Selasa 3 Juni 2014


Pekan Paskah VII

Selasa 3 Juni 2014

Bacaan I : Kis. 20:17-27

Mazmur : Mzm. 68:10-11,20-21

Bacaan Injil : Yoh. 17:1-11a

 

Bacaan I : Kis. 20:17-27

17           Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.

18        Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:

19        dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.

20        Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;

21        aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.

22  Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

23        selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

24        Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

25       Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.

26    Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa.

27    Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.

 Mazmur : Mzm. 68:10-11,20-21

1   sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah

2     Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:

20   Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

21 Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya.

 Bacaan Injil : Yoh. 17:1-11a

1   Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.

2   Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

3   Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

4  Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

5  Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

6   Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

7   Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.

8  Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

9    Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu

10  dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.

11  Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Bacaan pertama Paulus mengatakan kepada para penatua pewartaanya kepada para penatua selama tiga tahun di Efesus. Ia rendah hati melayani Tuhan dengan rendah hati. Dalam pelayanan itu ia banyak mencucurkan air mata dan mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuhnya, tetapi ia tetap tidak melalaikan pewartaan supaya bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan Yesus, itu dilakukakn Paulus kepada orang yahudi dan bukan yahudi, dimuka umum maupun dalam perkumpulan di rumah-rumah. Paulus lalu menyatakan niatnya untuk pergi ke Yerusalem. Niat ini inisiatif Roh Kudus, bukan inisiatifnya sendiri (ia menganggap dirinya sebagai tawanan Roh Kudus). Paulus telah mengetahui nubuat tentang banyaknya penderitaan yang ditanggungnya karena namaNya, ini dikatakan Tuhan Yesus sndiri melalui Ananias (Kis Bab 9). Namun Paulus tidak gentar dengan nubuat penderitaannya, ia tetap akan melaksanakan pelayanan yang ditugaskan Tuhan Yesus sampai akhir. Paulus juga bernubuat tentang dirinya, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi, ia juga mengatakan tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Binasa karena tidak percaya dan mengikuti ajaran-ajran palsu sehingga tidak beroleh keselamatan. Ia tidak bersalah karena ia tidak lalai mewartakan seluruh maksud Allah. Dalam Injil, Tuhan Yesus mendoakan murid-muridNya, termasuk juga kita. Kenapa Tuhan Yesus berdoa untuk murid-muridNya? Karena kita adalah milikNya dan dengan sendirinya adalah milik Bapa. Juga karena Ia tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi para murid masih ada di dalam dunia, dan Ia pergi kepada Bapa. Tuhan Yesus meminta agar para murid dipelihara dalam nama Bapa, yaitu nama yang telah Bapa berikan kepada Tuhan Yesus, supaya kita menjadi satu sama seperti Bapa dan Putra adalah satu. Doa Tuhan Yesus ini supaya kita dibimbing Allah sendiri dalam hidup kita, menghadapi segala tantangan, menjadi saksi kebenaran, dan meminjam kata-kata Paulus dalam perikop diatas, bertahan sampai akhir tetap mewartakan Kasih Allah. Doa ini menjadikan kita berani seperti Paulus juga, ia bukan seorang pemberani, ia juga tidak pandai berkata-kata meski ia cerdas. Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus sendiri, kita diajari juga untuk memohon agar dijauhkan dari pencobaan dan dibebaskan dari yang jahat. Jika Tuhan Yesus saja mendoakan kita, tentunya baik juga jika kita saling mendoakan, karena doa terutama bukan untuk diri sendiri, tetapi memuji Allah, bersyukur kepadaNya, memohon ampun atas dosa disertai janji mengampuni kesalahan orang lain, mendoakan orang lain, baru memohon bagi diri sendiri. Dalam gereja katolik ada biara-biara untuk pertapa yang mengkhususkan diri untuk mendoakan orang lain siapa saja, juga bagi negara dan dunia yaitu Rawaseneng untuk pria dan Gedono untuk wanita. Sebagai awam juga dianjurkan untuk mendoakan para pemimpin gereja dan para imam juga biarawan/ wati agar setia pada kaulnya sampai akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s