Senin 24 Juni 2014


Pekan Biasa XII

Senin 23 Juni 2014

Bacaan I : 2Raj. 17:5-8,13-15a,18

Mazmur : Mzm. 60:3-5,12

Bacaan Injil : Mat. 7:1-5

 

Bacaan I : 2Raj. 17:5-8,13-15a,18

5          Kemudian majulah raja Asyur menjelajah seluruh negeri itu, ia menyerang Samaria dan mengepungnya tiga tahun lamanya.

6          Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.

7          Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain,

8          dan telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel.

13        TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: “Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi.”

14        Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, melainkan mereka menegarkan tengkuknya seperti nenek moyangnya yang tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka.

15        Mereka menolak ketetapan-Nya dan perjanjian-Nya, yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka, juga peraturan-peraturan-Nya yang telah diperingatkan-Nya kepada mereka; mereka mengikuti dewa kesia-siaan, sehingga mereka mengikuti bangsa-bangsa yang di sekeliling mereka, walaupun TUHAN telah memerintahkan kepada mereka: janganlah berbuat seperti mereka itu.

18        Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel, dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya; tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.

 

Mazmur : Mzm. 60:3-5,12

3        Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.

4          Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, tanda untuk berlindung terhadap panah. Sela

5          Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!

12        Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

 

Bacaan Injil : Mat. 7:1-5

1    “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

3    Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

4  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

5   Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Bacaan pertama, mengisahka runtuhnya kerajaan Utara (Israel) pada jaman raja Hosea (bukan nabi Hosea yang memiliki istri bernama Gomer, dimana Gomer, istri yang tidak setia menggambarkan ketidaksetiaan Israel kepada YHWH, tetapi bagaimanapun Allah tetap mengampuni). Kerajaan Utara ditaklukan oleh Asyur. Israel kemudian dibuang ke Asyur. Kerajaan Selatan, Yehuda nantinya akan hancur juga, dibuang ke Babel. Ini semua terjadi karena ketidakpatuhan Israel kepada Allah. Telah berulangkali Allah memperingatkan Israel melalui nabi-nabiNya yang kudus, tetapi tidak digubris. Padahal Allah Israel adalah Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir, melalui peristiwa Paskah. Allah Israel selalu menolong mereka dan mengabulkan permohonan mereka ketika mereka dalam kesesakan. Allah selalu hadir bersama mereka. Namun mereka menduakannya. Membuat sakit hati Allah. Dalam Perjanjian Lama, dosa terbesar adalah menduakan Allah. Allah menghukum keras saat Israel menyembah allah-allah lain, namun Ia juga cepat mengampuni, jika raja dan umat berbalik kepadaNya karena mendengarkan seruan-seruan nabi kudusNya. Kerajaan Utara dan Selatan telah menduakan Allah. Hal yang sama juga telah dilakukan Tuhan Yesus melalui peristiwa Paskah, Ia yang telah wafat disalib dan bangkit membebaskan kita dari perbudakan dosa. Kita adalah orang-orang merdeka. Sama seperti Allah Israel menghendaki agar umatNya patuh pada perjanjian yang telah diikiat antara Allah dan leluhur Israel, maka Tuhan Yesus juga menghendaki kita juga patuh dengan perjanjian Baptis. Tuhan Yesus telah mengingatkan seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, ia pasti patuh kepada yang seorang. Seseorang tidak bisa bersifat mendua, pilih salah satu. Pilihlah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Janji baptis bersifat personal, berisikan janji kita untuk menjauhkan diri dari dosa dan hiburan yang tidak sehat (judi, mabuk, seks bebas). Jatuh berkali-kali dalam dosa yang sama sering kita alami, tetapi tetap harus berusaha agar tidak jatuh lagi. Kita juga akan dibuang dalam neraka jika tidak bertobat. Melalui berbagai peristiwa hidup, entah yang kita alami sendiri, maupun yang dialami orang lain, Allah sering menegur kita, mengingatkan kita akan dosa yang kita perbuat. Misalnya saat bencana. Kita diingatkan untuk lebih dekat dengannya. Atau saat mengunjungi orang sakit, kita diingatkan bahwa hidup sehat adalah anugerah tak ternilai. Melalui pelaku kriminal yang dihukum, Allah mengingatkan manusia juga agar tidak berbuat kriminal, karena itu disini penting penegak hukum yang berani membela yang benar, bukan sekedar membela yang bayar. Ada pandangan hakim adalah wakil Tuhan didunia, mereka yang bergerak dibidang itu, buktikanlah itu. Itulah yang dilakukan nabi-nabi kudus pada jaman Perjanjian Lama. Dalam kaitan sebagai hakim, Tuhan Yesus meminta kita untuk bercermin diri. mengkritik dan menjelekkan orang lain mudah. Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak nampak. Pernahkah anda bercermin dihadapan dua cermin yang berhadapan? Diri anda akan tampak berlapis lapis semakin dalam dan kecil. Anda bagai ditelanjangi. Wajah cemberut anda seolah olah dibalas berkali-kali. Wajah gembira anda juga akan dibalas berkali-kali. Jika kita menunjuk orang salah dengan jari telunjuk, padahal dia benar, jari lainnya menunjuk kepada diri sendiri, kesalahan anda lebih banyak, keburukan anda lebih banyak. Sebaliknya jika jempol anda acungkan ke atas sebagai pujian bagi orang lain, jari lainnya menunjuk kepada anda, anda layak dapat pujian lebih banyak. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s