Jumat 13 Juni 2014


Jumat 13 Juni 2014

Bacaan I : 1Raj. 19:9a,11-16

Mazmur : Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14

Bacaan Injil : Mat. 5:27-32

 

Bacaan I : 1Raj. 19:9a,11-16

9          Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

11        Lalu firman-Nya: “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.

12           Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.

13        segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

14        Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

15        Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.

16        Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

Mazmur : Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14

7   Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!

8 Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.

8  Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.

9  Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!

13  Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

 Bacaan Injil : Mat. 5:27-32

27    Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.

32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

 

 Bacaan pertama, nabi Elia takut untuk melanjutkan perintah Allah sebagai nabi yang menyuarakan suara Tuhan. kenapa? Sejak peristiwa ia “menang lomba” melawan nabi-nabi Baal, nabi-nabi Baal itu dibunuh beramai-ramai. Peristiwa itu diceritakan raja Ahab kepada ratu Izebel, dan tentu saja ratu hendak membalas dendam kematian nabi-nabi Baal dengan membunuh Elia. ELia takut, dibawah sebuah pohon ia meminta Allah mencabut nyawanya lalu tertidur , tetapi malaikat Tuhan dating kepadanya membawakan makanan dan air dan menyuruhnya makan dan minum, lalu Elia bepergian empat puluh hari dan malam sampai di gunung Horeb. Allah membimbing Elia ke gunung Horeb untuk meneguhkan Elia. Allah hadir digunung Horeb berupa angin sepoi-sepoi basa, Allah menyapanya dalam kelembutan dan kedamaian. Allah ingin agar Elia tetap menjadi alatNya. Allah meminta Elia agar mengurapi Hazael  menjadi raja atas Aram. Yehu, cucu Nimsi, menjadi raja atas Israel, dan Nabi Elisa  bin Safat, dari Abel-Mehola, menjadi nabi menggantikan Elia. Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael  akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu  akan dibunuh oleh Elisa. Perintah Tuhan kepada Elia ini untuk mempertobatkan Israel dare Baal dan kembali kepada YHWH. Dalam Perjanjian Lama, tampak kasih Allah dalam kerasnya mendidik Israel, bangsa terpilih. Dipilih menjadi bangsa pilihan bukan berarti melulu bersenang-senang lalu keblinger. Demikian pula murid-murid Kristus, telah dipilih oleh Nya, dijanjikan keselamatan kekal, hidup kekal. Dijanjikan akan tercukupi hidupnya iya, tetapi tidak dijanjikan pasti makmur, kalaupun makmur itu bonus saja, tapi jangan diartikan setiap orang yang makmur bukti dikasihi Allah, belum tentu, lihat dulu asal muasal makmurnya dari kejujuran atau tidak. Dipilih menjadi murid Kristus harus setia memanggul salib, bersama Kristus ada kelegaan dalam memanggul salib, Ia meneguhkan kita. Demikian pula dikatakan dalam Injil. Setia kepada Allah Nampak pada mengendalikan keinginan tak teratur sejak dini. Mengagumi kecantikan atau ketampanan lawan jenis boleh, karena Allah menciptakan mata supaya manusia melihat indahnya ciptaanNya, namun memikirkan pria atau wanita secara berlebihan berdosa, apalagi jika sudah menikah. Rumput sebelah lebih hijau daripada rumput halaman sendiri. Padahal kita tidak tahu si tetangga mugkin jungkir balik merawat rumputnya jadi hijau segar, mungkin juga memanggil ahli rumput (jika ada). Setia pada Allah mulai dari hal-hal kecil dan total, itulah yang dimaksud potong tangan jika berdosa, cungkil mata jika berdosa, tidak diartikan secara harafiah, karena Allah mau manusia tetap menjaga tubuhnya sendiri. Tetaplah setialah kepada Allah secara total, maka kita akan beroleh keselamatan kekal, seperti dicontohkan nabi Elia, Tuhan Yesus sendiri dan para murid dalam kekristenan awal.

Gereja hari ini memperingati Santo Antonius Padua, imam dan pujangga gereja. Lahir di Lisabon Portugal 1195 dengan nama Ferdinand. Awalnya ia masuk ordo santo Agustinus, namun kemudian pindah ke ordo saudara dina Fransiskan, mendapat nama baru Antoniu. Ia dikenal pandai. Paus Gregorius memberinya gelar ahli Kitab Suci karena khotbahnya mengenai kitab suci mengena dan jitu. Banyak penganut aliran sesat yang bertobat dan kembali karena kotba kotbahnya yang disampaikan dengan semangat dan cinta kepada Tuhan dan sesame.ia meninggal dunia tahun1231 pada umur 36 tahun. Setelah meninggal banyak mukjizat terjadi pada umat beriman yang meminta pertolongannya. Paus Pius XII (1939-1958) meresmikan penggelaran Antonius sebagai “Pujangga Gereja”. Pengantaraannya amat berkuasa menemukan kembali barang yang hilang terutama untuk kembalinya rahmat pengudusan yang hilang karena dosa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s