil : Yoh. 15:1-8

 

1   Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.”

2    Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

3      Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.

4       Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.

5     Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”

6    Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

 

Mazmur : Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5

1       Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”

2  Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

3    Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,

4     ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

4b  ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.

5   Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

 

Bacaan Injil : Yoh. 15:1-8

1  “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya

2      Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

3   Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu

4     Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

5    Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

6      Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

7    Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

8   Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Bacaan pertama mengulas adanya perbedaan pendapat antara pewarta yahudi Kristen dengan Paulus dan Barnabas tentang perlunya sunat dan melaksanakan hokum Taurat kepada murid-murid Kristen yang belum Yahudi. sunat sebetulnya juga bukan budaya asli Yahudi, seperti kita tahu Islam pun mengharuskan sunat, juga orang jawa-khususnya keturunan raja. Sunat bagi Yahudi penting, karena merujuk pada janji Allah kepada Abraham, sunat sebagai tanda perjanjian YHWH dengan Abraham dan seisi rumahnya.  Cara pandang Yahudi Kristen ini tentunya didasarkan pemikiran bahwa mereka bangsa terpilih, dan mesias dating untuk mereka. Mereka menjalani hidup dengan taat Taurat dan disunat, karena dua hal ini, sebelum mereka mengenal Kristus, dianggap menyelamatkan. Keyakinan ini diperkuat dengan pendapat oang Farisi. Orang Farisi kita tahu, menganggap diri berbeda dengan golongan lain, yaitu merasa taat Taurat tanpa cacat. Jadi siapapun yang akan menjadi murid Kristus, harus menjadi Yahudi dulu : taat Taurat dan disunat. Tetapi Paulus dan Barnabas, terutama Paulus, berpendapat, keselamatan hanya karena iman kepada Yesus Kristus, iman memungkinkan persekutuan dengan Yesus Kristus. Taat Taurat dan sunat, tidak menyelamatkan. Paulus juga tahu, mereka yang mewajibkan taurat justru tidak mentaati taurat dengan sempurna, bagi Paulus tindakan mereka ini munafik, memaksakan sesuatu kepada orang lain, yang bahkan diri sendiri tidak menjalaninya. Demikian dalam keseharian, kita mungkin sering berhadapan dengan mereka yang memaksakan kehendaknya sendiri, yang mempersulit atau menghalangi niat baik dan tulus. Sudah menghalangi, masih mengatakan kita tidak perform, masih mengatakan kita orang tidak tahu diuntung-ditolongi omong begitu-padahal jelas-jelas mereka menghambat, bukan menolong. Atau dalam kehidupan menggereja kita sering mendengar orang mengatakan “ah ini tidak berbuah” dari mana orang tahu tidak berbuah? Bukankah hanya Tuhan sendiri yang tahu buah Rohani setiap manusia? ini termasuk kesombongan rohani.

Bacaan Injil Yesus Kristus mengatakan Ialah pokok anggur dan kita ranting-rantingnya, BapaNya adalah pengusahanya. Ranting akan berbuah lebih banyak jika ia dibersihkan, kita sudah dibersihkan oleh FirmanNya. Segala kesulitan hidup yang kita jalani, jika itu karena taat kepada Tuhan dan bukan kesulitan atau masalah karena kesalahan kita sendiri, berguna agar kita naik kelas, memurnikan kita, itulah yang dimaksud tinggal di dalam FirmanNya. Firman tidak hanya dibaca atau bahkan dihafal berikut tafsirannya, tetapi yang terpenting sungguh dilaksanakan. Supaya berbuah, ranting harus tinggal dalam pokok anggur, kita berbuah saat bersama Yesus Kristus, jika tidak berbuah, akan dibuang. Tuhan yang tahu kita berbuah atau tidak, jadi kita tidak perlu berkecil hati jika ada orang menganggap kita tidak berbuah, justru kita patut bertanya balik tentang jangan-jangan dia yang tidak berbuah, karena kesombongan bukanlah buah rohani. Kata-kata Yesus Kristus ini, kita harus berbuah jika tidak akan dibuang keluar, menjadi kering dikumpulkan orang untuk dibakar, merupakan peringatan keras bagi kita muridNya. Allah Mahakasih, Mahapengampun bukan berarti kita bebas leha-leha berdosa pasti masuk surge atau menjadikan Sakramen Pengakuan Dosa sebagai alat untuk berbuat dosa “ah nanti kan bisa mengaku dosa”. Efek dosa tetap ada dan Allah tidak bisa dan tidak boleh diperalat. Kata orang hidup ini terlalu singkat untuk diisi hal-hal yang tidak berguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s