Rabu 11 Juni 2014


Rabu 11 Juni 2014

Bacaan I : Kis. 11:21b-26; 13:1-3

Mazmur : Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6

Bacaan Injil : Mat. 10:7-13

Bacaan I : Kis. 11:21b-26; 13:1-3

21     Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

22     Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.

23    Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,

24   karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

25    Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.

26  Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

13:1   Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

2    Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”

3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

 Mazmur : Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6

2   TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

3ab  Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

3c   Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

5    Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,

6  dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

 Bacaan Injil : Mat. 10:7-13

7      Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

8  sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

9     Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

11   Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

12  Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

 

Dalam bacaan pertama, mucul nama tokoh Barnabas, santo pelindung Paroki kita, penanggalan liturgi hari ini juga memperingati santo Barnabas. Dan bacaan pertama adalah kisah Baranabas dikaitkan dengan perjalanan Misi I Paulus. Kisah tentang Barnabas dapat kit abaca dalam Kisah Para Rasul bab 4, 9, 11, 13 dan 15.Barnabas berasal dari Siprus, nama aslinya Yusuf, seorang Lewi. Barnabas menurut Kis 4:36 berarti anak penghiburan. Ia seorang dermawan yang menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki para rasul. Ia digambarkan penuh Roh Kudus dan iman seperti Stefanus (Kis 4:37), namun berbeda dengan Stefanus yang berlatar belakang Yunani, Barnabas adalah Yahudi Kristen berlatarbelakang Ibrani. Ketika para rasul menyangsikan pertobatan Paulus, Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia  dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus (Kis 9:27). Barnabas mengajak Paulus mengadakan karya misi di Antiokhia Siria. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.”. Barnabas, Paulus dan Yohanes Markus (kemenakan Barnabas) ke pulau Siprus (tempat kelahiran Barnabas) dan tiba di kota Salamis, mereka mewartakan Injil di rumah-rumah ibadat Yahudi, dampak pewartaan mereka, Gubernur Siprus yang berada di Pafos: Sergius Paulus bertobat. Setelah itu mereka bertiga ke Perga ibukota Pamfilia, Yohanes Markus pergi meninggalkan Paulus dan Barnabas, kembali ke Yerusalem. Paulus dan Barnabas lalu ke Antiokhia Pisidia, Ikonium, Listra, Derbe. Di Derbe perjalanan misi I berakhir, mereka mengunjungi kembali jemaat-jemaat yang telah mereka bangun sebelum akhirnya tiba kembali di Antiokhia Siria. mereka mengunjungi kembali untuk menguatkan dan menasehati mereka supaya bertekun dalam iman. Mereka juga memilih penatua-penatua jemaat. Dalam perjalanan Misi I mereka mempertobatkan banyak orang, ada juga mukzijat penyembuhan, selain tentunya ada pula penolakan terhadap mereka. Paulus dan Barnabas memiliki prinsip yang berbeda dengan rasul lainnya : tidak mewajibkan sunat dan peraturan Taurat lain bagi mereka yang tidak bersunat (bukan Yahudi) yang percaya kepada Tuhan Yesus. kebijakan ini tidak dapat diterima beberapa pengajar Yahudi Kristen dari Yudea. Masalah ini kemudian dibahas dalam Konsili Yerusalem I. setelah Konsili selesai, mereka berdua hendak melalukan perjalanan Misi II, namun terjadi salah paham, karena Barnabas hendak mengajak kembali Yohanes Markus tetapi ditolak oleh Paulus. Mereka berdua kemudian berpisah, Barnabas dan Yohanes Markus ke pulau Siprus, Paulus dan Silas ke Kilikia, tempat kelahiran Paulus. Perpisahan Paulus dan Barnabas (juga Yohanes Markus) tidak bermusuhan, mereka tetap bersahabat, ini tampak dalam surat-surat Paulus. Di Antiokhia Siria inilah para pengikut Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen. Sebelumnya, ada beberapa sebutan bagi para pengikut Kristus : saudara-saudara, orang-orang yang percaya, murid-murid, jemaat, orang-orang kudus. Sebutan diberikan oleh orang Antiokhia kepada mereka. Apa yang dilakukan Barnabas selaras dengan bacaan Injil : Tuhan Yesus mengutus kita untuk memberitakan Injil tanpa perlu memikirkan harta benda secara berlebihan. Kita sudah memperoleh rahmat scara cuma-cuma dari Allah, maka hendaknya rahmat itu kita salurkan secara cuma-cuma pula. Barnabas dan Paulus merupakan contoh ideal dalam mewartakan Injil, mereka tidak meminta upah. Barnabas menjual miliknya dan ia serahkan hasilnya kepada para rasul, Paulus bekerja untuk membiayai karya misinya. mereka berdua (juga Petrus dan rasul lain) memberitakan Injil, mempertobatkan banyak orang, menyembuhkan orang sakit, mereka mewartakan bukan tanpa kesulitan dan penolakan. Tuhan Yesus meminta agar tidak lupa memberi salam damai. Injil adalah warta gembira, harus diwartakan dengan damai, pewarta adalah pembawa damai, bukan pembawa kisruh. Jika pewartaan tidak diterima pergi ke tempat lainnya tidak perlu memaksa, karena Tuhan Yesus juga Allah Bapa juga memberi kebebasan pada setiap manusia untuk menanggapi panggilan. Dalam karya misi Paulus, nyata-nyata dia tegaskan bahwa semua terjadi karena kehendak Tuhan sendiri. seorang pewarta dituntut untuk rendah hati, hanya mengandalkan Tuhan. dalam dunia yang majemuk, pewartaan juga mengedepankan dialog antar agama, seperti dicontohkan baru-baru ini di vatikan, doa bersama antar agama untuk perdamaian dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s